Ditanya soal Peresmian Simpang Susun Semanggi, Ini Tanggapan Ahok

Pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, I Wayan Sudirta, mengungkapkan tanggapan kliennya saat ditanya soal peresmian Simpang Susun Semanggi (SSS) pada 17 Agustus 2017 lalu.

"Saya waktu itu ada titipan pertanyaan wartawan; gimana komentarnya mengenai peresmian jembatan 17 Agustus, apa komentar Pak Basuki?" kata Wayan kepada Netralnews.com, Rabu (23/8/2017).


Namun rupanya, Ahok enggan berkomentar banyak. "Ah saya nggak mau berkomentar," ujar Wayan meniru ucapan Ahok saat bertemu di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, tempat di mana Ahok menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

Dari jawaban Ahok itu, Wayan mencoba mengartikan apa makna di balik sikap kliennya tersebut. Menurutnya, Ahok tak perlu menjawab karena masyarakat dapat melihat dan membedakan antara emas dan loyang.


"Tapi kalau saya mengomentari sikap dia, toh rakyat sudah tau siapa yang buat, siapa yang merancang, dan bagaimana manfaatnya untuk rakyat, apakah rakyat diuntungkan dengan itu, pasti rakyat tahu sendiri," papar Wayan.
"Rakyat jangan digurui, rakyat sudah mampu melihat sendiri dengan kecerdasannya mana emas mana loyang, mana benar mana salah, itu komentar saya bukan dia ( Ahok)," tandas Wayan.

Sebelumnya diberitakan, jembatan layang Simpang Susun Semanggi dirancang dan dibangun sejak Ahok masih menjawab jadi gubernur, kemudian disempurnakan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Jembatan SSS open traffic sejak (28/7/2017) lalu, dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada (17/8/2017) malam. Pembangunan jembatan Simpang Susun Semanggi lebih cepat dari target awal. Sebelumnya proyek tersebut ditargetkan selesai Oktober 2017.

Pembangunan Simpang Susun Semanggi tidak menggunakan dana APBD DKI, tapi dibiayai dari dana kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Jembatan lengkung terpanjang di Indonesia itu terdiri dari dua ramp, yakni dari arah Cawang menuju Bendungan Hilir hingga Bundaran HI dan arah Tomang menuju Blok M.

Sementara kupingan Semanggi eksisting hanya bisa digunakan untuk kendaraan berputar dari arah Slipi kembali ke arah Slipi dan dari arah Cawang kembali ke Cawang serta gerakan belok kanan dari Blok M menuju Cawang dan dari Bendungan Hilir menuju Slipi-Tomang.






loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer