Menkeu Sri Mulyani Buka-bukaan soal Darurat Utang, Jawabannya Bikin Kaget

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati diajukan pertanyaan mengenai apakah Indonesia sudah dalam kondisi darurat utang, seperti yang diselalu disebarkan pihak pihak tertentu di media sosial.

Pertanyaan menohok ini dilontarkan Rosiana Silalahi saat Menkeu Sri menjadi bintang tamu program Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (10/8/2017) malam.


Sekadar informasi, utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.667 triliun per 30 April 2017, naik Rp 201 triliun dibandingkan posisi Desember 2016.

Dalam program itu hadir pula Kasi Penilaian Sumber Daya Alam Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Ahmad Fauzi. Fauzi bertugas melakukan penilaian hutan.

Sri Mulyani menyatakan Indonesia tidak dalam kondisi darurat utang.

Dia mengibaratkan utang itu ibarat kartu kredit.

Dalam mengajukan kartu kredit, maka sesuaikanlah limit maksimal dengan kemampuan membayar.

Apabila pendapatan seseorang Rp 10 juta, maka mintalah kartu kredit yang limit maksimalnya Rp 1 juta. Kemudian, apabila pendapatan seseorang mencapai Rp 25 juta, maka limit maksimal yang seharusnya diajukan adalah Rp 5 juta.

"Itu tidak berarti bahwa Anda punya limit Rp 5 juta kemudian Anda bilang situasinya lebih buruk dari yang Rp 1 juta. Harus dilihat dari kemampuan dan size ekonomi keseluruhan," jelas Sri Mulyani.

Sri berkilas balik ke periode tahun 1997-1998 ketika ada pergantian dari era Orde Baru ke era Reformasi yang menghasilkan presiden-presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.

Perubahan besar tersebut terjadi bersamaan dengan krisis ekonomi. Akibatnya, negara harus menanggung perbaikan sektor keuangan yang waktu itu tengah dilanda krisis.

Sri mengatakan, jumlah tambahan utangnya besar sekali hingga mencapai seratus persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan utang yang sebegitu besar, maka Indonesia nyaris tak bisa bernapas dengan leluasa.

Ini membuat presiden-presiden berikutnya memikirkan dan melakukan serangkaian upaya penghematan. "Membuat APBN sehat dulu supaya kita tidak mengalami krisis utang," jelas Sri Mulyani.

Rosiana sempat heran dengan pekerjaan Fauzi yang dipandang aneh tersebut.

"Kemenkeu inisiatif menyajikan nilai sumber daya alam, semua sumber daya alam dari hutan sampai laut. Kami belajar menilai hutan, diukur," jelas Fauzi.

Menjadi seorang penilai hutan, Fauzi mau tak mau harus masuk ke dalam hutan belantara. Di sana, ia melakukan penilaian terhadap seluruh "kekayaan" Indonesia yang ada di dalam hutan.

Menjelaskan apa maksud penilaian tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa seluruh kekayaan negara, baik di bumi, air, dan sebagainya merupakan milik negara.

Semua itu masuk ke dalam kekayaan negara yang dihitung dan merupakan kekayaan untuk masa depan Indonesia pula.

"Jadi kenapa takut utang? Harta kita itu masih banyak sekali," ujar Sri Mulyani.

Ia pun mengungkapkan, tugas Ditjen Kekayaan Negara adalah membukukan, mengadministrasi, merapikan, menilai, dan menjaga seluruh bentuk kekayaan negara.

Sehingga, kekayaan itu tidak diambil oleh pihak manapun yang tak bertanggung jawab.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Sri Mulyani pernah menyatakan, kondisi utang pemerintah terus naik dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu diakibatkan kondisi anggaran negara yang terus mengalami pelebaran defisit. Defisit Anggaran berarti penerimaan negara lebih kecil dibandingkan anggaran yang harus dibelanjakan.

Kecilnya penerimaan negara dipengaruhi banyak faktor mulai dari lesunya ekspor impor hingga loyonya penerimaan pajak.

Di dalam kondisi itu, pemerintah mau tidak mau menambal defisit dengan utang. Tanpa itu, anggaran tidak akan mencukupi pembiayaan pembangunan yang sudah disusun di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN

Berita ini sudah tayang di kompas.com: Sri Mulyani: Kenapa Takut Utang? Harta Kita Banyak





loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer