Senin, 14 Agustus 2017

Tolak FDS Teriak "Bunuh" Adalah HOAX Karangan Web PortalIslamID. Lihat Ini Faktanya!

Hari ini (13/08/2017) tersebar di medsos hasil sebaran berita portal-islam.id dan krono-kroninya menyebut Demo Tolak FDS Peserta Aksi Teriakan Bunuh Menteri.

Di dalam berita yang dimuat portal-islam.id dilampirkan video yang nampak seperti atribut NU dan anak-anak yang berjoged-joged. Seakan semakin menambah keyakinan pembaca.


Ingin menyudutkan NU, mereka ingin menyamakan demo FDS dengan Demo 212 yang mlekotrok penuh dendam kesumat itu.

Padahal berita yang dibuat tersebut cacat! Tidak ada keterangan dimana lokasi aksi tersebut. Asal ada bendera NU saja, langsung dech disebar mecicil tanpa melek. Intinya, di mana ada NU, di sana semut alumni 212 banyak yang mengerungi.

Anehnya, banyak juga caption yang menyebut demo tersebut dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.

Berniat konfirmasi, Dutaislam.com (13/08/2017) mewawancarai Katib Syuriah PCNU Purbalingga, Raghib Abdurrahman. "Sampai saat ini di Purbalingga belum ada demo apapun tentang FDS," kata Raghib, Ahad (13/08/2017) malam.

Menurut Raghib, demo di eks Karisidenan Banyumas baru dilaksanakan di Purwokerto saja. "Tentang demo di Pubalingga baru akan dibahas Senin besok, itu pun tadi pagi Sekretaris PCNU mengirim WA untuk diundur," lanjut Raghib via saluran telepon langsung.

Lalu itu demo di mana? Berdasarkan penelusuran redaksi Dutaislam.com, video yang hampir serupa ditemukan di Lumajang sewaktu tolak FDS. Redaksi mengindikasi karena ada suara "satu komando, satu tujuan" di video yang beredar menyudutkan NU itu.

Ini video yang di Lumajang, Jawa Timur:

Lihatlah cara menggoreng video di atas sebagaimana dilakukan postal-islam.id dan siber kreminya. Langsung ke lokasi saja: https://twitter.com/ahlulbadr896/status/896640848422514690


Gus Nawawi Sebut Video Aksi Tolak FDS di Lumajang Adalah Hoax Bikinan Kelompok Radikal

Menanggapi penggiringan opini miring soal aksi Tolak FDS di Lumajang yang digelar di area gedung DPRD Senin (07/08/2017) pagi, Gus Nawawi, Kordinator Umum Aksi, menyebut ada kelompok yang ingin membenturkan NU dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Video yang pertama kali diunggah oleh situs kurangajar bernama portal-islam.id itu, kata Gus Nawawi, adalah hoax. "Sebelum masuk arena lokasi ada yel yel resmi, tidak sepeti yang ada di video yang tidak jelas teriakan katanya, mundur menterinya atau puber menterinya," jelasnya kepada Dutaislam.com, Senin (14/08/2017).

Namun, gara-gara diunggah oleh kelompok anti NU, kejadian di video seakan-akan ada di dalam aksi. "Aksi itu bukan dalam koridor aksi yang kita mulai," terang Gus Nawawi via saluran telepon langsung.

Gus Nawawi pun akhirnya menerangkan kronologi kejadian aksi tersebut:


Jam 08.00 WIB pada Senin, 7 Agustus 2017, seluruh pimpinan aksi sudah berkumpul di tempat utama aksi. Tidak ada acara longmarch. Karena acara utamanya adalah istighotsah.
Setelah para pimpinan aksi berkumpul. pombongan mulai berdatangan dan aparat keamanan berseragam lengkap juga sudah berjaga di lokasi.
Ada satu pesantren yang lokasinya berdekatan dengan lokasi utama aksi, yakni Pesantren Kiai Syarifuddin. Mereka harus berjalan kaki menuju lokasi. Namun karena dianggap akan memacetkan jalan, akhirnya rombongan itu dipecah.
Sebelum masuk arena lokasi, ada yel yel resmi yang sama sekali tidak nampak seperti yang ada di video hoax tersebut.
Sekitar pukul 08.30 WIB, rombongan yang tidak ikut kordinasi langsung itu meneriakkan ucapan yang seolah mengancam menteri.


Saat mereka datang, Cak Nash yang menjadi korlap aksi melakukan kordinasi dengan pihak keamanan agar mereka cepat masuk area acara karena istighostah segera dimulai. Gus Nawawi pun menemui rombongan tersebut dan menyatakan, "siapa pun yang di luar satu komando, silakan keluar," ujarnya.

Mereka yang teriak begitu, tambah Gus Nawawi, terprovokasi sebentar oleh salah satu oknum yang ikut aksi. "Dia tidak pakai yel yel resmi, namun dia sudah kita tarik ke atas truk dan ikut istighatsah," tandasnya kepada Dutaislam.com.

Pihak keamanan pun merasa terbantu atas aksi tolak FDS di Lumajang yang berjalan damai tersebut. Aksi itu dianggap aparat tidak selaiknya aksi mahasiswa yang berjalan liar tak terkordinir. Yang pasti, yang terjadi di Lumajang bukan demo, namun aksi damai dengan istighostah lalu dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap bersama antara pimpinan aksi dan DPRD.

"Setelah istghatsah, hanya ada tambahan orasi dan pernyataan 5 menit DPRD, selesai sudah," terang Gus Nawawi yang menyebut aksi itu benar-benar aksi santri, bukan aksi politis Pilkada ala 212. [dutaislam.com/ab]

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda