Nah Lo...PKS Benarkan Ayah Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin Mantan Panglima Pemberontak DI/TII Wilayah Pantura

Salah satu Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah tak membantah pernyataan mantan Menteri Peningkatan Industri Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto yang mengungkap, ayah dari Ketua Dewan Syuro PKS, ustadz Hilmi Aminuddin adalah Danu Muhammad, Panglima DI/TII wilayah Indramayu.

"Danu Muhammad itu memang bapaknya Pak Hilmi," tegas Fachri saat dikonfirmasi wartawan di DPR, Kamis (05/05/2011).


Fachri kemudian menegaskan PKS seakan tersudutkan dengan apa yang diungkapkan Imam Supriyanto.

Meski, apa yang dikatakan oleh mantan menteri NII siapa ayah ustadz Hilmi Aminuddin, memang benar adanya.

"Jangan kemudian membuat pelabelan lah, jangan sudutkan PKS. PKS sama sekali tak pernah mengusung ideologi Islam karena PKS menganut asas nasionalis dan religius. Tak ada negara Kristen, Hindu karena itu ide kampungan sekali," tegasnya.

"Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali," ujarnya lagi.

Mantan Menteri NII Imam Supriyanto menjelaskan,ayah kandung Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Hilmi Aminuddin merupakan pendiri sekaligus Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.

"Ayah kandung Hilmi, Danu Muhammad Hasan adalah tokoh DI/TII, salah satu Panglima DI/TII wilayah Pantura. Dulu, saat Danu ditangkap, Hilmi dari cerita yang didapat mertua saya, mantan NII juga kemudian diungsikan ke Mesir, disekolahkan disana," Imam menuturkan.

Di Mesir, cerita Imam, Hilmi Aminuddin akrab dengan gerakan Ikhanul Muslimin yang kemudian dibawa ke Indonesia. Faham Ikhwanul Muslimin, katanya lagi, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang dibuat di era reformasi. Berdirinya partai itu juga bagian dari NII," kata Imam.

Hahaaha Ketahuan Kalau Bayaran, 2 Orang Massa Penyerang YLBHI yang Dirawat di RS Panik & Melarikan Diri

Dua orang dari massa penyerang Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, diketahui melarikan diri.

Dua orang tersebut, sebelumnya ikut diamankan oleh polisi dan tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.


Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/9/17).

Meski begitu, Argo mengaku pihaknya masih belum mengetahui dua orang tersebut termasuk yang diamankan di Polres Jakarta Pusat atau Polda Metro Jaya.

"Ada dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan, tapi setelah kita cek sudah tidak ada,” ungkap Argo.

Argo menambahkan, pihaknya hingga kini juga belum mengetahui persis alasan dua orang tersebut melarikan diri.

Meski begitu, pihaknya saat ini langsung melakukan pengejaran terhadap dua orang tersebut untuk melengkapi penyidikan.

“Sudah tidak ada di ruangan rawat. Saat ini sedang kita cari keberadaannya,” kata Argo.

Sebelumnya, Argo juga menyebut ada indikasi kuat massa aksi penyerangan tersebut adalah massa bayaran.

Karena itu, hingga saat ini, pihak penyidik tengah fokus untuk memilah puluhan orang yang diamankan tersebut, siapa saja massa yang dibayar.

“Yang itu (massa bayaran) belum ada ya, masih dilakukan pemeriksaan,” kata Argo.

Argo menambahkan, sampai saat ini, pihaknya total telah mengamankan 32 orang terkait kerusuhan yang berlangsung hingga Senin (18/9/17) dini hari tersebut.

“12 orang dimankan di Polda dan 22 di Mapolres Jakarta Pusat,” tutur Argo

Meski begitu, Argo belum mau merinci dari organisasi mana saja ke-32 orang tersebut.

Kivlan Zen Masuk Perangkap Maut Denny Siregar dan Gus Dur

Kivlan Zen marah kepada pengamat politik dan pegiat media sosial Denny Siregar lantaran sebelumnya membuat sebuah tulisan berjudul “Mati Ketawa ala Kivlan Zen”.

Tulisan Bung Denny Siregar ini rupanya benar-benar telah mengusik bapak Kivlan Zen yang akhir akhir ini lagi getol-getolnya menyatakan PKI sudah bangkit kembali dan harus diperangi.


Berikut ini ungkapan emosi Mayjen Purnawirawan TNI Kivlan Zen kepada Denny Siregar sebagaimana dikutip Arrahmahnews.com dari Fans page Facebook “Kivlan Zen”:

“Pertama, ketika Gusdur masih ketua PBNU pada februari 1999 dia menyatakan bahwa dalang peristiwa ambon adalah Mayjen K maka saya mendatangi Gusdur ke Ciganjur dengan membawa media antara lain TVRI, ANTV, RCTI di fasilitasi oleh Setiawan Djodi yang notabene teman dekat Gusdur. Kalau begini siapa yang ingin mempermalukan Gusdur???Kivlan???

Kedua, di hadapan para awak media tv saya meminta gusdur untuk membuktikan saya adalah dalangnya dalam peristiwa ambon pada tahun 1999, karena pada saat itu saya merasa tidak pernah ke ambon dan pada saat itu saya masih dinas sebagai Staf Ahli Kasad ketika Kasadnya Jenderal Subagio HS.

Saya hanya menyampaikan kalau tidak bisa membuktikan saya akan tuntut gusdur ke pengadilan. Pada saat itu Jenderal yang berinisial K bukan hanya saya ada juga yang lainnya seperti Kiki Syahnakri dan Rustam Kastour. Akhirnya gusdur mencabut ucapannya.

Dan ketika di desak oleh wartawan siapa yang di maksud dengan Mayjen K? Gusdur menjawab Mayjen Kunyuk, lalu saya jawab Mayjen kira-kira, karena gusdur tidak bisa melihat dan akhirnya semua tertawa, (bahasanya jangan dikurangi ya jadinya Fitnah) nah kalau sudah begini siapa yang mati kutu karena sudah mencabut perkataannya???

Intinya Bukan saya dalang kerusuhan ambon.

Masih pada konteks yang sama terkait bahwa isu bangkitnya Komunis di buat oleh istana yang dilakukan oleh para jenderalnya seperti Luhut, Hendropriyono dan juga Wiranto dengan tujuan “Agar bukan hanya radikal Islam yang di gebuk tetapi juga komunis, maka muncullah si Kivlan mencari panggung sendirian untuk meributkan bangkitnya komunis, maka tertawalah para jenderal”

(Inikan menurut Deni Siregar yang kerjanya ongkang-ongkang kaki sambil nyeruput kopi kemudian cari Panggung dengan Web yang menggunakan namanya sendiri kemudian coba cari sensasi dengan cara noel orang lain).

Pernahkah si deni berkunjung ke daerah-daerah yang terdampak & juga mengalami telah atau akan di bunuh oleh PKI???

Kalau Kivlan sudah pernah merasakan Teror, Intimidasi & Fitnah bahkan mau di bunuh oleh PKI & perlu di camkan bahwa Kivlan bukan orang Partai/KMP & juga bukan orangnya Prabowo, kalau waktu Pilpres boleh dong jadi relawan siapapun sesuai dengan aspirasinya. Jadi jangan di kait-kaitkan antara saya dengan KMP ataupun Prabowo, Ingat Masa Pilpres sudah usai.

Berikutnya untuk para jenderal yang di sebutkan itu bukan ketawa tetapi sekarang kerja keras menghadang bangkitnya PKI setelah pertemuan Menkopolhukam dengan tokoh-tokoh seperti Laksamana Slamet Subianto, Letjen Kiki Syahakri, Mayjen Budi Sudjana, Mayjen Kivlan Zen, Habib Riziek dan tokoh agama lainya serta perwakilan dari beberapa ormas seperti FKPPI, PPM, FPI, LPI, FUI, Peta, Aisyah dan lain lain.

Saya bukan cari panggung dan cari muka, lah wong saya sudah terkenal dan ketika saya membela NKRI tanpa meminta imbalan apapun, jabatan dan juga kedudukan. Justru sebaliknya kali, makanya Denny Siregar mencoba menyerang Saya.

Hingga berita Ini diturunkan oleh Arrahmahnews.com, postingan Kivlan Zen di Fanpage Facebooknya sudah dibagikan oleh 1.546 facebooker, 6000 like dan jumlahnya akan terus bertambah.

Denny Siregar menjawab tulisan Kivlan Zen dengan nada santai “SIAP, PAK KIVLAN LAKSANAKAN!! Saya akan ikut gebuk PKI gaya baru yang anggotanya sudah mencapai 15 juta itu…”.

Dan yang lebih membuat ketawa adalah komentar di salah satu fanpage ‘Bukan teman Ahok’ yang tuduh Denny Siregar sebagai seorang Kristen, padahal Denny Siregar seorang muslim, berikut komentarnya bung Denny Siregar “Baiklah… Ini akan menjadi catatan saya, bahwa ketika saya dianggap menyerang seorang Jenderal maka saya auto murtad dan -jreennngg- mendadak jadi kristen. Ada yang mau baptis saya?“.


Dan para follower Denny Siregar dengan cepat membully pernyataan Kivlan Zen dengan komentar-komentar pedasnya, berikut beberapa komentar mereka: 

“Gawatttt, ternyata data pak jendral tentang 15 jt anggota pki valid. Siap2 menerima serangan balik”

Komentar ini dengan diberikan bukti sebuah Koran yang cukup lama.


“Kalau nama yang disebut-sebut Kivlan sebagai Wahyu Setiaji itu beneran berhasil membangkitkan PKI dengan menggalang massa 15 juta orang, saya salut. Ahok yang galaknya kayak gitu ngatur 9-12 juta warga DKI Jakarta aja sampe melintir. Kalau 15 juta orang itu digalang dengan diam-diam di zaman orang narsis di media sosial, pastinya kamerad ini hebat sekali. Berhasil mencuci otak belasan juta orang untuk percaya, “Bro, kita diem-diem aja ya. Jangan bilang sapa-sapa. Rahasia.” Padahal menggalang massa buat demonstrasi dibayar 50 ribu aja susah. Hebat betul Mas Wahyu. Bodoh betul si Kivlan”

Ada juga yang membuat meme kocak:


Dan ternyata perangkap ini manjur, sehingga membuat Pak Kivlan Zen terperangkap untuk kedua kalinya, pertama Gus Dur dan kedua Denny Siregar. (ARN)

Disebut Sebagai Korlap Penyerang YLBHI, Rahmat Himran Juga Korlap Gerakan Tangkap Ahok Yang Bawa-bawa Dukun. Simak!

Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menyebut Mayjen TNI Purn Kivlan Zen dan Anggota Presidium 313 Rahmat Himran ada di balik penyerangan Kantor LBH Jakarta oleh sekelompok massa pada malam tadi. Hal ini berdasarkan nama Kivlan dan Himran yang muncul di media sosial terkait aksi tersebut.

"Yang pertama Rahmat Himran, saya nggak tau dia siapa tapi dia rupanya dia presidium 313, dalam beberapa rilis dan beberapa (berita) hoax yang dibuat di media, nama dia sebagai penanggung jawabnya saya nggak tau polisi sudah menangkapnya atau belum," ujar Isnur di Komnas HAM, Senin (18/9/2017).


Lalu siapakah Rahman Himran?



kelakuan ini orang: Panglima Laskar313, Demo Erik Tohir lewat BARAK, Aliansi Pemuda Penegak Pancasila, Ketua OKP Brigade PII, Korlap FUIB...
Selain sebagai panglima laskar 313, Rahmat Himran adalah korlap Gerakan Tangkap Ahok (GTA) yang bawa dukun.

Sebagaimana dikutip dari laman Tribunnews.com, Gerakan Tangkap Ahok (GTA) membawa dua dukun dari Jawa Barat dan Bali untuk meruwat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ruwatan tersebut dilakukan agar KPK tidak terkena pengaruh jahat dalam penyelidikan dugaan korupsi pengadaan RS Sumber Waras, Jakarta.
"Dengan ini kami membawa dukun-dukun yang meruwat KPK agar tidak disantet oleh kekuatan negatif iblis Sumber Waras," kata Koordinator Lapangan, Rahmat Himran di KPK, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Menurut Rahmat, pihaknya meyakini terjadi pelanggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Namun, kata dia, KPK hingga saat ini belum menaikkan status tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.

Rahmat mendesak KPK menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok sebagai tersangka.
Mereka menganggap Ahok telah terjadi wanprestasi di tubuh Pemrov DKI Jakarta karena kelebihan bayar Rp 191 miliar dari anggaran sebesar Rp 755 miliar.
"Ahok (Basuki) melakukan pelanggaran Pasal 421 KUHP yang unsurnya ada penyalahgunaan wewenang memakai kekuasannya untuk melakukan pemakaian uang negara di luar batas yang sudah ditetapkan," kata dia.

Dua dukun tersebut terlihat membakar dupa.
Mereka kemudian meruwat KPK melalui mencampakkan bunga tersebut di teras dan tangga KPK.

GTA sendiri adalah gabungan dari PW GPII Jakarta, KOBAR, IMM Jakarat, HIMMAH AL Wasliyah, Brigade PII, KOPMA GPII, SABET, FPJ, KAHMI Jakarta Utara dan Suara Jakarta.(Infoteratas.com)

Makam Korban Gladiator Dibongkar. Ternyata Polisi Temukan Ini....!

Polisi mengautopsi jenazah Hillarius Christian Event Raharjo, siswa SMU Budi Mulia yang jadi korban duel gladiator di Bogor, Januari 2016 silam. Ada kelainan organ yang diduga karena tindak kekerasan.

Proses autopsi dilakukan di TPU Cipaku, Kota Bogor. Ada bagian yang sudah membusuk dan ada yang pembusukannya terhambat, dari situ bisa diperiksa soal penyebab kematian.


"Ada beberapa organ dalam yang kita jumpai kelainan, mungkin akibat kekerasan ya. Kita tidak bisa sebutkan kelainannya apa. Ini masih dalam proses penyidikan, dan nanti reskrim yang menjelaskan," kata Dokter Forensik Polda Jawa Barat, Kompol Ihsan Wahyudi ditemui usai autopsi di TPU Cipaku Bogor, Selasa (19/92017).

Dari hasil proses autopsi ini, polisi mengaku sudah menemui titik terang terkait penyebab kematian Hillarius. "Dari hasil pemeriksaan tim forensik Polda Jabar, kita ada titik terang penyebab kematian tersebut. Nanti hasilnya seperti apa akan disampaikan ke kita," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Choerudin ditemukan di tempat yang sama.



Proses autopsi jenazah Hillarius dilakukan di TPU Cipaku Bogor pada Selasa pagi hingga siang hari. Jenazah Hillarius yang mulai dibongkar sejak pukul 07.00 WIB baru dimakamkan kembali pukul 13:30 WIB.

Proses autopsi juga disaksikan langsung oleh kedua orangtua Hilarius, yakni Maria Agnes dan Vinansius Raharjo. Selama proses pembokaran makam, Maria Agnes lebih banyak melihat dari jauh. Ia mengaku shock karena makam anaknya akhirnya dibongkar dan jenazahnya diautopsi. Namun menurutnya, ia tetap merelakan hal itu terjadi demi terungkapnya kasus kematian Hillarius.

Polisi Minta Pelaku Duel Gladiator di Bogor Serahkan Diri

Polisi serius mengusut tewasnya Hillarius Christian Event Raharjo, siswa SMU Budi Mulia karena duel Gladiator awal 2016 lalu. Polisi meminta pelaku menyerahkan diri.

"Polresta Bogor Kota dalam hal ini Satreskrim akan terus menindaklanjuti kasus ini, hingga ke tahap penyidikan. Pelaku sudah didalami, kita imbau pelaku untuk kooperatif, bisa mendatangi kami dari pada kami nanti yang mendatangi," kata Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya usai autopsi jenazah Hillarius di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cipaku, Kota Bogor, Selasa (19/9/2017).

Polresta Bogor menyebut, hingga kini pihaknya masih mendalami keterangan-keterangan yang didapat dari 17 saksi yang diduga mengetahui kasus tersebut sejak 2016. Belum ada penambahan saksi.

"Terkait jumlah pelaku, masih kita akan kembangkan. Nanti akan kita sampaikan," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, Kompol Choerudin ketika ditemui di TPU Cipaku Bogor.

Seperti diketahui, Hillarius Christian tewas usai berduel dengan siswa dari SMU Mardiyuana pada 29 Januari 2016 lalu. Meski diketahui pihak kepolisian, kasus ini tidak dilaporkan secara resmi.

Kasus tersebut kemudian kembali ditindaklanjuti oleh Polresta Bogor Kota setelah curhatan Maria Agnes, ibunda Hillarius di media sosial menjadi viral. Dalam curhatannya tersebut, Maria Agnes mengadu ke Presiden Jokowi untuk membantunya mendapat keadilan atas kematian anaknya. Polisi menindaklanjutinya.

Jenazah Hillarius yang sudah dimakamkan sejak 1 tahun 9 bulan lalu itu dibongkar kembali tadi pagi Selasa (19/9). Polisi melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Hillarius. (detik.com)

Breaking News! Aktor Intelektual Ketahuan, Polri akan Panggil Sejumlah Tokoh Publik soal Saracen

Polri menyebut ada sejumlah nama dalam laporan hasil analisa (LHA) PPATK soal rekening Saracen. Penyidik akan meminta keterangan orang-orang tersebut.

"LHA dari PPATK sudah diterima. Ada menyebutkan nama-nama orang. Direktorat Siber akan segera menindaklanjuti, artinya orang-orang tersebut akan dimintai keterangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).


Setyo enggan menyebut nama-nama orang yang diduga terlibat aliran dana Saracen seperti tertera dalam laporan PPATK itu. Namun Setyo mengisyaratkan orang-orang tersebut dikenal masyarakat.

"(Orang yang dikenal publik?) Ya kira-kira begitu. Yang pasti publik tahu. Pasti rekan-rekan wartawan juga tahu orangnya," ujar Setyo.

Setyo menjelaskan penyidik meminta keterangan orang-orang yang dikenal publik itu untuk mengklarifikasi keterlibatan mereka dengan transaksi uang Saracen.

"Disebut dalam LHA itu terkait dengan Saracen, maka harus diklarifikasi," ucap Setyo.

Setyo tidak menjawab saat ditanyai apakah orang-orang terkenal itu sebagai pemesan jasa grup penyebar ujaran kebencian, isu SARA dan hoax.

Polisi sebelumnya mengirimkan 15 rekening bank, dimana satu rekening milik Asma Dewi dan 14 lainnya dikuasai 4 tersangka Saracen, ke PPATK. Polisi juga sebelumnya menyatakan ada informasi aliran dana dari Asma Dewi ke Saracen sebesar Rp 75 juta.

Saracen Dikendalikan Parpol
Perlahan tapi pasti tabir aktor di balik Saracen mulai tersingkap. Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengaku menemukan titik terang orang atau pengendali utama kelompok yang memproduksi ujaran kebencian itu.

"Saracen hanya satu dari sekian kelompok yang dikelola dan didanai kelompok besar. Pengendali kelompok besar itu seorang politikus yang berasal dari sebuah partai politik. Dari analisis dan hasil pemeriksaan yang kami lakukan, nanti ketahuan," kata Irwan dikutip dari Media Indonesia, Selasa 19 September 2017.

Irwan melanjutkan, kelompok-kelompok yang bermunculan sejak lima tahun lalu itu terhubung satu sama lain.

"Semuanya berpusat ke satu kelompok di atasnya dan ada ruang-ruang yang menghubungkan antarmereka," tambah dia.

Sebelumnya, polisi menangkap Jasriadi, Muhamad Faizal Tanong, dan Sri Rahayu Ningsih pada rentang 21 Juli-7 Agustus 2017 serta Asma Dewi di 8 September 2017.

Asma Dewi, ternyata terhubung dengan Saracen, terutama dengan Jasriadi. Hal tersebut diketahui dari bukti transaksi senilai Rp75 juta untuk menggunakan jasa Saracen.

Mengenai tersangka Jasriadi, lanjut Irwan, penyidik telah membuktikan yang bersangkutan memiliki relasi luas dengan politikus dan media massa. Hubungan itulah yang membuat Jasriadi memiliki keterampilan menulis dan melek politik.

"Dia belajar autodidak. Jasriadi bahkan membuat pelatihan khusus cara-cara menulis ujaran kebencian di Hambalang. Dia sempat hendak menjadi pemateri sebuah pelatihan, tetapi keburu kami tangkap. Kami fokus pada tindak pidana yang dilakukannya," ujar Irwan.

Irwan menambahkan, Saracen kerap mengubah nama dalam kegiatannya menyebarkan ujaran kebencian. Beberapa nama mereka antara lain Keranda Ahok Jokowi, Pendukung Anies-Sandi, Saracen, dan NKRI Harga Mati.

"Kami telusuri semua itu. Sekarang kan dampaknya," imbuh dia. (detik.com/metrotvnews.com)

Novel Bamukmin: Semua yang Terlibat YLBHI Ditangkap

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, polisi seharusnya membubarkan semua kegiatan di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Minggu (17/9/2017), bahkan menangkap anggota YLBHI, serta menyegel kantor tersebut.

Menurut Novel, hal itu karena kegiatan seminar maupun acara lainnya yang digelar di Gedung YLBHI, diduga berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).


"Artinya seluruh yang terlibat di YLBHI untuk ditangkap, peserta seminar ditangkap, YLBHI dibekukan, dibubarkan, disegel," kata Novel kepada Netralnews.com, Senin (18/9/2017).

Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini bahkan menuding ada beberapa tanda kegiatan yang berbau komunis. Salah satunya, ia menyebut, soal lagu "Genjer-Genjer" yang dinyanyikan identik dengan PKI.

"Itu kan ada lagu 'Genjer-Genjer', kalau memang pentas seni kenapa ada lagu 'Genjer-Genjer'? Mengapa ada tokoh yang memakai baju Maxirsme, aliran-aliran, paham-paham Marsixme, udah jelas lambang-lambang tangan mereka 65, itu jelas tanda PKI," tegas Habib Novel.

"Seharusnya dari pertama dibubarkan, betul-betul dibubarkan dan ditangkap-tangkapin, karena di dalamnya ada menyanyi lagu 'Genjer-Genjer'. Katanya pentas seni, pentas seni apa dinyanyiin lagu 'Genjer-Genjer' dan bahkan sebagainya, itu bisa dibuktikan dengan spanduk-spanduk," jelas Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Sebelumnya, ratusan massa menggeruduk Kantor YLBHI pada Minggu (17/9/2017) malam. Aksi yang sempat rusuh ini digelar karena mereka menuding acara YLBHI bertema "Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi".
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer