Selasa, 25 Juli 2017

Meski Ganti Kapolda, Kasus Pornografi Habib Rizieq Berlanjut

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, memastikan proses hukum terhadap tersangka dugaan pornografi, Rizieq Syihab alias Habib Rizieq, akan tetap dilanjutkan meski Kepala Polda Metro Jaya telah berganti posisi.

"Enggak masalah, kita akan proses hukum," kata Tito Karnavian, Rabu, 26 Juli 2017.


Menurut Tito, jika memang benar Rizieq akan pulang pada 17 Agustus 2017, penyidik Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol Idham Azis, sudah siap memeriksanya. "Kita sudah siap melakukan pemeriksaan," kata Tito.

Seperti diketahui, saat ini Rizieq masih berstatus tersangka dan buronan dalam kasus pornografi terkait foto wanita telanjang dan pesan mesum yang beredar di situs baladacintarizieq.

Hingga saat ini Rizieq masih saja memilih untuk bertahan di Arab Saudi. Tapi, melalui pengacara-pengacaranya, pentolan ormas FPI itu bersikukuh tidak bersalah dalam kasus yang juga menjerat wanita bernama Firza Husein.

Selama buron, Rizieq terus melakukan perlawanan secara pasif terhadap keputusan penyidik yang menetapkannya sebagai tersangka. Sayangnya Rizieq tak berani berhadapan langsung dengan penyidik Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan kasus ini, kepolisian telah menetapkan Firza Husein dan Rizieq sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Firza Husein ditetapkan sebagai tersangka lebih dahulu, yakni pada pukul 22.00 WIB, Selasa, 16 Mei 2017. Sementara Rizieq baru ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 12.00 WIB, Selasa, 29 Mei 2017.

Selama ini hanya Firza Husein yang berhadapan dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Sementara Rizieq belum diperiksa karena pergi ke Arab. Dia diketahui mulai menghilang dari Indonesia sejak dua kali mangkir dalam panggilan pemeriksaan penyidik, saat masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.

Polda Metro Jaya sudah menerbitkan surat penangkapan dan juga menetapkan Rizieq sebagai buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (one)

Label: ,

Zulkifli Hasan: Amien Rais Orang Khusus, Boleh Ngomong Apa Saja

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais soal tarik menteri PAN dari Kabinet Kerja Jokowi-JK. Zulkifli menyebut besannya itu orang khusus, sehingga bebas berbicara apa saja.

"Eh, Pak Amien itu, Bu Megawati, Gus Dur, itu orang-orang khusus, boleh ngomong apa saja. Amerika saja tidak punya presiden perempuan, kita punya Mbak Megawati," kata Zulkifli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).


Zulkifli meminta masalah partainya ditanyakan langsung kepadanya. Langkah PAN ada di bawah komandonya.

"Jadi ngomong apa aja mereka orang khusus, kita orang biasa. Tapi kalau PAN, ketum, kan gitu," ucap Zulkifli.

Zulkifli menepis partainya akan pasrah apa pun keputusan Jokowi terhadap PAN, termasuk jika menteri PAN, yakni MenPANRB Asman Abnur, ditendang dari Kabinet Kerja. Zulkifli memilih optimistis.

"Pasrah, orang beriman kok pasrah. Optimis dong," katanya.

Baca Juga: Kontroversi dan Ambisi Amien Rais

Selain itu, Zulkifli meluruskan anggapan banyak pihak bahwa Jokowi merasa dibohongi PAN terkait dengan perbedaan sikap dalam penetapan isi UU Pemilu pada paripurna DPR, Kamis (20/7) lalu. Dia meminta semua pihak memahami maksud pernyataan Jokowi soal PAN dengan jernih.

"Kamu jangan terjemahin sendiri, emang kamu pernah nanya? Baca dong lengkap tuh," ujar Zulkifli.
(gbr/tor)

Label: ,

Bacaan politik Amien Rais dan 'something wrong' Jokowi

Kabinet Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) dibuat gaduh dengan manuver Partai Amanat Nasional (PAN). Suara desakan agar PAN keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah pun menyeruak ke permukaan.

Gara-garanya, PAN tak sejalan dengan pemerintah saat partai pendukung Jokowi bersikap di Revisi Undang-Undang Pemilu. PAN memilih presidential threshold nol persen bersama partai oposisi yakni Gerindra, Demokrat dan PKS.


Puncaknya, saat PAN memutuskan walkout dalam paripurna pengambilan keputusan revisi UU Pemilu pada Kamis (20/7) tengah malam. Padahal, PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PPP satu suara dukung presidential threshold 20 persen.

Silang pendapat antara PAN dan partai pendukung Jokowi pun terjadi. Mayoritas partai pendukung Jokowi, sepakat jika PAN didepan dari koalisi pemerintah. Isu reshuffle pun seiring sejalan dengan sikap PAN yang kerap membelot dari pemerintah.

Di tengah kisruh itu, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mengusulkan, Menpan RB Asman Abnur yang notabene kader PAN mundur dari kabinet Jokowi. Amien ingin PAN keluar pemerintahan dan berkoalisi dengan rakyat.

"Saya usul supaya Asman Abnur segera keluar dari kabinet. Titik," tegas Amien Rais.


Ketua DPP PAN Yandri Susanto mencoba membaca maksud Amien. Dia meyakini, ada informasi yang telah diterima Amien. Terlebih ada isu reshuffle yang berhembus belakangan ini. Bacaan politik Amien diyakini selalu tepat.

"Pak Amien ini kan tokoh senior yang hitungan politik dalam isu kekinian Pak Amien selalu akurat. Tapi ya terserah itu, tergantung Bang Asman mau mundur atau enggak," kata Yandri saat dihubungi merdeka.com, Senin (24/7).

Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais melihat dari sisi yang berbeda. Dia menyatakan, ada sesuatu yang salah dengan Jokowi dan partai pendukungnya. Sebab, keputusan Jokowi kerap berubah, khususnya dalam hal revisi UU Pemilu.

Hanafi mengungkap, ada pertemuan antara Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi sebelum paripurna revisi UU Pemilu. Hanafi menambahkan, jika pertemuan antara Zulkifli dengan Jokowi menghasilkan kesepakatan soal RUU Pemilu. Tapi rupanya, terjadi kejanggalan yang membuat PAN walkout dari paripurna.

"Nah ketika sepakat bertemu, ya katakanlah ada pertemuan dan sepakat ada konsensus, tetapi di hari H, ketika akan pengambilan keputusan ternyata tidak pas, berarti ada something wrong. Apakah komunikasi Presiden dengan pihak-pihak lain, ataukah mungkin ketidaksetujuan di antara fraksi-fraksi lain," kata Hanafi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7).


Kendati demikian, putra senior PAN Amien Rais ini, mengaku tidak tahu kejanggalan yang membuat PAN berbeda sikap dengan partai-partai pendukung pemerintah mendukung paket A RUU Pemilu. Kejanggalan itu pun harus segera dicari akar masalahnya.

"Jadi saya pikir, ada missing link yang harus ditemukan dan saya tidak tahu itu apa yang terjadi. Tetapi yang jelas saya kira semangat PAN sejak awal konsensus dan musyawarah mufakat begitu. Nah ketika tidak terjadi, berarti ada hal yang tidak dicapai dan itu harus ditemukan faktornya," tegasnya. [rnd]

Label: ,

Diringi Musik Dangdut, Air Mancur Menari Monas Dibuka 12 Agustus

Selain bendera pusaka di Monas, Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat akan meresmikan air mancur berjoget alias Air Mancur Menari. Air mancur yang khusus beroperasi pada malam hari ini akan diresmikan bersama penyimpanan bendera pusaka pada 12 Agustus mendatang.

"Kita resmikan juga nanti Jakarta Monas Fontain, air mancur menari," ujar Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).


Dengan konsep baru, air mancur ini nantinya akan diiringi lagu daerah. Menggaet musisi andal Addie MS, Djarot ingin air mancur ini beroperasi diiringi alunan musik dangdut namun dengan lagu-lagu Betawi.

"Kita kerja sama sama Pak Addie MS untuk memasukkan lagu daerah yang temanya tentang keindonesiaan, keindahan Indonesia dan Monas," ucapnya.

"Saya lagi cari lagu 'malam minggu pergi ke Monas nonton air mancur'," kata Djarot lagi.

Tepatnya, Djarot ingin musik dangdut ala Rhoma Irama yang mengiringi air mancur tersebut. Warga pun boleh menikmati Air Mancur Menari ini dengan gratis setiap malam.

"Iya lagu Rhoma Irama, lagu dangdut. Ini khusus malam hari dan gratis," tuturnya.
(nth/idh)

Label: ,

Peringatan Jokowi untuk PAN si 'Anak Nakal'...

Presiden Joko Widodo mengumpulkan elite partai politik dari fraksi pendukung pemerintah, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7/2017) sore.

Presiden ingin memastikan soliditas koalisi, terutama dalam mendukung peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Pajak.


Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari enam fraksi parpol pendukung pemerintah, yakni PDI-P, Golkar, Nasdem, PKB, PPP dan Hanura.

Semuanya sepakat agar Perppu 1/2017 segera disahkan sebelum akhir Juli 2017.

Hanya PAN satu-satunya parpol koalisi yang absen dalam pertemuan itu. Pertemuan ini diadakan saat keberadaan PAN dalam koalisi pemerintah tengah disorot.

PAN dianggap tidak loyal karena kerap berseberangan sikap dengan pemerintah dan enam partai koalisi lainnya.

PAN memilih walk out dalam pengambilan keputusan Rancangan Undang-Undang Pemilu bersama partai nonpemerintah karena mendukung presidential threshold 0 persen.

Padahal, pemerintah dan partai koalisi kompak mendukung presidential threshold 20 persen kursi dan 25 persen suara sah nasional.

Selain itu, PAN juga menyatakan penolakan terhadap Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan.

Padahal, seluruh parpol koalisi mendukung perppu yang memudahkan pembubaran ormas itu.

Sejumlah elite parpol pendukung pemerintah, seperti Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, sebelumnya sudah meminta PAN keluar dari koalisi jika terus berbeda sikap.

Di sisi lain, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais juga meminta PAN menarik menterinya dari kabinet.

Saat ini, PAN memiliki satu pos menteri di kabinet, yakni Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditempati oleh Asman Abnur.

Selain itu, ada juga Kepala Ekonomi dan Industri yang diisi oleh Soetrisno Bachir.

PAN mendapat kursi di pemerintahan setelah bergabung di tengah pemerintahan Jokowi.

Tak Diundang

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakan, pihaknya tidak hadir dalam pertemuan di Istana karena memang tidak diundang oleh Jokowi.

"Saya sudah konfirmasi, enggak ada (undangan)," kata Yandri saat dihubungi, Senin malam.

Yandri tidak melihat sikap Jokowi itu sebagai isyarat mengusir PAN dari koalisi. Ia menegaskan bahwa PAN tak tersinggung meski menjadi satu-satunya partai pemerintah yang tak diundang.

"Ya ngapain tersinggung, biasa aja," kata dia.

Yandri menambahkan, PAN sejauh ini tetap memposisikan diri sebagai partai pendukung pemerintah.

Misalnya, terkait Perppu Nomor 1/2017, PAN bisa menerimanya dengan catatan.

Sementara terkait dengan posisi kader PAN di kabinet, PAN menyerahkan sepenuhnya kepada hak prerogatif Jokowi.

"Ya kita kan pasif kalau diundang kita datang, kalau enggak diundang gimana?" tambah dia.

Peringatan

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, melihat Jokowi tengah memberi peringatan kepada PAN.

Hendri melihat, sikap nakal PAN yang kerap berseberangan dengan pemerintah masih bisa dimaklumi. Namun, peringatan harus diberikan agar PAN tidak kebablasan.

"Kalau Presiden menilai PAN sebagai anak nakal, enggak harus diusir dari rumah kan. Cukup diperingatkan," kata Hendri.

Hendri mengingatkan bahwa PAN juga sudah banyak berjasa kepada pemerintah. PAN menjadi partai yang lebih dulu keluar dari Koalisi Merah Putih, disusul oleh Partai Golkar.

PAN juga sudah mendukung berbagai kebijakan pemerintah seperti UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty hingga menggolkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Jadi, Presiden juga bijak tidak langsung menendang PAN dari koalisi," ucap Hendri.

Setelah peringatan diberikan oleh Jokowi, Hendri mengingatkan bahwa PAN harus menunjukkan sikap loyalnya ke pemerintah.

Sikap ini bisa ditunjukkan dalam waktu dekat melalui pengambilan keputusan Perppu Nomor 1/2017 dan Perppu 2/2017 tentang organisasi kemasyarakatan.

"Masih ada waktu dan kesempatan bagi PAN menunjukkan loyalitasnya," kata Hendri.

Label: ,

Dua Kuda Sandalwood untuk Jokowi Dikirim dengan Pesawat Hercules

Dua ekor kuda jenis Sandalwood untuk Presiden Joko Widodo dikirim dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Hercules.

"Tadi pesawat Hercules tiba di Tambolaka sekitar pukul 08.00 Wita dan setelah mengangkut empat ekor kuda, pesawat pun langsung terbang sekitar pukul 09.00 Wita," kata Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu kepada Kompas.com, Selasa (25/7/2017).


Markus menambahkan, selain dua ekor kuda untuk Jokowi, dua ekor kuda jenis yang sama juga dikirimkan untuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Markus menyebutkan, empat ekor kuda yang dikirim itu berwarna hitam dengan jenis kelamin jantan yang merupakan kuda Sumba asli atau Sandalwood.

Menurut Markus, kuda tersebut dijemput oleh 13 kru pesawat dan merupakan kuda terbaik. Salah satu kuda yang dikirim sebut Markus adalah kuda yang pernah ditunggangi oleh Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Sumba Barat Daya Rabu (12/7/2017) lalu.

"Kami kirim kuda untuk Pak Jokowi sebagai bentuk ucapan terima kasih dan juga jadi kebanggaan orang Sumba. Kami punya budaya yang menghargai kepala dengan dengan memberikan kuda yang terbaik," ucapnya.

Label: ,

Politisi Gerindra wacanakan Prabowo-SBY lawan Jokowi-Gatot di 2019

Partai NasDem mewacanakan untuk menyandingkan Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Pilpres 2019. Namun tak mau kalah, Gerindra yang sudah jauh hari akan memajukan Prabowo Subianto juga sudah punya pasangan untuk melawan Jokowi-Gatot.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mencoba melempar sejumlah wacana untuk Pilpres 2019. Terlebih, ada rencana pertemuan antara Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dengan Prabowo dalam waktu dekat.


Desmond ingin, Prabowo meminang SBY sebagai wakil presiden di Pilpres 2019. Dia yakin, akan terjadi pertarungan hebat antara Jokowi-Gatot dengan Prabowo-SBY.

"Ya (pasangan Jokowi-Gatot) harus dilawan Prabowo-SBY," kata Desmond saat dihubungi merdeka.com, Selasa (25/7).

Desmond melihat kemungkinan Prabowo-SBY bisa saja terjadi. Begitu juga dengan Jokowi-Gatot. Dia melihat, segala sesuatu menjadi mungkin di dunia politik.

"Semua serba mungkin, apakah masih mungkin PDIP mau mencalonkan Jokowi, itu juga pertanyaan, apalagi Gatot. Mau enggak PDIP dorong Gatot sama Jokowi? Karena PDIP juga punya calon lain, misalnya Puan Maharani, Prananda," kata Desmond lagi.

Desmond mengakui memang ada sejumlah insiden politik yang terjadi antara SBY dan Prabowo, termasuk soal Pilgub DKI 2017. Tapi dia menyatakan, yang sudah lewat antara Prabowo dan SBY sudah sebaiknya tidak diungkit lagi demi kepentingan bangsa yang lebih luas.

"Yang lain udah lewatlah. Kita juga harus hargai SBY," tutup dia. [rnd]

Label: , , , ,

Usai Dilantik Jokowi, Perwira TNI Anak Petani Ini Sujud di Kaki Ibunya

Letnan Dua TNI Angkatan Laut Tri Prasetyo langsung bersujud di kaki ibunya.

Air matanya membasahi kaki sang ibu. Sang ayah menatap haru di sebelahnya.


Usai mencium kaki sang ibu, Tri menyalami dan mencium sang ayah.

Tri adalah salah satu dari 729 perwira remaja TNI-Polri yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Tri yang merupakan anak petani asal Lamongan, Jawa Timur, mengaku terharu dilantik. Ditambah prosesi tersebut dilakukan di kompleks Istana Kepresidenan.

Sebab, pelantikan di Istana merupakan pertama kali semenjak 14 tahun terakhir.

"Selama saya pendidikan empat tahun di Akademi AL, suatu kehormatan bagi saya dan keluarga saya bisa mengunjungi Istana," ujar Tri, usai pelantikan.

"Pelantikan ini luar biasa bagi saya dan enggak bisa ngomong apa-apa lagi, intinya saya benar-benar bangga, benar-benar luar biasa gembira banget bisa dilantik di Istana Negara," lanjut dia.

Sang ayah, Kardiutomo, mengaku bangga dengan pelantikan anak bontotnya itu sebagai perwira remaja TNI AL.

Ia sedikit tak menyangka pekerjaannya sebagai petani mampu membawa anaknya menjadi calon pemimpin TNI masa depan.

"Menjadi kebanggaan tersendiri ya. Karena berangkatnya ini dari seorang petani mempunyai anak taruna, menjadi sebuah kebangaan bagi saya sendiri," ujar Kardiutomo.

"Berarti saya benar-benar berhasil mendidik anak ini dan tidak kecewa. (anak saya) Bisa digunakan untuk masyarakat dan bangsa," lanjut dia.

Ia berpesan agar sang anak mampu mengemban tugas negara dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar sang anak tetap menjunjung tinggi kedisiplinan di dalam bekerja.

Label: ,

Siapa Viralkan Video Ahok? Buni Yani - Guntur Romli Saling Tuding

Sidang lanjutan dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani diwarnai aksi saling tuding antara terdakwa dengan saksi Guntur Romli. Mereka saling tuding ihwal siapa yang pertama memviralkan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung surat Almaidah.

Buni mengaku saat ia mempostingtautan yang kini menjeratnya itu, pada dini hari 6 Oktober 2016, belum ada reaksi apapun dari pengikutnya di Facebook.


"Saya posting tengah malam, orang sudah tidur kan, siapa sih menjelang mau jumat pagi. Ketika saya posting sedikit yang komentar, yang like yang share," ujar Buni saat ditemui selepas sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa, 25 Juli 2017.

Pada sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan M. Guntur Romli dan istrinya Nong Darul Mahmada sebagai saksi dalam sidang kasus penyebaran kebencian yang didakwakan kepada Buni Yani. Guntur dan istrinya dihadirkan untuk memberikan keterangan ihwal unggahan Buni di akun Facebook miliknya yang didakwa telah menyebarkan kebencian.

Buni menyebutkan, pengikutnya di Facebook hanya berjumlah 2600 akun. Dengan jumlah pengikut seperti itu, ia mengatakan, mustahil postingannya akan menjadi viral seketika dan berujung pada reaksi warganet.

"Dia (Guntur) telah memfitnah saya. Di BAP sudah dijelaskan. Saya ingin menjelaskan pertemanan saya (di Facebook) sekitar 2600 an," kata Buni.

Buni Yani menuding Guntur Romli lah yang membuat rekaman video pidato Basuki Tjahaja Purnama menjadi viral di media sosial. "Lalu setelah Guntur screenshot, dikasih kata-kata provokasi dan pemelintiran baru kemudian itu jadi viral," katanya.

Berbeda dengan pernyataan Buni, Guntur Romli dan istrinya malah mengatakan sesaat setelah Buni memposting potongan rekaman video Ahok seketika itu langsung mendapatkan reaksi dari pengikutnya berupa like dan share.

Nong Darul Mahmada, yang pertama kali memberikan kesaksian di hadapan Majelis Hakim, mengatakan, ia berteman dengan Buni di Facebook. Pada saat Buni memposting potongan rekaman video pidato Ahok, ia melihat sudah banyak akun yang menyebar tautan itu.

"Sudah banyak yang share sekitar puluhan ribu," ujar Nong saat memberi kesaksian di muka persidangan.

Saat itu juga, Nong mengaku langsung memberi tanggapan melalui kolom komentar tautan Buni Yani itu. Nong mengatakan, ia meminta Buni untuk meralat isi keterangan postingan Buni yang ia nilai telah memelintir transkip video pidato yang sebenarnya.

"Namun terdakwa tetap bersikukuh," katanya.

Guntur Romli membantah bawa postingannya yang merespon unggahan Buni Yani menjadi penyebab viralnya isi pidato Ahok yang menyinggung surat Almaidah.

"Sebelum saya posting tanggapan saya di Facebook, postingan Buni sudah viral terlebih dahulu. Banyak yang komentar dan sahre sekitar puluhan ribu Bahkan, sudah ditulis di media mainstream," katanya.

Berdasarkan barang bukti yang ditampilkan oleh kuasa hukum Buni berupa tangkapan layar status Facebook aktivis Jaringan Islam Liberal ini telah menanggapi postingan Buni dengan membubuhi kata-kata yang menuding Buni Yani adalah provokator.

Guntur mengaku memposting tanggapan tersebut pada pukul 21.00 pada 6 Oktober 2016, berselang sekitar 20 jam setelah Buni Yani memposting tautan potongan video pidato Basuki.

"Jadi (tuduhan Buni) itu gak bener. Salah satu pelintiran lagi dari Buni Yani," kata dia.

Guntur menyebutkan, tanggapan yang ia tulis di dinding Facebook miliknya ditujukan untuk mengingatkan Buni Yani terkait postingannya itu. Ia menilai, postingan Buni sangat berbahaya dan diperkirakan akan memunculkan konflik sosial.

"Karena saya melihat status Buni Yani yang sudah viral, maka saya perlu mengingatkan ke dia untuk meralat. Jadi jangan dibulak balik saya yang memviralkan status Buni Yani," ucapnya.

Perkara ini bermula saat Buni mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman Facebook miliknya. Tak hanya memposting, Buni pun membubuhi keterangan transkip video pidato tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan transkip yang asli. Buni menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung surat Al Maidah.

Atas perbuatannya, Buni Yani didakwa telah melakukan ujaran kebencian dan mengedit atau mengubah isi video pidato Basuki tersebut. Ia didakwa dengan pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE.
IQBAL T. LAZUARDI S

Label: , , ,

Jaksa Akan Hadirkan Ahok dalam Sidang Buni Yani

Jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan empat saksi fakta sekaligus pada sidang lanjutan dalam perkara pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani. Salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kita upayakan empat, termasuk Ahok kalau memang bisa. Ini sisa empat yang belum, makanya kita panggil sekalian," ujar JPU Andi M Taufik usai sidang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa 25 Juli 2017.



Untuk menghadirkan Ahok, jaksa akan mengirimkan surat permintaan kepada lapas tempat mantan Gubernur DKI Jakarta itu berada.

"Kita mulai hari ini kita layangkan surat panggilan, tapi harus melalui lapas. Mudah-mudahan (dikabulkan). Kita lihat saja," kata Andi seperti dilansir Antara.

Namun, dia tidak bisa menjamin Ahok dapat dihadirkan dalam persidangan lanjutan Buni Yani. Sidang lanjutan itu rencananya digelar pada Selasa 1 Agustus 2017 di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

"Ikuti perkembangan. Saksi ada empat. Jadi, jangan terburu-terburu, lihat perkembangan selanjutnya. Yang jelas, kita akan menghadirkan saksi," ucap Andi.

Label: ,

Sempat Divonis Kanker, Begini Kabar Mantan Artis Cilik Rachel Amanda

Wajah artis cantik ini pasti sudah tak asing lagi.

Dilansir dari Wikipedia, artis yang kini menginjak usia 22 tahun ini dikenal sebagai mantan artis cilik yang cukup produktif.


Rachel Amanda Aurora sudah mulai berakting sejak usianya masih 4 tahun.

Namanya melejit ketika ia menjadi tokoh utama dalam sinetron berjudul Candy dan Namaku Mentari.

Meski lebih melejit di sinetron, Amanda juga pernah membintangi beberapa judul film.

Di film perdananya, Heart, ia memerankan versi muda dari tokoh Rachel, meskipun di serial televisinya tokoh itu diperankan oleh Yuki Kato.

Rachel mendapat kesempatan untuk manjadi bintang utama dalam film I Love You, Om.

Film itu sempat menimbulkan kontroversi karena jalan cerita yang diangkatnya.

Rachel diceritakan sebagai gadis berusia 12 tahun yang terlalu cepat dewasa dan jatuh cinta kepada pamannya sendiri.

Namun lewat perannya di film itu, Rachel berhasil masuk Nominasi MTV Indonesia Movie Awards untuk kategori Breaktrough Actress.

Pada film Kata Maaf Terakhir, Amanda kembali diperhitungkan di ajang penghargaan film karena ia berhasil masuk tiga nominasi sekaligus dalam ajang Indonesian Movie Awards 2010.

Selepas film ini, Amanda kembali lebih sibuk di sinetron sehingga praktis ia vakum lama dari dunia film, meski ia sempat mengisi suara tokoh Putri Leona dalam animasi Petualangan Singa Pemberani Magilika di tahun 2015.

Sejak itu, gadis berwajah manis ini jarang terlihat dan muncul di layar kaca.

Lama tak kelihatan, Rachel ternyata sedang sakit.

Ketika ia duduk di bangku kelas XII SMA tahun 2014, Rachel sempat divonis menderita kanker tiroid.

Kanker tiroid yang diidapnya akibat dari hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) yang semakin parah.

Rachel menyadari penyakitnya ini ketika ia mengalami penurunan berat badan dan merasa kesulitan makan.

"Jantung saya juga deg-degan dan enggak kuat berdiri lama-lama. '

Lalu saya diperiksa dan dikasih obat sama dokter.

Yang bikin kaget itu ternyata di kelenjar tiroid saya ada tumor ganas (kanker).

Sel-sel kanker sudah menyebar di kelenjar tiroid saya. Akhirnya, dokter menyuruh operasi," ungkapnya.

Tahu bahwa dirinya sedang sakit yang cukup serius, Rachel sempat merasa sangat cemas.

Beruntung ia memiliki keluarga yang selalu mendukungnya untuk sembuh.

Beruntung pula Rachel tak terlambat memeriksakan diri sehingga penyakit tersebut belum terlalu parah.

Rachel juga mengatakan, selama 2-3 hari pasca operasi kanker tiroid, ia sempat kehilangan suara.

Tapi itu hanya sementara saja, suaranya dapat kembali normal.

Kini artis cantik yang beranjak dewasa tersebut kembali berkarya.

Bahkan melalui akun Instagramnya, @auroramanda95, Rachel mengabarkan baru saja mengeluarkan buku.

Berikut adalah postingannya:


"Lucu ya rasanya ketemu bayi sendiri untuk pertama kali.

Jadi ingat bagaimana dulu orang-orang di sekitar saya mendorong saya untuk mengeluarkan buku puisi (tapi saya-nya nggak pede ).

Sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk melahirkan bayi ini bersama @deisra dan @karinamecca.

Tentunya ini semua tak lepas dari bantuan @pardedeafri dan @ajgarinta yang selalu memastikan bayi kami lahir dengan selamat (macam bidan)"

Label: ,

Rabu, 19 Juli 2017

3 Artis Cantik Ini Berani Blak-Blakan Soal Kehidupan di Atas 'Ranjang'! Nomor 2 Bikin Panas Dingin

Sebagian orang masih menganggap bahwa menyinggung kehidupan cinta dan seksual di depan banyak orang merupakan sesuatu yang tabu.

Terlebih jika yang membicarakannya merupakan sosok wanita cantik sekaligus publik figur tersohor di tanah air.


Tak sedikit pula para publik firgur tersebut merasa jika urusan ranjang hanyalah masalah pribadi yang tak perlu diumbar.

Namun hal berbeda ditunjukan oleh ke tiga artis cantik tanah air ini.

Mereka memilih untuk berani blak-blakan mengenai kehidupannya di atas ranjang.

Berikut ini TribunWow pengakuan empat artis cantik mengenai kehidupan seksnya.

1. Dewi Perssik


instagram.com/dewiperssikreal

Wanita bernama asli Dewi Muria Agung yang juga mantan istri Saipul Jamil ini pernah mengungkapkan kehidupan seks pribadinya bersama mantan suami sebelum akhirnya bercerai pada tahun 2008 silam.

Mengutip dari Bangka Pos, wanita yang akrab disapa Depe ini mengatakan jika Ipul kerap mengajarinya soal seks.

Depe mengaku menyukai hal tersebut lantaran ingin tampil dominan di atas ranjang.

Pada sebuah acara infotaimen Depe pada bulan Maret 2013 lalu mengungkapkan jika pengetahuannya mengenai seks dimulai saat Ipul menyuruhnya menonton film dewasa.

Kini setelah bercerai dan tak bersuami Depe semakin berani membicarakan persoalan tersebut.

Menurutnya hal itu bukan lagi sesuatu yang tabu namun sudah menjadi bagian dari pendidikan seks.

2. Mulan Jameela


instagram.com/mulanjameela1

Penyanyi cantik sekaligus istri Ahmad Dhani ini juga tak kalah menarik perhatian publik karena pernyataannya mengenai kehidupan seks pribadinya pada bulan September 2015 lalu.

Kala itu dirinya didaulat sebagai cover majalah untuk pria dewasa yang mengulas masalah karir dan perjalanan cinta hingga kehidupannya di ranjang.

Wanita berusia 38 tahun tersebut menyatakan untuk urusan ranjang dirinya merasa tak ada yang aneh-aneh.

"Fantasinya, mah, biasanya banget, normal, kok. Gayanya juga enggak aneh-aneh, atas dan bawah, udah itu aja ha-ha-ha….," ungkap Mulan.

Seperti yang dikutip dari Tribun Jogja, Mulan juga mengaku jika pernah diajak Ahamd Dhani menonton film dewasa bersama.

"Ya, pernahlah, diajak Mas Dhani ha-ha-ha…. Aku, sih, bukan tipe orang yang nonton sendiri. Pernah dipaksa nonton sama teman-teman kuliah, tapi tidak pernah mau. Sama mantan suami juga pernah, tapi kami berdua sama-sama tabu ngomongin urusan ranjang. Lalu ketemu Mas Dhani. Dia orang yang sangat terbuka soal berhubungan intim. Ya, ada bagusnya juga sih, supaya aku enggak terlalu kampungan, tidak terbelakang soal itu," kata Mulan.

3. Ashanty


instagram.com/ashanty_ash

Istri Anang Hermasyah pernah bercerita mengenai kehidupan percintaannya dengan suami.

Seperti yang dikutip dari TribunSolo, menurut wanita cantik ini Anang akan berlaku mesra ketika ada maunya saja.

"Mas Anang mesranya kalau ada maunya saja. Ya maunya tuh kalau lagi mau ngajak.... Hahahahah. Disitu baru dia romantis. Kalau aku suka capek, habis minta-nya setiap hari. Tapi kalau terlalu lama aku-nya bete juga," bebernya.

TribunWow.com/Lolita Valda Claudia

Label:

Mengerikan! Wanita Ini Mengeluh Matanya Kering, Setelah Dicek Ternyata. . . .

Lensa kontak merupakan salah satu alternatif yang dipilih untuk membantu melihat.

Penggunaannya yang praktis membuat banyak orang memilihnya lensa kontak daripada kacamata.


Namun, menggunakan lensa kontak memang harus berhati-hati.

Apabila selesai dipakai, sebaiknya segera lepas kontak lensa yang telah digunakan.

Apabila tidak, iritasi yang akan didapat.


Bahkan, tidak hanya iritasi, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada mata.

Terkait penggunaan lensa kontak, ada sebuah kasus yang baru-baru ini terjadi.

Dilansir dari Metro.co.uk, sebuah ahli bedah menemukan 27 lensa kontak yang menempel di mata seorang wanita.

Sejumlah lensa tersebut ditemukan saat wanita berusia 67 tahun tersebut hendak melakukan operasi katarak.

Lensa kontak yang ditemukan

Lensa kontak yang ditemukan (Rupal Morjaria)

Lensa-lensa tersebut menyebabkan wanita tersebut tidak nyaman.

Bukan Gara-gara Tak Bercelana, Ada Alasan Lain di Balik Gambar Winnie the Pooh Diblok di China

Pasalnya, matanya menjadi merasa kering.

Kasus penemuan tersbut terjadi pada bulan November 2016 lalu.

Namun baru saja dilaporkan di British Medical Journal.

Dokter yang menanganagi kasus tersebut, Rupal Morjaria, mengatakan bahwa kasus ini merupakan kasus yang pertama kali.


Lensa kontak yang ditemukan (Rupal Morjaria)

Dalam penemuan tersebut, 17 lensa kontak ditemukan saling menempel.

Kemudian, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada 10 lensa lagi yang menempel di mata.

Rayakan Hari Emoji Sedunia, Apple Rilis Emoji Baru! Ada Wanita Berjilbab dan Pria Berjenggot

Saat ditanya, pasien tersebut mengatakan bahwa dirinya telah menggunakan lensa kontak selama 35 tahun terakhir.

Yang mengejutkan adalah, wanita tersebut tidak sadar bahwa lensa-lensa itu masih tertinggal di matanya.

Oleh karena kasus tersebut, terpaksa operasi katarak yang akan dilakukan harus ditunda.

Meskipun demikian, sang wanita mengaku dirinya matanya terasa lebih nyaman ketika lensa tersebut dilepas. (TribunWow.com/Galih Pangestu J)

Label: ,

Tak Hanya Cantik, Mahasiswi Sentil Omongan Ahok 'Penyelewengan KJP' Punya 'Prilaku' Tak Terduga

Mahasiswi ini ingatkan omongan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal Penyelewengan KJP jadi kenyataan. Lihat deretan foto-foto cantiknya, tapi jangan salah, ia tak sekedar cantik, Rabu (19/7/2017).

Rayu Gulshan, mahasiswi yang tulisannya di Instagram jadi viral lantaran mengingatkan tentang perkataan Ahok jadi kenyataan ternyata memiliki prilaku yang tak disangka-sangka.



TribunWow.com mengontak secara personal dan telah diizinkan untuk posting foto-foto serta aktivitasnya yang bisa disimak dari Instagramnya @gulshanrayu.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta ini ternyata memiliki prilaku atau kebiasan yang unik.

Dari foto-foto yang ia posting gadis belia asal Pulau Dewata ini seorang yang menyukai jalan-jalan.

Beberapa kali ia posting soal kuliner, budaya, berwisata di perkampungan adat, soal baju batik dan yang jelas ia mengidolakan Presiden Joko Widodo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok.

Terlihat ada foto Jokowi dan Ahok di postingannya.

Mencermati foto-foto yang ia posting Rayu Gulshan mungkin sebentar lagi akan jadi selebgram, ia tak hanya fotogenik dan posting foto-foto dengan latar belakang panorama yang menawan tapi ia juga memiliki pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam Instagramnya.

Beberapa tulisannya menginspirasi.

Tak hanya soal Ahok, postingan terakhirnya ia menulis tentang Pancasila.

Rayu cukup berani 'bersuara' melalui postingannya di Instagram.

Namun tujuannya sederhana, ia ingin merajut persatuan untuk Indonesia yang ia nilai mulai terpecah.

Dari tulisan-tulisannya di Instagram Rayu berharap Indonesia makin kuat, dengan berbagai budaya, agama atau apapun suku dan asalnya.

Indonesia memiliki ciri khas yang tak dimiliki bangsa lain.

Tak dipungkiri Rayu sebentar lagi akan jadi panutan bahwa anak muda haruslah seperti ini, gunakan media sosial untuk berbagi.

Berbagi keceriaan, kebahagiaan, kedamaian, hal-hal yang menginspirasi serta pemikiran-pemikiran yang brilian bukan sebaliknya.

Tulisan Rayu soal Ahok yang diangkat TribunWow.com Selasa (18/7/2017) kemarin menjadi viral.

Begini tulisannya:

Sebuah surat terbuka jadi viral.

Surat tersebut diposting oleh akun Rayu Gulshan @gulshanrayu pada Selasa (11/7/2017) seminggu lalu.

Surat ini jadi viral setelah diunggah oleh akun @fg_ahok akun Instagram yang didedikasikan untuk Ahok.

Hingga saat ini Ahok telah sekitar 3 bulan mendekam di dalam penjara setelah mendapat vonis 2 tahun pada kasus penistaan agama.

Dalam Instagramnya mahasiswi Ilmu Komunikasi di sebuah perguruan tinggi di Jogja ini menulis tentang Ahok di matanya.

Di awal suratnya ia menulis kenapa ia harus peduli padahal asal Bali dan kuliah di Jogja?

Ia kemudian menjelaskan kalau Jakarta adalah ibu kota negara dan berkaitan dengan kebijakan negeri.

Satu hal paling penting ia mengingatkan setelah Ahok tak lagi berkuasa.

Rayu menjelaskan kalau Ahok dulu selalu wanti-wanti terutama program Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebuah kartu yang membantu semua pelajar di Jakarta mendapatkan bantuan mulai dari buku, seragam tas hingga kebutuhan lainnya.



Ahok mengingatkan agar KJP jangan diuangkan karena nantinya banyak penyelewengan akan dilakukan.

KJP yang harusnya untuk kebutuhan sekolah beralih fungsi ada yang dibelikan emas bahkan hingga dibelikan handphone.

Hal inilah yang dikhawatirkan dan Rayu mengatakan kalau itu semua telah terbukti.

Ia menyarankan untuk mengetik di mesin pencari 'Google' dengan kata kunci 'Penyelewengan KJP'.

TribunWow.com mencoba mengikuti saran Rayu dan sebuah berita yang ditayangkan pada 5 Juli 2017 lalu dari Kompas.commenunjukkan adanya indikasi penyelewengan KJP.

Di berita itu Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto meminta masyarakat melaporkan penyelewengan KJP.

Disinyalir ada gerai-gerai yang melayani pemegang KJP untuk menarik tunai.

"Tolong kami dibantu dong datanya, TKP-nya dimana dan oleh siapa, karena KJP kan untuk peserta didik," ujar Bowo, kepada Kompas.com, Selasa (4/7/2017) malam.

Bowo menegaskan akan ada sanksi bagi pemegang KJP yang melakukan penyelewengan dengan menarik tunai.

Sanksinya, KJP mereka dicabut dan tidak bisa mendapat manfaat KJP lagi pada bulan berikutnya.

"Pada periode pencairan selanjutnya yang bersangkutan tidak usah direkomendasikan untuk menjadi calon penerima KJP," ujar Bowo.

Bowo menegaskan larangan tarik tunai KJP tetap berlaku meskipun Basuki Tjahaja Purnama sudah tidak jadi Gubernur lagi.

"Sistem kami tetap masih sama, aturan KJP ini kan berdasarkan aturan pencairan bukan karena ada Pak Ahok atau tidak. Jadi kebijakan kami masih sama," ujar Bowo.

Berikut tulisan lengkap Rayu

Kenapa Saya Peduli?

Ketika Pilkada, saya mahasiswi ilmu komunikasi di Jogja dari Bali umur 19 tahun sering melihat headline "Ahok untuk Gubernur Jakarta 2017". Iya Jakarta.

Bukan Jogja.

Bukan Bali.

Tapi kenapa saya peduli?

Saya peduli karena saya peduli atas siapa yang memerintah negara saya.

Mungkin saya tidak terlalu tau mengenai urusan politik tapi saya menganalisis melalui apa saya pelajari di perkuliahan saya.

Saya menganggap bahwa Ahok adalah orang yang jujur, tegas, nyata. Memang sih bukan untuk Jogja atau Bali. Tapi, hei.. Jakarta ibu kota negara kan?

Sayang sekali kalau anda tidak peduli dengan ibu kota negara anda sendiri yang berpengauh besar terhadap pemerintahan seluruh negeri.

Saya peduli karena saya sejujurnya iri kepada orang2 Jakarta yang punya setidaknya sedikit harapan bahwa ada orang baik yang mau mengurus mereka.

Memangnya saya kenal Ahok? Tidak. Tapi sekali lagi 'saya menganalisis' dari cara orang berkomunikasi.

Saya peduli karena akhirnya setelah pak #JokoWi ada orang yang berpihak kpd rakyat kecil.

Progam nyata yg tidak dibuat2 sebagai formalitas atau pencitraan dan bukan juga hasil comotan progam kerja orang lain.

Kredibilitasnya? Terbukti. Sekarang lihat program KJP untuk rakyat miskin. #Ahok tidak bohong mengenai dana yang bisa dicairkan tersebut.

Tidak percaya? Coba anda ketik di Google 'penyelewengan KJP'. Nanti salah satu hasil pencariannya adalah berita mengenai penyelewengan KJP yg sampai berjuta-juta loh.

Bayangkan? Saking baiknya Ahok, setelah ia dipenjara, orang2 pemilik KJP malah mencairkan uang tersebut BUKAN untuk membeli peralatan sekolah.

Hmm.. bagaimana? Saya peduli karena saya prihatin dgn mental mayoritas orang2 yang katanya 'miskin' di Jakarta. Sudah dibantu kok ya ngelunjak.

Kok ya culas. Kok ya serakah? Lantas apa bedanya kalian orang miskin dengan orang2 elit & koruptor yang kerjanya menghalalkan segala cara untuk uang?

Slogannya hidup untuk uang bukan uang untuk hidup. Masih tidak suka gaya bicara Ahok yang keras?

Lah orang yg dihadapi saja seperti ini.. Dan saya peduli karena saya memiliki kayakinan bahwa orang2 yg duduk di kursi gubernur memiliki potensi besar utk duduk di kursi presiden. Jelas dong?(TribunWow.com)

Label: , ,

Jokowi: Ini Bupatinya Ngerti Perubahan atau Tidak?

Presiden Joko Widodo masih mendengar lambannya pengurusan perizinan di tingkat pemerintah kabupaten.

Ia pun mempertanyakan kepemimpinan para bupati.


"Saya masih dengar, misalnya izin di daerah masih berbulan-bulan. Ini bupatinya ngerti perubahan atau tidak?" ujar Jokowi dalam pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Jokowi menegaskan, melalui sistem teknologi informasi yang kini sudah dapat dengan mudah diaplikasi, mengurus perizinan bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.

"Hitungannya cuma jam, cuma hari. Tapi tidak lebih dari tujuh hari. Itu seminggu namanya," ujar dia.

Baca: Mengapa Baru HTI yang Dibubarkan, Jokowi: Satu Persatu

Jokowi mengingatkan bahwa dunia berubah dengan cepat. Jika pemerintah pusat dan daerah tak mampu mengantisipasi perubahan tersebut, maka Indonesia dipastikan tertinggal dari negara lain.

"Oleh sebab itu jangan lagi kita bicara masalah bagaimana kita menyiapkan perizinan yang cepat. Itu harusnya sudah tidak kita bicarakan lagi. Itu sudah wajib harus ada," ujar dia.

Pejabat di daerah diminta menghindari rutinitas, kerja monoton dan linear demi menyongsong perubahan global.

Pemerintah, baik pusat dan daerah, harus melakukan terobosan.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado

Berita ini tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi: Ini Bupatinya "Ngerti" Perubahan atau Tidak?

Label: ,

Selasa, 18 Juli 2017

Dua Tahun Lagi, Prabowo Makin Sulit Saingi Jokowi

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo mengatakan, hingga saat ini belum terlihat figur yang mampu menandingi popularitas dan elektabilitas Joko Widodo. Menurutnya, presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu akan tetap memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi pada Pemilu 2019 mendatang.

Hermawan menuturkan, sampai saat ini rival terberat Jokowi memang Prabowo Subianto. Namun, Hermawan menilai elektabilitas ketua umum Partai Gerindra itu masih di bawah Jokowi.

"Prabowo memang satu-satunya calon yang saya kira mampu menandingi (popularitas, red) Jokowi. Itu pun sangat berat," ujar Hermawan kepada JPNN, Selasa (18/7).

Profesor riset di LIPI yang lebih akrab disapa dengan panggilan Kikiek itu menambahkan, Prabowo kemungkinan baru bisa menandingi elektabilitas Jokowi jika sejumlah program pemerintahan saat ini gagal total. Misalnya, terkait proyek infrastruktur yang terus digenjot baik di Jakarta maupun sejumlah daerah lain di Indonesia.

Namun, Hermawan menilai posisi Prabowo memang cukup dilematis. Misalnya, jika Prabowo ingin membangun jaringan yang kuat dengan kelompok Islam garis keras untuk menghadapi Pemilu 2019, maka keluarga besarnya akan menjadi bulan-bulanan.

Seperti diketahui, Prabowo memang muslim. Namun, keluarga besarnya punya keyakinan yang berbeda dengan mantan Danjen Kopassus itu. "Apa memang dia mau begitu?," katanya.

Sementara itu saat ditanya siapa tokoh muda yang mungkin nantinya dapat maju sebagai capres untuk bersaing dengan Jokowi dan Prabowo, Hermawan menyatakan belum melihat hal tersebut. "Pada saat ini masih sulit melihat ada tokoh muda yang muncul. Tapi masih ada waktu dua tahun, kita tunggu saja," pungkas Hermawan.

Label: ,

Usai Begituan dengan Pacar Cewek ini Mengeluh Anunya Sakit, Pas Diperiksa Ternyata Ada ini

Jika berbicara masalah kesehatan, salah satu topik hangat yang kerap diangkat adalah tentang kesehatan alat vital.

Ya, alat vital merupakan salah satu bagian terpenting dari tubuh kita yang perlu perhatian khusus.

Sifatnya yang sensitif membuat kita harus benar-benar jeli mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Kenapa hal ini penting?

Karena beberapa hal yang kita lakukan secara tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan dari alat vital.

Jika tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin alat vital justru akan menjadi sarang dari penyakit yang bisa saja menimbulkan rasa sakit bagi pemiliknya.


Kasus yang berhubungan dengan alat vital belum lama ini di alami seorang wanita.

Wanita tersebut bernama Michelle Barrow.

Kasusnya terbilang cukup unik karena Michelle sendiri juga awlanya tak mengetahui penyebab dari kejadian tersebut.

Namanya mungkin tak banyak dikenal orang, namun ia termasuk salah satu blogger yang cukup terkenal di dunia maya.

Rupanya, Michelle dan kekasihnya termasuk orang yang sangat mencintai kucing.


Bahkan, Ia dan sang kekasih juga merawat beberapa ekor kucing yang justru diperlakukan layaknya anggota keluarga sendiri.

Saking cintanya, Michelle dan kekasihnya bahkan mengizinkan kucingnya ikut tidur bersama mereka, satu ranjang.

Melalui blog pribadinya, Michelle sempat membagikan sebuah kisah yang membuatnya menjadi topik perbincangan dimana-mana.

Bukan kisah bahagia atau hal yang berhubungan dengan senang-senang, wanita ini justru menulis kisah ketika ia harus mengalami penderitaan yang cukup menyiksa.

Dalam tulisannya, Michelle mengatakan jika ia merasakan rasa sakit yang sangat menyiksa di area sekitar vaginanya.


Tak tahan, ia pun memutuskan pergi ke dokter.

Setibanya di rumah sakit, dokter pun langsung melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber dari rasa sakit tersebut.

Betapa terkejutnya dokter saat mengetahui apa yang menjadi penyebab Michelle selalu merasa sakit di daerah sekitar vaginanya, dilansir dari Healthy Journal PH.

Kepada Michelle dan sang kekasih, dokter mengatakan :

"Kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Awalnya kami mengira jika mungkin penyebab rasa sakit anda berasal dari pembalut atau alat kesehatan khusus vagina yang anda pakai.

Kami juga mengira jika penyebabnya mungkin berasal dari pakaian anda.

Tapu ternyata penyebabnya adalah adanya gumpalan rambut yang bersarang di dalam alat kelamin anda."


Awalnya Michelle mengira jika bola rambut tersebut mungkin berasal dari tubuhnya.

Tapi dokter mengatakan jika itu bukan rambut dari manusia.

Bola rambut tersebut justru berasal dari kucing.

Anda mungkin penasaran bagaimana bisa benda tersebut bisa bersarang disana.

Dalam blognya, Michelle menjelaskan jika kemungkinan besar benda tersebut masuk ke dalam alat vitalnya disebabkan oleh kebiasaannya mengizinkan kucingnya tidur satu ranjang.

Ya, Michelle menduga jika bulu kucing tersebut masuk ke dalam alat vitalnya ketika ia dan pacarnya berhubungan intim.

Setiap kali kucingnya tidur di ranjang, kucing tersebut akan meninggalkan sisa-sa bulu yang rontok dari tubuhnya.


Bulu-bulu tersebut menyebar di kasur dan bantal.

Michelle menduga, hubungan intimnya dengan sang pacarlah yang mungkin menjadi awal mula dari masuknya benda tersebut, yakni karena kondisi ranjang yang tak dibersihkan.

Michelle pun menyarankan kepada semua pemilik hewan untuk selalu menjaga kebersihan, terutama kebersihan di dalam rumah apabila hewan peliharaan diizinkan tinggal di dalam rumah.

Tim dokter berhasil mengeluarkan benda tersebut dan kini, Michelle bisa merasa lega dan mungkin akan mempertimbangkan ulang untuk memberi ranjang khsus untuk kucingnya atau mungkin lebih rajin membersihkan ranjangnya sendiri.


Label:

Ini 7 Poin Hasil Pleno Golkar, 2 di Antaranya tentang Jokowi

Rapat pleno DPP Golkar sore tadi melahirkan tujuh poin keputusan. Ada dua keputusan di antaranya yang berkaitan dengan dukungan Golkar kepada Joko Widodo sebagai calon presiden untuk Pemilu 2019.

"DPP tetap melaksanakan rapimnas tahun 2017, khususnya yang berkaitan dengan pencalonan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden 2019," ujar Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017).

Selain itu, poin pertama yang disampaikan dalam hasil rapat pleno adalah Partai Golkar tetap mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Mereka tetap mengikuti hasil musyawarah luar biasa.

"Golkar tetap mengikuti keputusan munas mendukung pemerintahan Jokowi-JK sampai 2019," tegas Nurdin.

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan partainya tidak akan berubah haluan. Golkar tetap mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

"Apa pun yang terjadi, posisi politik Partai Golkar tidak akan berubah, tetap konsisten mendukung pemerintahan Jokowi-JK," kata Idrus, Senin (17/7).

"Dan sekaligus konsisten pada keputusan rapimnas tahun 2016, tetap mendukung Jokowi pada Pilpres 2019," ucap Idrus.

Berikut ini tujuh keputusan dalam rapat pleno DPP Golkar:

1. DPP tetap konsisten melaksanakan hasil musyawarah luar biasa, khususnya yang berhubungan dengan dukungan terhadap pemerintah Jokowi-JK.

2. DPP tetap melaksanakan rapimnas tahun 2017 khususnya yang berkaitan dengan pencalonan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

3. DPP tetap melaksanakan keputusan rapimnas 2016 untuk tidak melaksanakan munas luar biasa.

4. DPP setuju keputusan Ketum Golkar menugaskan Ketua Harian dan Sekjen untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi-fungsi harian dan tetap berkoordinasi dan tetap melaporkan kepada Ketua Umum Golkar, yaitu Setya Novanto.

5. Berkaitan dengan proses pengambilan keputusan terhadap Undang-Undang Pemilu pada 20 Juli 2017 yang akan datang, seluruh anggota Fraksi diwajibkan hadir dalam memperjuangkan penegasan Partai Golkar.

6. DPP Golkar meminta anggota Fraksi pemenangan pemilu Indonesia satu dan dua dan seluruh koordinator wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh kader berkaitan dengan kondisi terkini Partai Golkar, baik internal maupun eksternal.

7. DPP Golkar menyikapi permasalahan dan antisipasi ke depan harus tetap berpegang teguh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta seluruh peraturan pelaksanaan.

Label: ,

Penetapan Tersangka Setya Novanto Tak Ubah Keputusan Golkar Dukung Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, partainya tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla hingga berakhir pada tahun 2019.

Penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak akan mengubah sikap politik partai.

"Dari aspek politik juga tadi dikatakan tidak akan berubah posisi Golkar untuk dukung pemerintahan sekaligus mendukung Jokowi sebagai capres di pemilu 2019 mendatang. Saya kira itu," kata Idrus, di depan kediaman Novanto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017) malam.

Ia mengatakan, dukungan kepada pemerintahan Jokowi-JK hingga tahun 2019 dan mengusung Jokowi pada Pemilu 2019 merupakan amanah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2016 dan 2017.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, partainya tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla hingga berakhir pada tahun 2019.

Penetapan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak akan mengubah sikap politik partai.

"Dari aspek politik juga tadi dikatakan tidak akan berubah posisi Golkar untuk dukung pemerintahan sekaligus mendukung Jokowi sebagai capres di pemilu 2019 mendatang. Saya kira itu," kata Idrus, di depan kediaman Novanto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017) malam.

Ia mengatakan, dukungan kepada pemerintahan Jokowi-JK hingga tahun 2019 dan mengusung Jokowi pada Pemilu 2019 merupakan amanah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2016 dan 2017.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

Ketua Umum Partai Golkar itu diduga terlibat dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

"KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurut Agus, Novanto diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi. Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Ia disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Label: , ,

Jokowi Ingin Transportasi Online Benar-benar Aman dan Nyaman

Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet terbatas tentang transportasi online. Menurut Jokowi, kemunculan transportasi online merupakan hasil kemajuan teknologi informasi.

"Transportasi online merupakan salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi yang tidak bisa kita hindari. Sudah mulai dikenal dan diterima publik di beberapa kota dan dipandang memiliki manfaat," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Namun, dalam proses transisinya, ada dinamika yang terjadi. Jokowi ingin transportasi online benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi penggunanya.

"Pemerintah harus merespons dinamika perubahan yang sangat cepat ini sehingga semuanya bisa menerima dan layanan transportasi bisa mampu memberikan jaminan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi masyarakat dan bagi penggunanya," kata Jokowi.

Dia menyatakan transportasi yang murah sudah menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga perlu pembahasan untuk menemukan solusi agar masyarakat, penyedia jasa transportasi online, maupun penyedia jasa transportasi umum lainnya bisa mendapatkan manfaat.

Rapat dihadiri oleh sejumlah menteri, di antaranya Menhub Budi Karya Sumadi, Menkominfo Rudiantara, Wamenkeu Mardiasmo, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menkop UKM AAGN Puspayoga, Menaker Hanif Dhakiri, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Rapat itu digelar secara tertutup selama satu jam.

Ada sejumlah hal yang nantinya diatur oleh pemerintah untuk transportasi online. Di antaranya mengenai hubungan kerja, pajak, serta aspek legalitas formal.

"Berkaitan dengan pajak, nanti dielaborasi lagi. Kita buat ketentuan sendiri, maka fungsi korporasi di sana bisa tercipta, sehingga cara kita memantau tenaga kerja, cara kita memantau pajak lebih gampang. Apalagi ini kerjaan berkaitan dengan itu," kata Menhub.

Mengenai aspek legalitas, tentunya para pengemudi harus memiliki SIM dan membawa STNK setiap beroperasi. Kemudian pengaturan tentang hubungan kerja lebih lanjut akan dibahas oleh Kemenaker.

Label: ,

Syafii Maarif: Presiden Jokowi Bilang, "Saya Enggak Butuh Popularitas"

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi sorotan karena sejumlah kebijakannya menuai kontroversi publik.

Salah satu yang paling 'gaduh' adalah diterbitkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pemerintah bersikeras bahwa Perppu itu untuk menjaga ideologi Pancasila dan persatuan bangsa.

Sementara, ada yang menilai bahwa Perppu tersebut rentan akan penyalahgunaan kekuasaan.

Presiden Joko Widodo sendiri menyadari kegaduhan tersebut berpotensi menurunkan popularitasnya.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat berbincang dari hati ke hati dengan Buya Syafii Maarif di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/7/2017) kemarin.

"Saya tanya (ke Presiden), orang kan bertanya ke Presiden, nanti popularitas Bapak bagaimana? (karena kebijakan Perppu 2/2017). Jokowi menjawab, 'Saya enggak perlu popularitas. Yang penting rakyat, bangsa dan negara'" ujar Buya menirukan pernyataan Jokowi.

"Saya bilang, Bapak berani sekali? Beliau diam saja. Jadi ya, orang kurus begitu berani juga ternyata," lanjut Buya.

Buya yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, setuju dengan langkah pemerintah menerbitkan Perppu 2/2017.

Menurut dia, ideologi Pancasila memang tengah terancam oleh kelompok-kelompok yang membawa gagasan primordial. Oleh sebab itu, negara harus turun tangan.

Salah satu contoh kelompok yang mengancam Pancasila, menurut dia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Meski ada kritik apa perlu Perppu atau cukup pengadilan, ada juga yang bilang nyamuk kok ditembak bazoka, tapi saya tetap dukung (Perppu 2/2017). Anda semua silakan lihat dokumen tertulis HTI. Lihat, baca, apa yang mau mereka lakukan di Indonesia ini. Walaupun omong kosong, utopia, tapi ya itu rencananya," ujar Buya.

Politik tidak sehat

Lebih jauh, Buya Syafii berpendapat, kegaduhan sebenarnya bukan berasal dari kepentingan rakyat yang terusik dengan Perppu.

Sadar atau tidak sadar, kegaduhan diciptakan oleh lawan-lawan politik Jokowi.

"Ini sudah saling menggoreng. Suasana politik kita ini tidak beradab. Fitnah, bohong, macam-macam. Syahwat kekuasaan susah dibendung, tapi beban dan nasib bangsa siapa yang mikirin?" ujar Buya.

"Suasana yang tidak sehat, politik yang tuna martabat ini juga membutuhkan para petarung. Bukan saja Presiden, namun juga menteri-menteri, dirjen-dirjen, harus menerjemahkan itu," lanjut dia.

Ia mengapresiasi Jokowi yang tampil tanpa beban, 'nothing to loose'.

"Jokowi enggak peduli itu 2019 segala macam. Kata dia, 'Menurut saya yang penting negara dan bangsa ini, Bapak'. Dia enggak punya beban apa-apa," ujar Buya.

Label: , ,