Sstt…Ada ‘Orang dalam’ Ingin Hancurkan KPK

Banyak yang meyakini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menghadapi serangan dari berbagai arah yang bertujuan untuk melemahkan kinerja pengusutan kasus-kasus korupsi.

Seragan tersebut bukan saja ditujukan kepada perseorangan seperti Novel Baswedan, melainkan juga kepada KPK secara kelembagaan.


Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak bahkan menyebut di dalam lembaga antirasuah ada ‘kuda troya’.

“Itu memang punya motif untuk melakukan pelemahan secara masif dari dalam KPK,” ujarnya dalam video yang dikirm ke JawaPos.com (grup pojoksatu.id), Rabu (23/8).

Novel Baswedan. Foto via jpnn

“Seperti juga diduga ada kerjasama kongkalikong, internal KPK dengan para politisi di DPR, dengan instansi hukum lainnya, melemahkan kpk dari dalam secara masif,” lanjutnya.

Masuknya ‘kuda troya’ itu, dilihatnya ada agenda pelemahan yang terstruktur, sistematis dan masif yang dilancarkan koruptor dan kroni-kroninya untuk menghancurkan lembaga tersebut.

Hal itu didasarkan atas upaya-upaya pelemahan melalui penyerangan atau tuduhan-tuduhan terhadap Novel yang sekarang sedang menunggu proses operasi tahap kedua.


Wakil Ketua Pansus Angket Fraksi PDI-P Risa Mariska (kanan) dan Anggota Pansus Angket KPK Fraksi Golkar Muhammad Misbakhun (kiri), menjawab pertanyaan wartawan usai menggelar rapat tertutup di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/7). Dalam rapat tersebut Pansus mengagendakan akan mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit aliran dana hibah dari KPK ke ICW, meminta pendapat dari sejumlah ahli hukum tata negara diantaranya adalah Yusril Ihza Mahendra dan Romli Atmasasmita, serta akan mendatangi para terpidana KPK umtuk dimintai keterangan. Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka

“Masih dilakukan untuk benar-benar hancurkan KPK dari dalam maupun dari luar. Sekaligus untuk mengamankan kasus-kasus korupsi yang sedang terjadi,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta semua elemen masyarakat agar terus mendukung dan ikut mengawasi lembaga antirasuah dari serangan balik korutor dan para pendukungnya.

“Di sini pentingnya perhatian publik untuk support seluruh aparatur negara yang punya komitmen kuat untuk melakukan pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, itilah ‘kuda troya’ muncul dalam kisah perang terbesar dalam sejarah Yunani kuno.

Dalam perang tersebut, Bangsa Akhia (Yunani) menyerang Kota Troya dengan kekuatan penuh namun gagal menembus benteng pertahanannya yang kokoh.

Wakil Ketua DPR RI fahri Hamzah. Foto via Jawa Pos

Untuk mengalahkannya, Yunani menggunakan kuda kayu raksasa yang saat itu disimbolkan sebagai pernyataan menyerah atau hadiah kemenangan atas peperangan.

Namun, di dalam kuda kayu tersebut diisi pasukan yang cukup banyak agar bisa menyusup masuk ke dalam benteng.

Dengan strategi ini, Bangsa Akhia akhirnya bisa menghancurkan Kota Troya dalam semalam saja.
(wnd/jpc/ruh/pojoksatu)





loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer