Presidium Alumni 212 Akan Gelar Aksi 299

Presidium Alumni 212 akan menggelar Aksi Bela Islam 299 di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jumat (29/9/2017), untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Insya Allah," singkat Ketua Presidium Alumni 212 yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif saat dikonfirmasi Netralnews.com terkait kebenaran kabar Aksi 299, Sabtu (23/9/2017).


Aksi yang rencananya dihadiri sekitar 200 ribu massa ini juga dimaksudkan untuk menyatakan penolakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Ikuti aksi tolak Perppu Ormas, tolak PKI, bersama 200rb kaum muslimin 29/9/2017 Pukul 09.00 - 17.00 di depan DPR RI," begitu bunyi undangan yang tersebar di media sosial.

Selain itu, undangan aksi bertajuk 'Perppu Ormas: Anti Islam dan Lindungi PKI' ini juga menyatakan jika Perppu Ormas hanya menyasar kelompok tertentu, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ulama, dan aktivis Islam.

"Perppu Ormas hanya untuk membubarkan HTI, menangkap ulama, dan aktivis Islam. Sementara Gerwani, IPI, LBH, Underbow PKI dibiarkan tumbuh subur," demikian isi undangan aksi 299.


Video Jenderal Gatot Tak Segan Segan Akan Serbu Polisi Jadi Heboh, Ini Reaksi Menkopolhukam Wiranto

Berikut ini cuplikan orasi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo dihadapan para senior TNI ( purnawirawan TNI) saat acara silaturrahmi nasional TNI :

"Tapi datanya pasti kami akurat, ada kelompok institusi yang akan membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu pak , ada yang memaksa, ada yang mempidanakan,untuk apa? ada.


Dan data data kami, intelejen kami akurat ,kami masuk pada seluruh intinya pak, tapi hanya untuk kami saja ini pak, karena kalau tidak pak, bahkan TNI pun akan dibeli, tidak semuanya disini bersih pak,jujur saya katakan, ada yang sudah punya keinginan dengan cara amoral untuk mendapatkan jabatan

Dan saya berjanji , mereka akan saya buat merintih pak bukan hanya menangis, biarpun itu jenderal, karena ini yang berbahaya pak

Kalau sudah TNI sempat dikuasai politik, selesai sudah negara ini .ujung ujungnya nanti pasti kita tidak akan berbuat apalagi pak

Undang undang pidana militer masuk, segalanya masuk, itulah awal dari perkelahian .dan itulah awal kehancuran negara, maka apapun akan kami lakukan ,kami mohon doa restu saja pak

Memakai nama presiden, seolah olah itu dari presiden yang buat,padahal itu bukan presiden , informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan disini ( disambut tepuk tangan hadirin)

Dan polisipun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, dan bisa menembak pesawat dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada, ini ketentuan" Tegas panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo

Videonya bisa dilihat dibawah ini :

 


Reaksi Menkopolhukam Wiranto

Isu adanya institusi negara mengimpor 5 ribu senjata mencatut nama Presiden Jokowi mencuat.

Isu ini ramai di media sosial twitter.

Bermula dari kicauan akun radio Elshinta yang mengutip ucapan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo.

Ucapan itu yang dikicaukan akun radio Elshinta itu kemudian menyebar luas.

Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros)

Twitter Ads info and privacy Sebenarnya, itu adalah ucapan Panglima TNI saat memberi pidato di acara silaturahim TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (21/9/17).

Acara ini dihadiri Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang juga mantan Danjen Kopassus.

Informasi yang diperoleh sebenarnya apa yang disampaikan Panglima TNI itu untuk internal. Namun karena sudah ramai di media sosial, isu itu pun akhirnya menyebar.

Wartawan kemudian mengkonfirmasi ke Wiranto perihal ucapan Gatot, yang menyebut ada institusi yang mengimpor 5 ribu senjata mencatut nama Presiden.

Kebetulan Wiranto tengah menghadap ke Presiden untuk memberi laporan.

"Tanya Panglimalah," tegas Wiranto saat ditanya wartawan soal statemen Panglima TNI.

Namun, Wiranto mengaku dia sudah melaporkan soal laporan Panglima TNI ini ke Presiden Jokowi.

"Sudah. Tadi saya dari sana. Saya kan tadi dari Cilangkap," tutur Wiranto.

Lebih lanjut ditanya soal impor senjata ini, Wiranto tak menjawab.

Emak Emak Bubarkan Acara Dangdut Dengan Dalih Tanda Tanda Kiamat Adalah Munculnya Musik Dan Penyanyi !! SIMAK VIDEONYA

Video Viral! Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo - Dangdut sudah menjadi musik yang paling disukai banyak orang di tanah air ini. Musik ini punya irama, nada dan lirik yang khas dan tak dimiliki oleh negara lainnya. Bahkan musik ini kerap dimainkan diberbagai kesempatan.

Setiap hari bahkan tiap saatselalu mendengar musik dangdut dimana pun kita berada. Misalnya saat kita di terminal, stasiun, angkutan umum atau di kantor. Semua orang kerap memutar musik dangdut.


Makanya orkes dangdut kerap pentas dan disewa dalam berbagai acara. Selain manggung di konser musik, orkes dangdut juga biasa tampil dalam acara undangan. Ketika ada acara untuk memperingati Agustusan, pernikahan, atau sunatan sekalipun biasanya tuan rumah mengundang orkes dangdut.

Seperti yang dilakukan oleh Karang Taruna di Sukoharjo, Jawa Tengah berikut ini. Karang Taruna Merak Ati di Sukoharjo mengundang orkes dangdut dalam rangka memperingati hari jadinya.

Namun sayangnya orkes dangdut yang juga ada biduannya itu gagal manggung. Ini karena ada ibu-ibu yang maju ke depan dan memberi ceramah kepada semua orang. Video ketika ibu yang memakai kerudung ini memberi ceramah menjadi viral di media sosial.

Rekamannya sudah banyak diunggah olehakun di Youtube. Video yang diunggah ke Youtube ini telah mendapatkan 78 ribu tayangan. Padahal rekaman itu baru diunggah pada Kamis, 21 September 2017 lalu. Akun yang mengunggah video ini bernama trie rahardja.

Trie rahardja menulis, "Menurut saya pribadi, memang niatnya baik dan benar, tapi nggak seharusnya pas dalam acara. Kan malah bikin sakit hati banyak pihak."

Terlihat di video itu seorang ibu berkerudung memberikan ceramah kepada semua orang yang hadir di sana. Ibu itu berkata, "Bahwa tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah munculnya musik dan para penyanyi."

"Saat ini ibu-ibu sudah pada ikut pengajian, ini bukan karena saya pemimpinnya pengajian, kalian semua disarankan untuk memakai jilbab pakaian tertutup."

"Bapak-bapak, ibu-ibu, lha yang kalian undang campursari, mereka-mereka mbak-mbak yang mengumbar aurat tidak pakai jilbab, apa ini benar?" kata ibu itu sambil menunjuk para biduan.

"Ini sudah terlanjur, besok gak usah diulangi."

Sementara itu terlihat di dekatnya para pemain orkes, terlihat membereskan peralatan musik. Ibu itu melanjutkan berkata, "Insya Allah doa orang teraniaya ini terkabul ya bu."

Seperti yang dilansir tribunnews.com, Setelah bersuara dan memberikan ceramah kepada para orang yang datang di sana ada seorang pria yang mendekati si ibu itu. Pria itu berusaha mengambil microphone dari tangan si ibu. Tapi ibu itu menangkisnya, dan melanjutkan berbicara.

Berikut Video Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo:


Tak berapa lama kemudian ibu itu menyudahi ceramahnya. Lalu memberikan microphone itu kepada si pria. Usai melihat Video Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo ini beberapa netizen lantas memberikan komentar.

"Anda wajib diajari sopan Buk... sebagai seniman campursari saya gak suka cara anda memalukan seniman dimuka umum" tulis Masa Lalu.

"Masyaallah... ibu ini hebat, bisa dan tega membuat malu orang2... salut bu...anda sangat jos, lebih jos lagi kalau gak berbicara seperti itu, " tulis Egi Channel.

"jgan apa2 dikit di kaitkan dgn agama njih, cuma sekedar hiburan kalau masih batas sewajarnya mbok ya udah" tulis Bagus Pradhana.

"Jangan mengatasnamakan Islam dan Agama untuk mencela orang lain" tulis Nilazal Azizah. Diposkan oleh Pitek Walek

Video Bikin Ngakak, Pria dengan Wajah Bertato Ini Malak Truk, Tapi Nangis Saat Ditangkap Polisi

Video preman menangis ketika digelandang polisi menjadi viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun twitter @femimoza pada Jumat (15/9/2017).


Video tersebut menunjukkan seorang pria dengan tato di wajah menangis saat ditangkap lalu dibawa polisi ke dalam mobil.

Video tersebut otomatis menjadi perbincangan netizen dan membuat heboh warganet di Twitter.

Menurut keterangan pengunggah, video berdurasi singkat itu diambil Tegal.

Dalam video tersebut tampak seorang pria bertelanjang dada berjalan sambil digiring oleh pria yang diduga polisi.

Pria yang menangis itu tampak dikelilingi beberapa polisi dan sejumlah warga yang mengawalnya.

Yang membuat netizen ngakak adalah pria yang disebut preman itu tak menunjukkan muka garang, justru menangis.

"Saat malak, truk pun smp terguling, tp saat tercyduk preman berwajah penuh tato ini pun mewek seperti anak kecil (Tegal 13-09-17) (emoji)," tulis akun @femimoza dalam cuitannya tersebut,

"Raine ditato nangis (Mukanya ditato kok nangis)," ujar warga yang merekam video tersebut.

"Gebuki ae pak... Hajar pak..Hajar," ujar salah seorang warga, memprovokasi.

Berikut ini videonya.



Diduga preman tersebut meminta uang dengan paksa pada supir truk.

"Bikin resah ni preman... Preman hebat banget bisa njempalikno truk (menggulingkan truk)," kata pria yang merekam video itu.

Ekspresi dan tangisan preman tersebut sontak saja membuat warganet memberikan beragam komentar.

@niaratmadja : Wkwkwk ngakak abis... br lihat ada preman ko cengeng

@Am0k4 : "Gtu aja udah mewek, apalagi dihajar bg.

@BertaDwita : (emoji ngakak) Cemen jd preman

@macan_jaya : "Mampusin saja preman gak berguna

@antonsumaryanto : "Gerombolan preman klas atas dan klas teri pada dasarnya ganas, tapi ditangkap sendirian menjadi pengecut dan kecil hati. (TribunWow)


#Breaking News# Terciduk Polisi, Pemilik nikahsirri.com Dijerat UU ITE dan Pornografi

Pemilik situs www.nikahsirri.com, Aris Budiman ditangkap tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

"Yang bersangkutan dikenakan UU ITE dan UU pornografi," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan kepada detikcom, Minggu (24/9/2017).


Adi mengatakan, penangkapan Aris ini menindak lanjuti informasi terkait adanya situs yang sudah mengarah ke pornografi dan eksploitasi perempuan dan anak.

"Ini operasi kerjasama dengan Kominfo RI, masih dalam satgas gabungan pemberantasan pornografi untuk memberantas pornografi online," tutur Adi.

Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya.

Sebelumnya, Aris mengaku bahwa situs nikahsirri.com itu adalah sebagai sarana lelang perawan. Ia mengakui mendapatkan keuntungan dari kliennya yang ikut dalam lelang tersebut.

"Klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami hanya ambil 10% sampai 20% dari nilai mahar, sedangkan sisanya 80% diserahkan ke pihak mitra. Ini untuk operasional," ujar Aris Wahyudi di kediamannya, Jatimekar, Jatiasih, Sabtu (23/9/2017).
(detik.com)

Rumah Mewah Raffi Ahmad Disatroni Maling Tengah Malam, Ini Dia Pelakunya!

Rumah artis Raffi Ahmad kemasukan maling pada Jumat (22/9/2017) malam. Saat maling tersebut masuk, kondisi di dalam rumah tengah ramai.

"Pada Jumat, 22 September 2017, sekitar jam 22.30 WIB, pelapor telah mengamankan seorang laki-laki yang belum dikenal yang memasuki rumah korban Saudara Raffi Ahmad," kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Putu Kholis Aryana lewat keterangan tertulis, Sabtu (23/9/2017).


Pelaku yang bernama Alif Pratama (25) itu sempat diinterogasi di lokasi dan mengaku berniat mencuri. Dia juga menyiapkan sebuah tas untuk membawa barang curiannya dari rumah yang berlokasi di Perumahan Green Andara Kav A1 No 4-6, Pangkalan Jatibaru, Cinere, Kota Depok, itu.

"Setelah diinterogasi, pelaku mengakui akan melakukan pencurian. Pelaku sudah menyiapkan tas kain untuk membawa hasil curiannya," ujarnya.

Raffi Ahmad sendiri disebut tak mengalami kerugian karena aksi itu berhasil digagalkan. Lewat keterangan rilis wartawan yang beredar, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi tengah malam itu juga.

"Pada hari kejadian sekitar jam 22.30 wib, salah seorang Baby Sister (SAKSI) yang ada di rumah korban sedang merapikan barang2 memergoki pelaku yang sudah berada dilantai II. Pelaku berusaha kabur namun berhasil diamankan. Selanjutnya kejadian dilaporkan ke Polsek Limo guna proses penyelidikan." bunyi pesan yang beredar.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Limo. Dia disangkakan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 juncto 53 KUHP. (detik.com)

Soal 5 Ribu Senjata Ilegal, Jejak Tweet Admin TNI AU jadi Perbincangan Netizen

Pernyataan mengejutkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo soal 5 ribu senjata ilegal sedang menjadi sorotan.

Pernyataan itu awalnya menjadi viral setelah akun twitter radio Elshinta menuliskan Panglima TNI mengatakan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan lima ribu senjata secara ilegal.


Kicauan itu dilengkapi dengan rekaman pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Meski menyebut info A1, namun Gatot tidak membuka info rinci mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan.

Bukan kepada sembarang orang Panglima TNI saat itu berbicara, karena pada kesempatan itu sejumlah tokoh turut hadir.

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, dalam acara tersebut turut hadir Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, bekas Wakil Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Tri Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Jenderal TNI (Purn) Endiarto Sutarto.
Kemudian bekas Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, bekas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, serta para petinggi TNI lainnya.

Pernyataan Panglima TNI inipun akhirnya menjadi perbincangan netizen.
Banyak spekulasi dan pertanyaan yang terlontar dari mereka.
Mulai dari membandingkan tragedi tahun 1948 hingga melirik rencana Polri yang kebetulan akan membeli 5000 senjata dari Pindad, karena memiliki kesamaan jumlah.

Namun dugaan kedua, banyak terbantah karena Panglima TNI mengatakan 5000 pucuk senjata itu merupakan senjata ilegal, dan yang mendatangkan adalah institusi di luar militer.
Di tengah perdebatan netizen, kicauan admin Twitter @_TNIAU menjadi perhatian tersendiri.
Dalam kicauannya, akun Twitter itu seolah meragukan pernyataan Panglima TNI.

5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ''ngumpetinnya''? Dan apakah penyataan Panglima ini memang benar? Krn dari @Puspen_TNI blm ada ket," begitu kicaunya.
Kicauan akun @_TNIAU itupun banyak discreenshot dan dibagikan ke media sosial.

Banyak netizen yang menganggap aneh kicauan tersebut, karena dianggap menunjukkan sikap tidak percaya kepada Panglimanya.

@barnabasburn Aneh jg admin @_TNIAU ini kaga percaya sm panglimanya, bahkan seperti melawan...jd inget kudeta turki kmaren...

@MataElangNKRI Saya curiga sama akun satu ini.. bisa2nya Kontra sama Panglima TNI. Kalau Panglima TNI kan oasti dilapori. Kalau Admin TNI AU kan blm pasti
@arulsVB jejak digital itu pait... *Pait banget yekan min ?!

Admin TNI AU pun sempat memberikan tanggapan atas kicauannya tersebut.

@_TNIAU Woles ajah, apapun yg dilaksanakan seorang prajurit pastinya atas perintah atasan, jangan lupa bahagia spy hati tak merana


Namun jawaban tersebut, justru memancing penasaran sejumlah netizen.
@Pro_Wangi oh ada atasanmu min yang memerintahkan lu ngetwit " meragukan 5000 senjata " ? siapa namanya ? KSAU atau bawahannya lagi ? kepo nih

Sementara itu, mengutip Tribunnews.com, Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut berkomentar saat ditanya wartawan soal isu 5.000 senjata yang diimpor oleh institusi non militer dengan mencatut nama presiden Joko Widodo.
Menurut Zulkifli, apabila impor senjata tersebut tidak sesuai ketentuan alias ilegal sebaiknya diusut oleh aparat berwenang.
‎"Ya diusut saja kalau ilegal, ya urusan polisi diusut, ditindak sesuai peraturan berlaku. Namanya juga ilegal kan," ujar Zulkifli di komplek MPR/DPR Senayan, Jakarta, Sabtu, (23/9/2017).

Menurut Zulkifli memiliki satu senjata tanpa izin saja ‎dapat dikenakan pidana. aplagi kalau lima ribu senjata.
Oleh karenanya Zulkifli mengatakan kasus tersebut sebaiknya ditangani.
‎" Kalau orang pakai pistol satu engga izin bagaimana? Apalagi lima ribu, sebaiknya diusut dan itu urusan polisi," pungkasnya. (Tribunnnews.com)
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer