Rabu, 30 Agustus 2017

Pengacara HTI Yusril Ihza Mahendra Ngamuk di Gedung MK, Setelah Mendagri Tjahjo Kumolo Lakukan Ini

Kuasa Hukum Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Yusril Ihza Mahenda protes ketika Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menayangkan cuplikan-cuplikan video Muktamar Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada 2013 silam.

Protes tersebut disampaikan dalam sidang uji materi gugatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (30/8/2017).


"Saudara Mendagri apa motif dan relevansi anda menayangkan muktamar HTI di sidang ini. Kita tahu ini sidang pengujian undang-undang, bukan sidang pidana," ujar protes Yusril dalam persidangan.

Yusril mengatakan seharusnya jika pemerintah ingin memberikan bukti-bukti terkait bukan pada sidang hari ini. Pasalnya agenda sidang hari ini mendengar keterangan dari pemerintah dan pihak terkait.

"Kalau sudah ingin mengajukan alat bukti ada tempatnya nanti, kenapa sebelum saudara memberikan keterangan sudah menayangkan sesuatu, sudah memasukkan tentang sesuatu yang tidak disenangi pemerintah atau apa," ucap dia.

Yusril juga mempertanyakan alasan majelis hakim yang mengizinkan Tjahjo sebagai pihak pemerintah untuk menayangkan video HTI di dalam sidang ugatan uji materi Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

"Kenapa majelis mengizinkan ditayangkan di persidangan ini," tanya Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.

Sebelumnya di awal persidangan, Tjahjo meminta hakim untuk memutar cuplikan video Muktamar Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada 2013 silam.

Video tersebut berdurasi dua menit. Video tersebut mendapat izin dari pimpinan sidang. Dalam video tampak ribuan kader HTI memenuhi Stadion GBK.

Dalam terdapat orasi tentang khilafah dan ajakan agar kader HTI untuk meninggalkan sistem pemerintahan selain yang diatur Islam juga terdengar. Serta tampak seruan takbir.

Berikut isi cuplikan video tersebut.

"Tinggalkan seluruh hukum dan sistem jahiliah dan tegakan hanya syariat Islam saja. Yang kedua, ubah kekuasaan yang sekarang ini berada di tangan pemilik modal menjadi di tangan kita, di tangan umat. Arahkan perubahan ketiga, hancurkan sekat-sekat nasionalisme yang memecah belah kita semua," isi orasi.

Dalam sidang dihadiri pihak pemerintah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Kemudian dari pihak pemohon hadir pula Yusril Ihza Mahendra, Kapitra Ampera, Habiburokhman dan I Wayan Sudirta.suara.com

Label: ,

Istana: Masak Presiden "Ngurusin" Jonru?

Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki memastikan Presiden Joko Widodo tidak akan melaporkan aktivis media sosial Jonru Ginting ke polisi.

Jonru diketahui mengakui bahwa pernah mengunggah ke media sosial Facebook yang menyebut bahwa orangtua Jokowi tidak memiliki asal usul yang jelas.


"Masak Presiden ngurusin Jonru? Masak Presiden nanggepin Jonru?" ujar Teten di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (30/8/2017) siang.

Teten yakin, masyarakat Indonesia sudah pintar. Masyarakat tidak akan percaya apa yang diungkapkan Jonru soal ketidakjelasan asal usul orangtua Presiden.

"Lagipula ya, siapa juga yang percaya dengan tudingan tanpa dasar semacam itu," tutur dia.

Teten menegaskan bahwa asal usul orangtua Presiden Jokowi sangat jelas. Hal tersebut bisa dicek di kantor pemerintah.

Diketahui, pengakuan Jonru itu diungkapkan ketika menjadi salah satu narasumber di salah satu tayangan televisi nasional, Selasa (29/8/2017) malam.

Awalnya, politikus Partai Nasdem Akbar Faizal yang juga menjadi narasumber bertanya kepada Jonru soal kebenaran unggahannya yang menyebut asal usul orangtua Jokowi tidak jelas. Jonru mengiyakannya.

Akbar lalu langsung menyarankan polisi menindaklanjuti pengakuan Jonru tersebut. Video percakapan Akbar dengan Jonru itu pun viral di media sosial.

Label: ,

Kenapa Gibran Rakabuming Sering Mengangkat Dagu?

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, kerap tertangkap kamera pewarta sedang berpose mengangkat dagu.

Salah satunya, saat Gibran bertemu putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Presiden, Kamis (10/8/2017).


Foto pemilik usaha katering Chili Pari dan Markobar sedang 'ndangak' dengan kedua tangannya berada pinggang itu tersebar luas dan menjadi viral di media sosial.

Dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com pada Minggu (27/8/2017) lalu, hal ini turut ditanyakan kepada Gibran.

"Enggak tahu," jawab Gibran singkat.

"Mungkin ngepasin wartawannya di bawah atau ngambil foto angle-nya dari bawah. Mungkin loh ya, enggak tahu juga," lanjut dia.

Gibran mengatakan, wartawan memang bebas mengambil foto dari angle manapun yang disukai.

"Ya enggak apa-apa. Wartawannya kan banyak. Ada yang di bawah, ada yang duduk, ada yang berdiri, ada yang di belakang. Biasa saja," ujar dia.

Soal foto tersebut memberi kesan bahwa dirinya sombong, Gibran tidak terlalu ambil pusing. Ia tak mau menanggapinya.

Gibran berpendapat, tidak ada gunanya memberikan klarifikasi kepada orang yang sudah terlanjur dikuasai kebencian.

"Ya enggak apa-apa (dibilang sombong). Terserah orang, itu kan opini orang. Tapi saya sih biasa saja," ujar Gibran.

Jika sudah ada yang keterlaluan, Gibran memilih untuk mengunggah kembali tudingan negatif tentang dirinya.

Cara itu adalah salah satu cara untuk merespons komentar negatif.

"Yang jelek-jelek kan biasanya kami retweet, kami malah posting sendiri. Biasalah," ujar dia.

Label:

Sri Mulyani Janji Periksa Garuda Indonesia Karena Rugi Triliunan Rupiah

Sejumlah Anggota Komisi VI DPR menyoroti tajam kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Garuda Indonesia. Sebab maskapai plat merah itu terus mengalami kerugian hingga semester I-2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mewakili Menteri BUMN dalam rapat kerja dengan Komisi VI berjanji akan menindaklanjuti sorotan Komisi VI itu dengan memeriksa kerugian yang dialami oleh Garuda Indonesia.


"Kalau keputusan investasi salah akan timbul kesalahan serius," ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Pada semester I-2017, Garuda Indonesia mencatat kerugian bersih sebesar 282 juta dollar AS atau Rp 3,7 triliun. Jumlah kerugian itu naik dibandingkan data periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 826,6 miliar.

Pemerintah memastikan akan menelisik lebih dalam penyebab utama kerugian Garuda Indonesia apakah kerena faktor kalah bersaing atau karena salah dalam tata kelola perusahaannya.

"Kalau (masalahnya ada) difundamental tata kelola, tentu akan kami kelola lebih baik lagi," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa akibat kerugian itu, Garuda Indonesia dipastikan tidak akan menyetor dividen kepada negara pada 2018.

Namun Garuda Indonesia bukan satu-satunya sebab masih ada 20 BUMN lainnya yang juga sedang mengalami kerugian dan dipastikan tidak akan membayar dividen.

BUMN yang mengalami kerugian yaitu PT Garuda Indonesia, Perum Bulog, PT Krakatau Steel, PT PAL, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Indofarma, PT Balai Pustaka, PT Boma Bisma Indra, Perum PEN, dan PT Berdikari.

Adapun kategori kedua terdiri dari 11 BUMN yakni PT Nindya Karya, PT Merpati Nusantara Airlines. PT Kertas Kraft Aceh, PT Survey Udara Penas, PT Industri Sandang Nusantara, PT Iglas, PT Kertas Leces, PT Djakarta Lloyd, PT Istaka Karya, PT Varuna Tirta Prakarsya, dan PT Primissima.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, seluruh elemen harus ikut serta membangun perbatasan, tak terkecuali BUMN.(Kompas TV)

Label:

Jumat, 25 Agustus 2017

Bela Fahri, Masinton: Johan Budi Jangan Kayak Cacing Kepanasan

Wakil Ketua Pansus Angket KPK di DPR, Masinton Pasaribu, ikut mencecar juru bicara Presiden, Johan Budi. Masinton membela rekan sesama anggota Dewan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, yang bersilang pendapat dengan Johan terkait Pansus Angket KPK.

Silang pendapat antara Fahri dan Johan berawal dari pernyataan Fahri yang meminta Pansus Angket KPK memanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi). Johan menanggapi hal tersebut dengan menanyakan posisi Fahri yang tidak terkait dengan Pansus Angket KPK.


"Wajar saja (Fahri minta Presiden dipanggil pansus) soalnya juga dia intensif ikut mengikuti perkembangan Pansus. Jadi ya kalau pembicaraan dia yang disampaikan wajar-wajar saja," ujar Masinton di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Politisi PDIP itu mengatakan apa yang disampaikan Fahri hanya sebatas usulan sebagai Wakil Ketua DPR. Tetapi, kata Masinton, itu bukanlah kesimpulan Pansus Angket KPK.

"Itu bukan kesimpulan Pansus, itu usulan beliau sebagai Wakil Ketua DPR, wakil rakyat, masak nggak boleh usul," tuturnya.

Masinton mengimbau Johan Budi tidak mengomentari sesuatu di luar tupoksinya. Ia menyarankan Johan jangan seperti 'cacing kepanasan'.

"Iyalah, nggak usah ngomentari di luar tupoksinya. Presiden saja nyantai kok. Kalau presidennya nyantai, jubirnya jangan kayak cacing kepanasan. Presiden saja nyantai, kok jubir yang panas," ucap Johan.

"Jadi sesuai tupoksinya saja kerja. Kalau sebagai jubir presiden ya sampaikan kerja-kerja, capaian-capaian, agenda, program presiden, nggak usah komen lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Fahri berang dan meminta Johan diam bila tidak diperintah Presiden. Hal tersebut menyusul pernyataan Johan yang mempertanyakan posisi Fahri atas usul pemanggilan Presiden ke Pansus Angket KPK.

Fahri bahkan meminta Johan tutup mulut dan tidak menjadi agen KPK di Istana. Untuk diketahui, Johan Budi merupakan jubir KPK sebelum menjadi jubir presiden.

"(Saya) sebagai anggota DPR (meminta Presiden datang ke Pansus Angket). Jadi gini, anggota DPR dipilih rakyat untuk ngomong. Kalau jubir jangan ngomong kalau nggak dikasih perintah dari Presiden. Diam, tutup mulut," ujar Fahri, Jumat (25/8).

"Dia harus disiplin. Apa yang dikatakan Presiden itu yang dia katakan. Jangan bermanuver, jangan bermain opini dan jangan jadi agen Novel, jangan jadi agen KPK di Istana," imbuh dia.

Sementara itu, Johan Budi saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan terbaru Fahri itu tak mau banyak bicara. Dia memilih tidak mengomentarinya.

"Saya tidak mau mengomentari hal itu," tegas Johan Budi kepada wartawan, Jumat (25/8).
(lkw/elz)

Label: , ,

Ada Purnawirawan TNI Diduga Terlibat Saracen, Simak Komentar Pedas Jokowi & Chiko Hakim

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para pegiat media sosial, Kamis (24/8/2017), ternyata sempat membahas kelompok Saracen yang baru saja diungkap kepolisian.

Saracen adalah sindikat penyebar konten negatif yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar-golongan, serta ujaran kebencian di media sosial.


Salah satu pegiat media sosial Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, mengatakan, Presiden Jokowi hanya merespons pembicaraan soal Saracen dengan sebuah kata singkat.

"Kata Presiden, 'mengerikan'. Sudah itu saja," ujar Chico, di Komplek Istana Presiden usai pertemuan, Kamis siang.

Chico mengungkapkan, Presiden Jokowi juga menyatakan dukungannya atas proses hukum terhadap sindikat tersebut.

Chico juga mendukung langkah tersebut.

Menurut dia, polisi jangan hanya menangkap eksekutor penyebar konten negatif itu, tetapi juga memproses hukum kelompok politik yang memesan jasa mereka.

"Mereka dibayar oleh siapa? Itu harus dicari tahu," ujar Chico.

Apalagi, berdasarkan informasi yang beredar di media massa, aktor di balik sindikat tersebut merupakan purnawirawan TNI.

Chico tidak menyangka orang yang sepanjang kariernya pasti mendapatkan ajaran Sapta Marga dan Pancasila bisa melakukan hal itu.

"Apa gunanya Sapta Marga? Apa gunanya Lemhanas? Kalau Anda masih enggak Pancasilais dan Anda berani melakukan hal yang melanggar prinsip dasar negara. Itu mesti sekolah lagi lah," ujar dia.

Kelompok Saracen telah eksis sejak November 2015. Mereka menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA.

Media tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

Saracen mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan.

Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi.
Bareskrim Polri hingga saat ini masih menelusuri orang-orang yang terlibat dalam kelompok Saracen.

Label: , ,

Saat Ditanya Jokowi Kenapa Kok Benci Banget Sama KPK, Fahri Malah Jawab Begini

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fahri mengatakan Jokowi sempat bertanya mengapa dirinya sering mengkritik KPK. Apa kata Fahri?


"Saya sudah bilang ke Pak Jokowi bulan puasa. 'Pak Fahri, kenapa kritik KPK terus?' Saya bilang, 'Pak, ada negara dalam negara, hati-hati Bapak'," ungkap Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Fahri mengatakan dia berbicara seperti itu saat berada di meja makan Istana. Menurutnya, dia sekadar mengingatkan Presiden.

"Saya bilang begitu di meja makan Istana. Saya buka ini karena saya udah ngomong, sayaingetin Presiden, ada negara dalam negara," kata Fahri.

Dia pun menuding saat ini orang-orang yang ada di KPK besar kepala karena menganggap posisi moralnya lebih tinggi daripada yang lain. Fahri melabeli pihak yang berada di KPK dengan sebutan 'belagu'.

"Jadi KPK itu, saking moralnya tinggi, kayak lembaga kultus (suci). Akhirnya orang-orang ini belagu, petantang-petenteng sambil kelakuannya itu, padahal setan juga banyak itu," ucapnya

Label: , ,

Ahok menjadi Korban Nyata Saracen, Hukum Alam yang Membalasnya

bisnis ujaran kebencian yang dikenal dengan istilah saracen cukup mengejutkan. Bisnis seperti ini sepertinya terhitung baru dan belum banyak dikenal. Mungkin tidak banyak yang menduga bahwa bisnis seperti ini benar-benar nyata dan memiliki organisasi yang terstruktur meskipun banyaknya postingan yang berisi ujaran kebencian juga terlihat janggal.

Saya yakin tidak ada orang yang mau menyempatkan waktu untuk membuat meme dan postingan yang berisi ujaran kebencian terhadap salah satu pihak. Secara naluri, sepertinya jarang ada manusia yang hatinya rela melakukan aktivitas ini secara terus menerus. Belum termasuk biaya yang dikeluarkan untuk membeli kuota internet untuk memposting ujaran kebencian tersebut.


Akhirnya terkuak bahwa maraknya postingan yang berisi ujaran kebencian, sara, fitnah, dan provokasi memang sebuah bisnis yang menggiurkan. Tidak tanggung-tanggung, bisnis seperti ini menyentuh angka ratusan juta.

Pilkada DKI sepertinya menjadi embrio dari bisnis saracen. Ahok seperti menjadi target utama dari pelaku bisnis saracen. Dengan segala kehebatan dan prestasinya, Ahok nyaris mustahil bisa dikalahkan dalam kondisi normal.

Bisnis saracen kemungkinan menjadi pilihan lawan-lawan Ahok untuk menjungkalkan Ahok. Bukan mustahil ada oknum politik yang membayar orang-orang untuk membuat meme dan tulisan yang berisi ujaran kebencian kepada Ahok. Jika mau dicek, ribuan meme dan postingan yang berisi ujaran kebencian kepada Ahok bertebaran di media sosial terlebih saat sedang panas-panasnya Pilkada DKI.

Dengan menggunakan saracen, lawan-lawan politik Ahok tidak terlalu capai berkampanye dan mengeluarkan biaya banyak untuk menjegal Ahok. Cukup bayar orang-orang beberapa ratus juta untuk membuat meme, postingan, yang tujuannya agar masyarakat membenci Ahok. Taktik ini pun terbilang sangat efektif karena mayoritas masyarakat Jakarta adalah pengguna media sosial. Biaya yang dikeluarkan juga terliha sedikit jika dibandingkan dana kampanye yang terhitung hingga puluhan milyar.

Mereka tidak perlu melakukan money politik, memberikan sejumlah uang agar mau memilih calon yang disungnya. Mereka tidak perlu terlalu intens berkampanye, membanggakan program dan kelebihan calon yang disusungnya dengan harapan mampu membuat masyarakat tertarik. Mereka cukup menyuruh orang untuk membuat postingan dan meme yang bertujuan agar masyarakat membenci Ahok.


Saya tidak menuduh politisi mana yang telah melibatkan saracen untuk menjegal Ahok. Namun bukti-bukti ke arah sana semakin kuat mengingat banyaknya postingan yang sangat mendikreditkan Ahok saat Pilkada DKI.

Kebanyakan masyarakat mungkin akan mengira bahwa kekalahan Ahok akibat isu penodaan agama. Namun sepertinya jarang yang menyadari bahwa isu penodaan agama itu menjadi tidak berarti ketika tidak diviralkan dengan bisnis saracen ini. Jika tidak ada postingan dan meme yang ikut memans-manasi isu penodaan agama, maka kemungkinan isu penodaan agama ini tidak sampai datang ke Jakarta untuk melakukan aksi demo hingga berjilid-jilid.

Tergeraknya hati umat muslim di seluruh penjuru Indonesia untuk datang ke Jakarta mengikuti aksi demo adalah jasa saracen. Mereka terus membuat postingan yang tujuannya membuat umat muslim marah dan merasa telah dilecehkan oleh Ahok sehingga merasa perlu untuk datang ke Jakarta. Luar biasa! Hanya bermodal saracen, mereka mampu membuat geger Indonesia dengan adanya aksi demo yang berjilid-jilid.

Ahok mungkin adalah korban nyata dari bisnis saracen. Namun apakah hukum alam membiarkan mereka semua tertawa di atas penderitaan Ahok?

Saya sengaja menggunakan istilah “hukum alam” agar lebih universal. Maksud hukum alam di sini adalah hukum Tuhan. Namun “hukum alam” menjadi istilah yang lebih umum dan bisa diterima berbagai kalangan.

Ahok mungkin tidak malakukan apapun untuk membalas kelakuan mereka. Ahok hanya pasrah menjalani nasib hidup dipenjara. Ahok tidak korupsi. Ahok memajukan Jakarta. Ahok membahagiakan warga Jakarta. Tentu pantas jika apa yang menimpa Ahok dinilai sebagai ketidak adilan.

Namun hukum alam nampaknya tidak membiarkan perbuatan dzalim itu terus tertawa. Hukum alam tidak akan membiarkan perilaku dzalim bebas dari balasan. Pada saatnya, hukum alam akan memberikan balasan bagi orang-orang yang berbuat kedzaliman di muka bumi ini.

Para pelaku bisnis saracen mungkin telah tertawa terbahak-bahak karena usahanya untuk menjegal Ahok berbuah manis. Bonus yang diterima dari sang bos pun lumayan. Mereka menikmati bisnis barunya dan tak pernah merasa takut suatu saat akan ditangkap polisi. Mereka mungkin berpikiran sama seperti kebanyakan masyarakat yang bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan membuatnya ditangkap polisi. Pekerjaan ini memang terlihat baru dan seolah-olah belum ada pasal yang mengaturnya sehingga dianggap tidak melanggar hukum.

Namun siapa sangka, alam membuka kedok mereka semua. Kedok merea akhirnya terbongkar. Sosok-sosok yang sudah ditangkap saat ini bisa jadi hanya sebagian kecil dari jaringan saracen yang lebih besar. Setelah nama kondang Egi sujana disebut-sebut menjadi bagian dari jaringan ini, bukan tidak mungkin ada nama besar lain yang akan terbongkar kedoknya dan ternyata menjadi bagian dari jaringan saracen ini.

Ahok tak perlu membalaskan perilaku dzamil terhadap dirinya, namu hukum alam yang akan membalaskannya….

(Saefudin Acmad, seword.com)

Label: ,

Yess!! Koordinator Saracen Penyebar Hoax Ditangkap saat Bersama Tiga Wanita di Rumah Kontrakannya

Terduga koordinator kelompok Saracen penyebar kebencian dan hoax di ranah dunia maya, JAS diamankan oleh Direktorat Cyber Crime Mabes Polri di Pekanbaru. Saat diamankan di dalam rumah kontrakannya terdapat tiga orang wanita.

Lokasi penangkapan tersebut berada di Jalan Salempayo, RT4 RW 2, Keluarahan Tangerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.


Ketua RT, Syafri mengatakan tidak tahu menahu hubungan antara tiga orang wanita dengan JAS. Saat ditanya ketiga mahasiswi tersebut baru lulus dari sebuah universitas ternama di Pekanbaru.

"Ada tiga orang perempuan, katanya mahasiswa UIR baru lulus, mereka dari daerah. Saya juga tidak tahu hubungannya dengan Jasriadi," ujar Syafri.

Syafri mengaku sempat kesal kepada adik JAS kala penangkapan tersebut. Alasannya, dalam keseharian, JAS tidak jelas pekerjaannya.

"Saya bilang ke adiknya, kerja kalian itu apa. Kata adiknya dia tidak tahu," ujar Syafri.

Syafri juga mengatakan jika JAS datang tinggal ke kawasan itu tanpa melapor kepadanya. Ia hanya diketahui telah berada di lingkungan yang padat rumah ini oleh tetangganya saja.

"Datang setahu saya dia enggak melapor. Tetangga juga bilang jarang nampak keluar," ujar Syafri.

JAS menurutnya juga memiliki usaha penyewaan kendaraan atau rental mobil.

"Tidak pernah cerita kalau dia wartawan atau kerja di mana. Masyarakat cerita di sana tidak ada yang mencurigakan," kata Syafri.

Kondisi kontrakan yang disewa JAS merupakan rumah petak dua pintu. Satu pintu yang disewanya dalam keadaan kosong.

Tribun sempat melongok ke dalam rumah. Di dalam tidak terlihat ada satu pun furnitur. Rumah ini juga tidak dibatasi oleh garis polisi.

Syafri juga mengaku jika rumah itu tidak memiliki furnitur, hanya ruangan saja satu kamar tidur.

Saat digerebek, polisi menyita sejumlah kartu HP, atau simcard, dan satu unit laptop. JAS diketahui sudah dua tahun mendiami rumah kontrakan tersebut.

Tetangga Menangis

Else, salah satu tetangga JAS di rumah kontrakan menuturkan bahwa JAS tinggal bersama dua adik perempuannya. Kedua adiknya itu sudah bekerja.

Namun Else tidak mengetahui di mana adik tersangka bekerja. Keduanya pun masih tinggal di rumah kontrakan tersebut.

"Dia mengaku asalnya dari Sorek (Inhu Riau). Sama kami dia baik sama juga dengan tetangga lainnya," kata Else.

Masih menurut Else, seorang tetangganya malah ada yang menangis setelah mengetahui JAS ditangkap polisi.

"JAS sering beli rokok di warung sebelah. Nah, nenek yang punya warung itu menangis setelah tahu Jas ditangkap. Karena selama ini Jas itu sering ngobrol sama pemilik warung kalau lagi beli rokok," kata Else.
Tak hanya itu, kata Else, JAS juga sering membelikan jajanan anak-anak tetangganya.

"Kalau dia lagi ke warung, terus ada anak-anak, dia suka belikan jajan," kata Else.

Walau demikian, katanya, keseharian Jas berada di dalam rumah.

"Dia kebanyakan dalam rumah main komputernya," kata Else.

Else juga tidak pernah melihat ada tamu khusus di rumah itu. Keseharian JAS hanya menggunakan sepeda motor.

"Saya belum pernah lihat kalau ada tamu yang singgah di rumah itu. Rumahnya sepi-sepi saja," tutur Else.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara belum mengetahui adanya penangkapan JAS, koordinator kelompok pengujar kebencian, Saracen di Kota Pekanbaru.

"Diamankan Cyber Crime Polri. Alamatnya saja atau orangnya yang di sini. Saya belum ada pemberitahuan dari Mabes, khususnya dari Cyber Crime," kata Zulkarnain.

Perihal patroli siber, Polda Riau yang memiliki Subdit IT di Direktorat Reserse Kriminal Khusus, katanya, juga melakukannya. Perihal kasus JAS, Kapolda juga akan mempertanyakannya kepada penyidik siber Ditreskrimsus.

"Coba saya tanya penyidiknya dari Cyber crime (ditreskrimsus)," ujarnya.(tribunnews.com)

Label:

Anggap KPK Negara dalam Negara, Fahri Hamzah Ingatkan Jokowi Waspada

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali mengingatkan Presiden Joko Widodo akan bahayanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Fahri mengaku sudah pernah menyampaikan hal itu secara langsung kepada Presiden Joko Widodo pada Ramadan lalu.

"Sekarang saya tegaskan kembali bahaya KPK karena beroperasi sebagai negara dalam negara," tegas Fahri, Jumat (25/8).


Fahri menyatakan hal itu menyusul makin gencarnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Yang terakhir adalah justru menyoroti OTT terhadap Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono karena diduga menerima suap Rp 20 miliar.

Lebih lanjut Fahri, bisa jadi dugaan suap ke Tonny memang benar dan bisa dibuktikan di pengadilan. Persoalannya, katanya, adalah cara penegakan hukumnya.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengatakan, hukum bukan soal hasil, tapi justru tentang cara.

"Penegakan hukum dengan cara yang salah tetap salah. Perang pun ada aturan main, apalagi penegakan hukum," katanya.

Fahri juga menegaskan bahwa OTT dan penyadapan yang dilakukan KPK merupakan tindakan ilegal. Dia menjelaskan, sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi pasal 31 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektrnonik (UU ITE) maka harus merujuk UU.

Bahkan revisi UU ITE menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016 juga memerintahkan penyadapan yang harus menggunakan UU tersendiri. Namun, UU itu sampai saat ini belum ada.

"Dalam ketiadaan UU lalu KPK membuat SOP (standar operasional prosedur, red) yang sampai saat ini tidak pernah dipublikasikan," katanya.

Karena itu Fahri menduga operasi KPK merupakan gerakan klandestin yang membahayakan negara. Ada kemungkinan operasi klandenstin itu dilakoni untuk kepentingan pihak lain guna membisniskan pasar gelap keadilan untuk menghancurkan nama dan reputasi lembaga negara.

"Maka saya ingatkan presiden waspada, karena KPK dioperasikan seperti negara dalam negara. Ada kemungkinan mulai banyak pejabat yang disadap secara sepihak lalu diperas," tuntas Fahri.(boy/jpnn)


Label: , ,

Mengejutkan! Dua Pengacara Memutuskan Mundur untuk Bela Bos First Travel, Alasannya Bikin Miris!

Tampaknya kasus pengadilan kasus dugaan penipuan calon jamaah umrah oleh First Travel kembali menemui babak baru.

Dua kuasa hukum Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan memutuskan untuk mundur saja.


Pertama ada Eggi Sudjana yang secara resmi berhenti jadi kuasa hukum First Travel sejak 16/8/2017.

Tak berselang lama, seorang pengacara bernama Ali Nurdin tampak mengunggah foto bersama dua bos First Travel itu.

Lawyer tersebut berniat membantu mendampingi First Travel untuk segera memberangkatkan puluhan ribu jemaah.


Rupanya Ali Nurdin tak bertahan lama.

Secara mengejutkan, pengacara tersebut memberikan pengumuman kalau sudah tak membela First Travel.


"Assalamualaikum semua...menyikapi perkembangan yang ada antara team kantor dengan anisa dan andika dan ada beberapa hal yang tidak sejalan maka saya mengambil sikap untuk MENGUNDURKAN diri sebagai kuasa hukum FIRST TRAVEL......maka dari itu mulai saat ini saya TIDAK hubunga hukum apapun juga....mudah mudahan ada lawyer lain yang bisa bekerja sama dgn AA dan ada solusi yang bisa memberangkatkan jemaah," ujarnya.

Rupanya alasan Eggy saat mundur jadi pengacara adalah karena tak ada kerjasama yang pas dengan First Travel.

"Kenapa saya mau mundur, klien saya tidak jujur, tidak mau cerita di mana uangnya itu. Tidak mau cerita dikemanakan saja uangnya itu, saya sebagai lawyer tidak diberitahu, bagaimana saya mau membela," ujar Eggi dalam konferensi pers di kawasan Pasar Minggu, Rabu (16/8/2017), sebagaimana dilansir dari kompas.com.

"Saya gondok sama perilaku klien saya tidak mengerti fungsi lawyer, logikanya Anda kasih kuasa ke saya, artinya saya ini diri Anda. Nah saya tidak diperlukan sebagai dirinya sendiri," ujar Eggi.

@rafiyandriana "Kuasa hukumnya pada takut soalnya nilepnya setengah T. Lebih gede drpd korupsi."

@frozneyes "Sukurin gada yg bela. Bermasalah trs sm pengacara"

@idanurulmufida "Yaiyalah mengundurkan diri lha wong udah jadi gembel."

@dewivlo "Pengacara ny skrng cewek min..."


Label: ,

Amazing! Di Lomba Jalan Cepat, Atlit Malaysia Ini Menang dengan Cara Berlari

Netizen kembali menemukan bentuk kesalahan yang ditengarai terjadi di perhelatan olahraga Asia Tenggara SEA Games 2017.

Kali ini ada pada cabang olahraga jalan cepat putri.


Atlet jalan cepat putri Malaysia Elena Goh dianggap telah melakukan kecurangan saat bertanding dalam lintasan 10 ribu meter.

Perlombaan itu berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil pada Rabu (23/8/2017).

Dalam perlombaan itu Elena sukses menghempaskan lawannya Phan Thi Bich Ha.

Phan tertinggal cukup jauh dari atlet berusia 21 tahun tersebut.

Sementara itu di tempat ketiga ada atlet Thailand, Thanaporn Assawongcharoen yang memperoleh perunggu.


Kecurangan Elena terlihat dari sebuah foto yang menggambarkan dirinya seperti berlari.

Padahal hal itu merupakan sebuah pelanggaran dalam jalan cepat.

Jalan cepat mengharuskan kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah.

Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.

Gambar kecurangan Elena diungkapkan oleh akun Facebook Troll ASEAN.




Label:

Pedangdut Cantik Bikin Video 'Mesum' Disorot

Pedangdut Wika Salim mendadak jadi sorotan warganet di dunia maya. Penyanyi yang tenar lewat single Lagi Pengen yang disaksikan ribuan viewers di jejaring sosial Youtube itu mengunggah video soal 'mesum'.

Dalam video singkat yang diunggah di Instagram itu, Wika menyebut soal mesum yang kerap diperbincangkan sebagian orang. Video singkat itu disaksikan 285 ribu netizen.


"Aasssttaaaggaaaaaa ... mungkin syedang khilaf #18+ #janganbaper #jangansotoy #janganmarah #biarinaja #mesum #emangbenerkan #emangiya #masalahbuatlo #," tulis Wika disamping video yang berjudul Mesum Part II.

Netizen pun bereaksi. Mereka mencibir dan menyindir video 'mesum' tersebut.

"Intinya yg buat video ini ingin lebih terkenal biar supaya viralah ahah kalo artismah udah biasa. Gitulah," tulis netizen.

"bikin video yg mutu dikit napa," tulis netizen.

"Mau mesum atau ngga ini pesan moral bos," tulis netizen.

"Iya mba, mari sama-sama berbenah @wikasalim," tulis netizen.

Label: ,

Kembali Tertangkap! Pelaku Pembakar Zoya Ini Ternyata Guru Honorer

Kepolisian Resor Metro Bekasi kembali menangkap pelaku pembakaran Muhammad Al Zahra alias Joya (30).

Joya merupakan terduga maling amplifier di Babelan, Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.


Tersangka yang diamankan berinisial KM (26) dan bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar negeri di daerah Babelan.

"Dia diamankan tanpa perlawanan di rumahnya di Babelan pada Kamis (24/8)," ujar Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Asep Adisaputra pada Jumat (25/8).

Penangkapan KM menambah jumlah tersangka dalam kasus pembakaran yang dialami Joya.
Sebelumnya, penyidik telah mengamankan lima pelaku lainnya berinisial SU (40), NA (39) SD (27), KR (55) dan AL (18).

Dari kelima tersangka, peran SD paling fatal karena dia yang membeli bensin, lalu menyiram hingga menyulut api ke tubuh Joya sampai meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Saudara KM dimintai uang Rp10.000 oleh SD yang kemudian dibelikan bensin eceran," jelas Asep.

Asep mengatakan, polisi masih menggali keterangan KM. Karena sampai saat ini KM mengaku, tidak mengetahui uang yang diminta itu untuk digunakan membeli bensin.

"Tapi yang paling mutlak adalah dia ikut turut menendang saudara Joya. Jadi perannya dua, dia membantu saudara SD membeli bensin dan menganiaya Joya," ungkap Asep.

Menurut Asep, polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya. Meski peran mereka tidak terlalu signifikan, polisi tetap mengejarnya.

Identitas kedua tersangka lagi berdasarkan pengakuan salah satu tersangka.
"Kami mengimbau lebih baik menyerahkan diri karena kemana pun lari, akan kami kejar. Kalian kabur meninggalkan keluarga, ingat mereka perlu dihidupi," kata Asep.
Asep menyatakan, polisi bakal melakukan tindakan tegas dengan menembak tersangka bila melakukan perlawanan saat ditangkap.

Tindakan tegas itu terpaksa dilakukan karena membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat. "Kita lihat situasinya, kalau mereka tidak melakukan perlawanan kami tidak alasan untuk melakukan itu," jelasnya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Joya meninggal karena dibakar massa di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8) petang.

Oleh petugas, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diotopsi.
Sebelum dibakar, Joya sempat diamuk massa menggunakan tangan kosong. Pemicunya, karena diduga mencuri alat pengeras suara milik sebuah musolah di Kampung Suka Tenang RT 01/07, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Aksinya terpergok, hingga dia berlari dengan cara menceburkan diri ke sebuah kali perbatasan antara Kampung Muara Bakti dengan Kampung Suka Tenang.

Warga Kampung Suka Tenang kemudian mengejar tersangka sampai ke Kampung Muara Bakti.
Setelah menyeberang kali dan masuk ke wilayah Kampung Muara Bakti, dia justru diamuk massa hingga tewas karena dibakar. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Berita ini sudah tayang di Warta Kota dengan judul: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Guru Honorer yang Ikut Membakar Joya di Bekasi

Label:

Terkuak! Ternyata Ini Sosok Wanita Penyuka Sesama Jenis yang Berpose Mesra dengan Kiki Hasibuan

Kasus First Travel seakan tak ada habisnya jadi perbincangan masyarakat Indonesia.

Tak hanya tentang kasusnya saja, gaya hidup dan kemewahan bos First Travel juga mendapat perhatian tersendiri dari masyarakat.


Selain Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, polisi juga telah menetapkan adik Anniesa sebagai tersangka, Jumat (18/8/2017).

Kiki Hasibuan atau Siti Nuraidah Hasibuan itu menjabat sebagai direktur keuangan sekaligus komisaris First Travel.

Belakangan publik dibuat heboh karena beredarnya foto Kiki bersama seorang wanita.

Bukan sekedar berfoto bersama, pose Kiki bersama wanita tersebut terlihat layaknya sepasang kekasih yang melakukan pemotretan pre-wedding.

Melihat foto tersebut lantas membuat warganet mengira Kiki memiliki orientasi seksual menyimpang karena menyukai sesama jenis.


Kiki Hasibuan (Instagram)


Kiki Hasibuan (Instagram)

Yang menjadi pertanyaan adalah sebenarnya siapa wanita yang tampak berpose mesra dengan Kiki dalam foto tersebut?

Menurut penelusuran yang Tribun Jabar lakukan, wanita tersebut diduga bernama Hesty Agustin.

Dalam akun Instagramnya, Hesty kerap mengunggah foto dirinya yang berlibur bersama Kiki dan juga keluarga Kiki.

Pada sebuah foto bahkan terlihat Hesty berpose dengan kakak Kiki yaitu Anniesa Hasibuan.


Rupanya Hesty juga turut kecipratan gaya hidup glamor pada bos First Travel itu.

Hal tersebut dapat dilihat dari unggahan Hesty yang terlihat berlibur ke beberapa negara di Eropa hingga ke Arab Saudi.

Lalu terlihat juga dari barang-barang bermerek nan mahal yang melekat pada tubuh Hesty.

Meski Hesty terakhir mengunggah foto pada 2014 lalu, tampaknya banyak warganet yang tetap memberikan cacian di unggahan terakhirnya.

@sararizki : Belinya pake duit hasil ngrampok calon jamaah ya mbak? Malu ih mending pake tas kresek aja mbk drpd pake tas hasil branded hasil jual tubuh. Seyyyeeemmmm.

@kimi_abigail : Loh pacarnya ternyata cewek toh? Gapapa yg penting kaya ya tapi sekarang udah ga kaya lagi, masih mau kah?

@ice_cream_vanilla : Ciyeeee....dibeliin cowoknya...eh ceweknya, Tas branded, tapi pake duit orang-orang yang mau ibadah ke tanah suci.

@chloee_chloe02 : Kasian udh makan uang haram plus apem makan apem miris.com turut berbelasungkawa.

@quirrky : ciee dibeliin pake hasil nipu jamaah ya? maknyuss.

Beredar Foto Kiki Hasibuan yang Diduga Penyuka Sesama Jenis

Polisi telah menetapkan adik bos First Travel Anniesa Desvitasari Hasibuan, Kiki Hasibuan atau Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka.

Hal itu terungkap melalui laporan resmi Bareskrim Polri, Jumat (18/8/2017) lalu.

Kiki Hasibuan menyandang jabatan sebagai direktur keungan sekaligus komisaris First Travel.

Menurut laporan polisi, Kiki ikut bertanggung jawab terkait gagalnya ribuan calon jemaah berangkat umrah.

"Dia Komisaris, sebagai direktur keuangan dia mengerti cara kerja yang dilakukan direktur utamanya, dia mengerti adanya tindak pidana," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak, dikutip Kompas.com.

Nama Kiki Hasibuan terus sebut-sebut lantaran penampilannya yang seperti lelaki.

Jika sebelumnya beredar foto Kiki beserta kemewahannya, kini publik tengah dikejutkan dengan foto lainnya.

Dari foto-foto yang beredar nampak Kiki Hasibuan sedang berpose dengan seorang wanita.

Bukan sembarang pose, banyak foto yang menunjukkan kemesraan Kiki bersama pasangan wanitanya.

Foto yang diunggah oleh akun instagram korbanfirsttravel itu memperlihatkan penampilan Kiki yang memakai jas.

Sementara, pasangan wanitanya memakai gaun berwarna kuning dan hitam.

Keduanya nampak melakukan sesi foto mirip pra-nikah.

Di foto lainnya juga semakin menunjukkan kemesraan Kiki Hasibuan dengan pasangan sesama jenisnya.

Kiki nampak sedang memeluk wanita tersebut di atas kasur.

Adapula foto keduanya yang sedang berada di dalam mobil.

Pada kolom keterangan, akun instagram korbanfirsttravel menulis "Mengenal lebih dalam tentang pasangan teromantis di FT #infoDM

Sebenarnya saya sendiri tidak mempermasalahkan kelainan yang dimiliki KH tetapi yang jadi masalah kelakuannya. Abis nipu, foya2!"


Kiki Hasibuan (Instagram)

Seperti diketahui, adik kandung Anniesa Hasibuan ini juga kerap menampilkan foto jalan-jalan ke luar negeri.

Bahkan, beredar pula foto dirinya bergaya di depan mobil BMW Z4 yang harganya mencapai Rp 1 Miliar.

Sama seperti sang kakak, gaya hidup Kiki Hasibuan pun terkenal mewah.

Dari bukti petunjuk yang ditemukan penyidik, nama Kiki Hasibuan pun digunakan dalam pembelian sejumlah barang berharga. (Tribun Jabar/ Amalia Qisthyana)

Label:

Terhenti di America's Got Talent, Begini Curhat Penyesalan Demian Aditya

Magician Demian Aditya dipastikan sudah tak bisa melanjutkan aksinya di America's Got Talent. Kini, ia pun mengungkapkan kekesalannya di Instagram.

Demian Aditya memposting foto orang-orang di balik setiap pertunjukannya di ajang internasional tersebut. Dalam unggahannya, ia juga menyelipkan sedikit rasa ketidakpuasannya terhadap aksinya yang kurang klimaks di babak perempatfinal America's Got Talent.


"Liat... Begitu banyaknya manusia yg ngebantu kelancaran performance malam itu, kita saling antisipasi akan semua hal yg mungkin terjadi, dan itu semua demi penampilan yg terbaik pada live show. Apa ada yg tau?? Nggak pastinya, karena kebanyakan cm liat dr luarnya aja dan bilang: 'Demian bego bgt sih udah tau mau main live show di AGT tapi alatnya gak di cek ulang'. Kurang apa sih gw pada malam itu, yg ngebantu dibelakang gw adalah orang yg udah 15th ngebantu illusionist terbaik dunia, konsultan terbaik sepanjang masa," tulis Demian di Instagram.

"Tapi TUHAN berkata lain, Awalnya memang susah bgt diterima, karena kesalahan yg terjadi malah bukan karena gwnya, melainkan faktor pendukungnya dan itu diluar kuasa semua orang yg ada disitu. Kesel?... pasti lah. BUKAN karena gak lolos ke semifinal, tapi karena gw merasa tidak puas sama performance gw sendiri, ibaratnya ngerasa kalah sblm berperang," lanjutnya.


Meski begitu, suami Sara Wijayanto itu tak mau larut dalam rasa kecewa. Ia pun sudah siap untuk kembali beraksi dengan pertunjukkan yang lebih menantang lagi ke depannya.

"Cuma yg terjadi ya udah terjadi. Gw harus bisa melangkah dan menjadikan semuanya menjadi pelajaran yg terbaik dalam hdup, mungkin ini artinya bahwa gw masih dikasih kesempatan buat lebih baik lagi lewat jalan yg lain dari-NYA. Bukan lewat AGT... AGT cm faktor pendukung menuju kesuksesan gw yg lainnya. So... I'm ready to face to face again with another death-defying act then," tutup Demian.

Langkah Demian Aditya terhenti di America's Got Talent setelah dua juri memutuskan memencet tombol X, tanda tak menyukai penampilannya di babak perempatfinal. Meskipun gagal lolos, para netizen tetap memberikan dukungan dan merasa bangga Indonesia memiliki sosok Demian yang bisa mewakili di ajang tersebut.(detik.com)

Label:

Hah, Kali Ini Ayu Ting Ting Pamer Paha di Depan Irfan Hakim dan Ruben

Pedangdut Ayu Ting Ting kembali membikin heboh dunia media sosial (medsos) karena tampil sangat seksi di depan dua artis cowok ini.

Ayu seperti mempertontonkan paha mulusnya kepada khalayak, terutama dua artis cowok yang mengapitnya yaitu Irfan Hakim dan Ruben Onsu.


Sebelumnya, Ayu juga mendapat bully dari warganet (netizen) karena membuka bajunya hingga bagian perutnya terlihat jelas.

Penelusuran Wartakotalive.com, dia melakukan tindakan itu dua kali dan dalam dua kesempatan berbeda. Video Ayu membuka baju itu telah menjadi viral di media sosial.

Kali ini, Ayu mengenakan baju warna oranye yang yang sangat pendek dan kemudian seperti diangkat sehingga bagian pahanya terlihat jelas.

Foto Ayu itu diunggah di akun instagram Ruben Onsu sekitar 10 jam lalu.

Ruben menulis status @ruben_onsu: Bekerja saja #rubenonsu #realbensu #justruben #jalani_nikmati_syukuri #janganlupabahagia #senyuminaja


Foto ini tentu saja mengundang berbagai komentar warganet.

Marya_2603: Mbok ya sudah to......... kalopun si raffi di rebut ATT sudah dari dulu mungkin si Rafii ninggalin gigi.

Kalopun Raffi suka sama ayu sudah dari dulu mereka nikah.

Mrsindrisyarifudin_inka: Anak solehahnya pak haji dan bu haji sekarang udah berani pamer paha ye keren lah @ruben_onsu

Yanaputrasetiaaja: @ruben_onsu kk tolong datangin @andiarsyil dong dg @ayutingting92 ...adem banget pasangan ini semoga allah menjodohkan mereka...

Salsabila_bennaces02: Ini acara baru ayu dan ruben judulnya #sik asik @yuli_mahmudah @sri316hodijah sudah pernah tayang minggu pagi jam 8.30 tgl 13 agustus 20117 di youtube sudah ada kalo mau liat, dan yg sekarang ini taping kemungkinan akan di tayangkan u hari minggu besok.. demikian mb..

Athaaya12: acara apa an nih ka @ruben_onsu ?

Van_nisti: Anak soleha kok roknya pendek2 trus

Wahidaahmad92: Bkn ngurusin mba @miladelimalubis , cm mengingatkan krn sesama muslim. ✌ Emosian banget sih mba, istighfar.. 

Friskateti: gila nih gaya host super kece mantep banget. i like it dah ah

Label:

Memanas! Polisi Akan Panggil Semua Nama di Struktur Organisasi Kelompok Saracen

Penyidik Bareskrim Mabes Polri berencana memanggil nama-nama yang tercantum dalam Kelompok Saracen yang menyebarkan ujaran kebencian dan SARA melalui akun media sosial Facebook. Mereka membuat struktur organisasi di dalam sebuah situs website Saracennews.com.

"Penyidik untuk ke depannya perlu mengundang pihak yang namanya ditulis di situ untuk mengklarifikasi. Syukur-syukur nama yang ada di situ langsung ke Bareskrim untuk mengklarifikasi. Ya, kan lebih bagus," kata Kepala Bidang Mitra Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Awi Setiyono di Mabes Polri, Jumat (25/8/2017).


Menurut Awi, pemanggilan nama-nama yang yang tercantum pada Sindikat Saracen, hanya untuk sebagai klarifikasi. Apakah nama itu menjadi pengurus, atau hanya sekadar klaim dari kelompok Saracen.

"Tapi itu perlu klarifikasi.Takutnya kan nama ini dicatut atau gimana. Ini masih proses. Masih perlu pendalaman," ujar Awi.

Ketiga tersangka, antara lain, JAS ( 32) ketua grup Kelompok Seracen , MFT merupakan koordinator grup Saracen (43) dan SRN (32).

Polisi mengamankan barang bukti, berupa flashdisk, laptop, telepon genggam, hard disk, dan memory card.

JAS dikenai Pasal 46 ayat 2 jo Pasal 30 ayat 2 tentang Tindak Lidana Ilegal Akses dan atau Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang lTE.

Sedangkan MFT dan SRN dianggap melakukan ujaran kebencian dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasa| 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dan atau pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE.(suara.com)

Label: ,

Mencari Obat Mujarab untuk Jakarta yang “Sakit”…

Ibarat seseorang sedang "sakit keras", inilah gambaran untuk sosok Jakarta, kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa. Sulit menemukan resep yang tepat untuk menyembuhkannya.

Sesungguhnya, berbagai resep telah dicoba untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang manusiawi. Namun, ibukota Indonesia ini tetap saja kusut dan semrawut, seolah hanya keajaiban yang bisa membuatnya lebih baik.


Kenyataan, hal itu memang sungguh menjengkelkan. Tak lain, karena Jakarta adalah pusat pemerintahan, sekaligus juga pusat perdagangan dan industri di Tanah Air.

Demikian besar dana telah dikucurkan untuk membangun Jakarta. Bahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta jauh lebih besar ketimbang kota-kota lainnya, mengingat statusnya sebagai etalase utama Indonesia.

Pemberian prioritas sangat tinggi kepada Jakarta memang tampak dari APBD. Bahkan, dengan kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, APBD Jakarta lebih besar 9 kali lipatnya.

Tahun lalu APBD Jakarta adalah Rp 67,1 trilliun, sementara Surabaya hanya Rp 7,9 trilliun. Perbandingan penduduk Jakarta dengan Surabaya adalah 10 juta banding 2,9 juta.

Dus, suka atau tidak, Jakarta masih akan menjadi magnet raksasa bagi jutaan perantau dari berbagai daerah di Nusantara. Pembangunan infrastuktur di Jakarta yang lebih massif dan cepat dibandingkan kota-kota lain akan memperkuat keyakinan para pemburu pekerjaan bahwa Jakarta adalah kota paling menjanjikan.

Ya, orang terus berbondong-bondong datang ke Jakarta. Mereka tak perduli bahwa Jakarta sesungguhnya sudah lama “kedodoran” menghadapi melesatnya jumlah penduduk.

Kenyataan itu, sebagaimana juga kota-kota besar lainnya, terjadi akibat kapasitas Jakarta untuk mengembangkan dirinya semakin terbatas. Luas wilayah dan kondisi keuangan negara adalah batasan yang terlalu sulit ditembus untuk Jakarta mengembangkan dirinya.

Hal itu kemudian menyebabkan Jakarta sering mengalami kesulitan meladeni tingginya laju pertumbuhan penduduk akibat kelahiran dan serbuan perantau, meskipun pembangunan dilakukan 24 jam setiap hari.


Dalam kondisi seperti itu, jelas sekali, Jakarta membutuhkan kerjasama dengan wilayah di sekitarnya. Jakarta perlu berbagi beban sekaligus keuntungan dengan para tetangganya.
Dengan kata lain, butuh langkah kongkret untuk membangun hubungan saling menguntungkan dengan para tetangganya. Upaya itu wajib digerakkan secara jelas dan tegas.

Memang, Jakarta dan sekitarnya bukanlah pengecualian. Di tengah ketatnya persaingan ekonomi global, percepatan pembangunan terintegrasi bersifat antarwilayah tak terhindarkan. Ini karena Jakarta dan sekitarnya berpotensi besar menjadi pusat perekonomian dan permukiman strategis tak hanya bagi Indonesia tapi bahkan Asia.

Tujuan pembangunan terintegrasi semacam itu adalah untuk menghabisi inefisiensi ekonomi yang telah membuat arus barang dan orang tersendat sendat, dan biaya produksi menjadi mahal. Keberhasilan memerangi inefisiensi tentu saja berbuah pada kemampuan kota membangun kawasan pemukiman yang nyaman, sehat, dan aman.

Untuk semua itu pembangunan infratruktur harus memperoleh prioritas utama. Tanpa infrastruktur memadai, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan mustahil bisa tercapai.

Keterlibatan swasta

Kini, sudah terbukti di berbagai belahan dunia, bahwa kualitas dan kuantitas infrastuktur menentukan tinggi rendahnya investasi, yang kelak sangat diperlukan untuk menekan angka pengangguran dan kejahatan, serta meluasnya kawasan kumuh.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di Jakarta tahun lalu mencapai 6,12 persen, sementara rata-rata nasional adalah 5,61 persen. Maka, jika arus perantau ke Jakarta dibelokkan ke tetangganya, tak mustahil bisa persentasepengangguran di Jakarta merosot di bawah rata rata nasional.

Jelas betul, bahwa peran swasta tak bisa disepelekan. Sebabnya, tak mungkin APBN dan APBD sanggup memenuhi semua kebutuhan pembangunan yang bersifat antarwilayah.

Pun, lembaga keuangan dunia sekelas Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) juga ikut mendorong keterlibatan swasta dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan antarwilayah dalam format jangka panjang. Mereka percaya, itulah resep paling mujarab untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang sehat.

Manfaat dari semua hal di atas bagi Jakarta sebagai ibukota negara adalah bisa membebaskan diri dari banjir yang menerjang setiap musim hujan, kebakaran kampung yang berkobar berkali kali setiap tahun, kawasan kumuh yang meluas, dan kemacetan yang sudah lama menjadikan Jakarta bak ladang “penyiksaan” di jalan raya.

Label:

Susi: Sampean Demo Aku, tapi Kalau Ada Apa-apa Minta Tolong Aku

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali meminta nelayan Pantura untuk meninggalkan alat tangkap cantrang dan beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

Susi menuturkan, penggunaan alat itu tak hanya berdampak buruk kepada ekosistem laut namun juga berpotensi memicu konflik sesama nelayan di pulau lain yang menolak penggunaan cantrang.


"Nanti udah berantem, Ibu lagi yang suruh bantu kalau ditahan Polisi. Sampean demo aku, (tapi) kalau ada apa-apa minta tolong aku," ujar Susi dalam acara pemberian layanan perbankan untuk nelayan Pantura di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Sontak, para nelayan Pantura, pejabat KKP, hingga pejabat BRI yang datang dalam acara itu tertawa geli mendengar celotehan menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat itu.

Dalam acara itu, BRI memberikan bantuan permodalan Rp 11,8 miliar kepada 6 kelompok nelayan Pantura untuk mengganti alat tangkap cantrang ke alat tangkap lain yang lebih ramah lingkungan.

Pemberian modal bantuan kepada nelayan Pantura adalah bagian dari sinergi KKP dan BRI. Diharapkan dengan bantuan itu maka para nelayan Pantura lebih cepat beralih menggunakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

"Program pemerintah itu tidak yang untuk menyulitkan masyarakatnya. Kalau bantuan BLT Rp 500.000 buat apa? Beras dapat berapa kilo? Dimakan seminggu habis, ya toh" kata Susi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin nelayan di Indonesia dipermudah mendapatkan alat penangkap ikan pengganti cantrang.

Sebab Presiden mendapatkan laporan bahwa banyak nelayan yang kesulitan membeli pengganti cantrang karena mahal.

Nelayan yang kesulitan membeli alat pengganti cantrang terdiri dari dua kategori, yakni nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross Ton (GT) atau yang disebut nelayan kecil dan di atas 30 GT.

Bagi nelayan dengan kapal di bawah 30 GT, KKP sudah menganggarkan Rp 124 miliar untuk pengadaan pengganti cantrang. Namun diakui Istana, pembagian alat tangkap itu masih minim.

Presiden Joko Widodo juga sudah memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terkait kebijakan pelarangan cantrang bagi nelayan Indonesia.

Presiden meminta ada perpanjangan masa transisi bagi nelayan untuk mengganti cantrangnya hingga akhir 2017.

Label: