Sabtu, 23 September 2017

Presidium Alumni 212 Akan Gelar Aksi 299

Presidium Alumni 212 akan menggelar Aksi Bela Islam 299 di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jumat (29/9/2017), untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Insya Allah," singkat Ketua Presidium Alumni 212 yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma'arif saat dikonfirmasi Netralnews.com terkait kebenaran kabar Aksi 299, Sabtu (23/9/2017).


Aksi yang rencananya dihadiri sekitar 200 ribu massa ini juga dimaksudkan untuk menyatakan penolakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Ikuti aksi tolak Perppu Ormas, tolak PKI, bersama 200rb kaum muslimin 29/9/2017 Pukul 09.00 - 17.00 di depan DPR RI," begitu bunyi undangan yang tersebar di media sosial.

Selain itu, undangan aksi bertajuk 'Perppu Ormas: Anti Islam dan Lindungi PKI' ini juga menyatakan jika Perppu Ormas hanya menyasar kelompok tertentu, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ulama, dan aktivis Islam.

"Perppu Ormas hanya untuk membubarkan HTI, menangkap ulama, dan aktivis Islam. Sementara Gerwani, IPI, LBH, Underbow PKI dibiarkan tumbuh subur," demikian isi undangan aksi 299.


Label: ,

Video Jenderal Gatot Tak Segan Segan Akan Serbu Polisi Jadi Heboh, Ini Reaksi Menkopolhukam Wiranto

Berikut ini cuplikan orasi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo dihadapan para senior TNI ( purnawirawan TNI) saat acara silaturrahmi nasional TNI :

"Tapi datanya pasti kami akurat, ada kelompok institusi yang akan membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu pak , ada yang memaksa, ada yang mempidanakan,untuk apa? ada.


Dan data data kami, intelejen kami akurat ,kami masuk pada seluruh intinya pak, tapi hanya untuk kami saja ini pak, karena kalau tidak pak, bahkan TNI pun akan dibeli, tidak semuanya disini bersih pak,jujur saya katakan, ada yang sudah punya keinginan dengan cara amoral untuk mendapatkan jabatan

Dan saya berjanji , mereka akan saya buat merintih pak bukan hanya menangis, biarpun itu jenderal, karena ini yang berbahaya pak

Kalau sudah TNI sempat dikuasai politik, selesai sudah negara ini .ujung ujungnya nanti pasti kita tidak akan berbuat apalagi pak

Undang undang pidana militer masuk, segalanya masuk, itulah awal dari perkelahian .dan itulah awal kehancuran negara, maka apapun akan kami lakukan ,kami mohon doa restu saja pak

Memakai nama presiden, seolah olah itu dari presiden yang buat,padahal itu bukan presiden , informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan disini ( disambut tepuk tangan hadirin)

Dan polisipun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, dan bisa menembak pesawat dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada, ini ketentuan" Tegas panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo

Videonya bisa dilihat dibawah ini :

 


Reaksi Menkopolhukam Wiranto

Isu adanya institusi negara mengimpor 5 ribu senjata mencatut nama Presiden Jokowi mencuat.

Isu ini ramai di media sosial twitter.

Bermula dari kicauan akun radio Elshinta yang mengutip ucapan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo.

Ucapan itu yang dikicaukan akun radio Elshinta itu kemudian menyebar luas.

Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros)

Twitter Ads info and privacy Sebenarnya, itu adalah ucapan Panglima TNI saat memberi pidato di acara silaturahim TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (21/9/17).

Acara ini dihadiri Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang juga mantan Danjen Kopassus.

Informasi yang diperoleh sebenarnya apa yang disampaikan Panglima TNI itu untuk internal. Namun karena sudah ramai di media sosial, isu itu pun akhirnya menyebar.

Wartawan kemudian mengkonfirmasi ke Wiranto perihal ucapan Gatot, yang menyebut ada institusi yang mengimpor 5 ribu senjata mencatut nama Presiden.

Kebetulan Wiranto tengah menghadap ke Presiden untuk memberi laporan.

"Tanya Panglimalah," tegas Wiranto saat ditanya wartawan soal statemen Panglima TNI.

Namun, Wiranto mengaku dia sudah melaporkan soal laporan Panglima TNI ini ke Presiden Jokowi.

"Sudah. Tadi saya dari sana. Saya kan tadi dari Cilangkap," tutur Wiranto.

Lebih lanjut ditanya soal impor senjata ini, Wiranto tak menjawab.

Label: , ,

Emak Emak Bubarkan Acara Dangdut Dengan Dalih Tanda Tanda Kiamat Adalah Munculnya Musik Dan Penyanyi !! SIMAK VIDEONYA

Video Viral! Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo - Dangdut sudah menjadi musik yang paling disukai banyak orang di tanah air ini. Musik ini punya irama, nada dan lirik yang khas dan tak dimiliki oleh negara lainnya. Bahkan musik ini kerap dimainkan diberbagai kesempatan.

Setiap hari bahkan tiap saatselalu mendengar musik dangdut dimana pun kita berada. Misalnya saat kita di terminal, stasiun, angkutan umum atau di kantor. Semua orang kerap memutar musik dangdut.


Makanya orkes dangdut kerap pentas dan disewa dalam berbagai acara. Selain manggung di konser musik, orkes dangdut juga biasa tampil dalam acara undangan. Ketika ada acara untuk memperingati Agustusan, pernikahan, atau sunatan sekalipun biasanya tuan rumah mengundang orkes dangdut.

Seperti yang dilakukan oleh Karang Taruna di Sukoharjo, Jawa Tengah berikut ini. Karang Taruna Merak Ati di Sukoharjo mengundang orkes dangdut dalam rangka memperingati hari jadinya.

Namun sayangnya orkes dangdut yang juga ada biduannya itu gagal manggung. Ini karena ada ibu-ibu yang maju ke depan dan memberi ceramah kepada semua orang. Video ketika ibu yang memakai kerudung ini memberi ceramah menjadi viral di media sosial.

Rekamannya sudah banyak diunggah olehakun di Youtube. Video yang diunggah ke Youtube ini telah mendapatkan 78 ribu tayangan. Padahal rekaman itu baru diunggah pada Kamis, 21 September 2017 lalu. Akun yang mengunggah video ini bernama trie rahardja.

Trie rahardja menulis, "Menurut saya pribadi, memang niatnya baik dan benar, tapi nggak seharusnya pas dalam acara. Kan malah bikin sakit hati banyak pihak."

Terlihat di video itu seorang ibu berkerudung memberikan ceramah kepada semua orang yang hadir di sana. Ibu itu berkata, "Bahwa tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah munculnya musik dan para penyanyi."

"Saat ini ibu-ibu sudah pada ikut pengajian, ini bukan karena saya pemimpinnya pengajian, kalian semua disarankan untuk memakai jilbab pakaian tertutup."

"Bapak-bapak, ibu-ibu, lha yang kalian undang campursari, mereka-mereka mbak-mbak yang mengumbar aurat tidak pakai jilbab, apa ini benar?" kata ibu itu sambil menunjuk para biduan.

"Ini sudah terlanjur, besok gak usah diulangi."

Sementara itu terlihat di dekatnya para pemain orkes, terlihat membereskan peralatan musik. Ibu itu melanjutkan berkata, "Insya Allah doa orang teraniaya ini terkabul ya bu."

Seperti yang dilansir tribunnews.com, Setelah bersuara dan memberikan ceramah kepada para orang yang datang di sana ada seorang pria yang mendekati si ibu itu. Pria itu berusaha mengambil microphone dari tangan si ibu. Tapi ibu itu menangkisnya, dan melanjutkan berbicara.

Berikut Video Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo:


Tak berapa lama kemudian ibu itu menyudahi ceramahnya. Lalu memberikan microphone itu kepada si pria. Usai melihat Video Emak-Emak Ceramah Yang Batalkan Acara Dangdutan di Sukoharjo ini beberapa netizen lantas memberikan komentar.

"Anda wajib diajari sopan Buk... sebagai seniman campursari saya gak suka cara anda memalukan seniman dimuka umum" tulis Masa Lalu.

"Masyaallah... ibu ini hebat, bisa dan tega membuat malu orang2... salut bu...anda sangat jos, lebih jos lagi kalau gak berbicara seperti itu, " tulis Egi Channel.

"jgan apa2 dikit di kaitkan dgn agama njih, cuma sekedar hiburan kalau masih batas sewajarnya mbok ya udah" tulis Bagus Pradhana.

"Jangan mengatasnamakan Islam dan Agama untuk mencela orang lain" tulis Nilazal Azizah. Diposkan oleh Pitek Walek

Label:

Video Bikin Ngakak, Pria dengan Wajah Bertato Ini Malak Truk, Tapi Nangis Saat Ditangkap Polisi

Video preman menangis ketika digelandang polisi menjadi viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun twitter @femimoza pada Jumat (15/9/2017).


Video tersebut menunjukkan seorang pria dengan tato di wajah menangis saat ditangkap lalu dibawa polisi ke dalam mobil.

Video tersebut otomatis menjadi perbincangan netizen dan membuat heboh warganet di Twitter.

Menurut keterangan pengunggah, video berdurasi singkat itu diambil Tegal.

Dalam video tersebut tampak seorang pria bertelanjang dada berjalan sambil digiring oleh pria yang diduga polisi.

Pria yang menangis itu tampak dikelilingi beberapa polisi dan sejumlah warga yang mengawalnya.

Yang membuat netizen ngakak adalah pria yang disebut preman itu tak menunjukkan muka garang, justru menangis.

"Saat malak, truk pun smp terguling, tp saat tercyduk preman berwajah penuh tato ini pun mewek seperti anak kecil (Tegal 13-09-17) (emoji)," tulis akun @femimoza dalam cuitannya tersebut,

"Raine ditato nangis (Mukanya ditato kok nangis)," ujar warga yang merekam video tersebut.

"Gebuki ae pak... Hajar pak..Hajar," ujar salah seorang warga, memprovokasi.

Berikut ini videonya.



Diduga preman tersebut meminta uang dengan paksa pada supir truk.

"Bikin resah ni preman... Preman hebat banget bisa njempalikno truk (menggulingkan truk)," kata pria yang merekam video itu.

Ekspresi dan tangisan preman tersebut sontak saja membuat warganet memberikan beragam komentar.

@niaratmadja : Wkwkwk ngakak abis... br lihat ada preman ko cengeng

@Am0k4 : "Gtu aja udah mewek, apalagi dihajar bg.

@BertaDwita : (emoji ngakak) Cemen jd preman

@macan_jaya : "Mampusin saja preman gak berguna

@antonsumaryanto : "Gerombolan preman klas atas dan klas teri pada dasarnya ganas, tapi ditangkap sendirian menjadi pengecut dan kecil hati. (TribunWow)


Label: , ,

#Breaking News# Terciduk Polisi, Pemilik nikahsirri.com Dijerat UU ITE dan Pornografi

Pemilik situs www.nikahsirri.com, Aris Budiman ditangkap tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

"Yang bersangkutan dikenakan UU ITE dan UU pornografi," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan kepada detikcom, Minggu (24/9/2017).


Adi mengatakan, penangkapan Aris ini menindak lanjuti informasi terkait adanya situs yang sudah mengarah ke pornografi dan eksploitasi perempuan dan anak.

"Ini operasi kerjasama dengan Kominfo RI, masih dalam satgas gabungan pemberantasan pornografi untuk memberantas pornografi online," tutur Adi.

Aris ditangkap di rumah kontrakannya di Jl Manggis No A91 RT 01/10 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Polisi juga membawa sejumlah barang bukti di rumahnya.

Sebelumnya, Aris mengaku bahwa situs nikahsirri.com itu adalah sebagai sarana lelang perawan. Ia mengakui mendapatkan keuntungan dari kliennya yang ikut dalam lelang tersebut.

"Klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami hanya ambil 10% sampai 20% dari nilai mahar, sedangkan sisanya 80% diserahkan ke pihak mitra. Ini untuk operasional," ujar Aris Wahyudi di kediamannya, Jatimekar, Jatiasih, Sabtu (23/9/2017).
(detik.com)

Label: ,

Rumah Mewah Raffi Ahmad Disatroni Maling Tengah Malam, Ini Dia Pelakunya!

Rumah artis Raffi Ahmad kemasukan maling pada Jumat (22/9/2017) malam. Saat maling tersebut masuk, kondisi di dalam rumah tengah ramai.

"Pada Jumat, 22 September 2017, sekitar jam 22.30 WIB, pelapor telah mengamankan seorang laki-laki yang belum dikenal yang memasuki rumah korban Saudara Raffi Ahmad," kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Putu Kholis Aryana lewat keterangan tertulis, Sabtu (23/9/2017).


Pelaku yang bernama Alif Pratama (25) itu sempat diinterogasi di lokasi dan mengaku berniat mencuri. Dia juga menyiapkan sebuah tas untuk membawa barang curiannya dari rumah yang berlokasi di Perumahan Green Andara Kav A1 No 4-6, Pangkalan Jatibaru, Cinere, Kota Depok, itu.

"Setelah diinterogasi, pelaku mengakui akan melakukan pencurian. Pelaku sudah menyiapkan tas kain untuk membawa hasil curiannya," ujarnya.

Raffi Ahmad sendiri disebut tak mengalami kerugian karena aksi itu berhasil digagalkan. Lewat keterangan rilis wartawan yang beredar, pelaku langsung dibawa ke kantor polisi tengah malam itu juga.

"Pada hari kejadian sekitar jam 22.30 wib, salah seorang Baby Sister (SAKSI) yang ada di rumah korban sedang merapikan barang2 memergoki pelaku yang sudah berada dilantai II. Pelaku berusaha kabur namun berhasil diamankan. Selanjutnya kejadian dilaporkan ke Polsek Limo guna proses penyelidikan." bunyi pesan yang beredar.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Limo. Dia disangkakan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 juncto 53 KUHP. (detik.com)

Label: ,

Soal 5 Ribu Senjata Ilegal, Jejak Tweet Admin TNI AU jadi Perbincangan Netizen

Pernyataan mengejutkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo soal 5 ribu senjata ilegal sedang menjadi sorotan.

Pernyataan itu awalnya menjadi viral setelah akun twitter radio Elshinta menuliskan Panglima TNI mengatakan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan lima ribu senjata secara ilegal.


Kicauan itu dilengkapi dengan rekaman pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Meski menyebut info A1, namun Gatot tidak membuka info rinci mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan.

Bukan kepada sembarang orang Panglima TNI saat itu berbicara, karena pada kesempatan itu sejumlah tokoh turut hadir.

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, dalam acara tersebut turut hadir Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, bekas Wakil Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Tri Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Jenderal TNI (Purn) Endiarto Sutarto.
Kemudian bekas Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, bekas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, serta para petinggi TNI lainnya.

Pernyataan Panglima TNI inipun akhirnya menjadi perbincangan netizen.
Banyak spekulasi dan pertanyaan yang terlontar dari mereka.
Mulai dari membandingkan tragedi tahun 1948 hingga melirik rencana Polri yang kebetulan akan membeli 5000 senjata dari Pindad, karena memiliki kesamaan jumlah.

Namun dugaan kedua, banyak terbantah karena Panglima TNI mengatakan 5000 pucuk senjata itu merupakan senjata ilegal, dan yang mendatangkan adalah institusi di luar militer.
Di tengah perdebatan netizen, kicauan admin Twitter @_TNIAU menjadi perhatian tersendiri.
Dalam kicauannya, akun Twitter itu seolah meragukan pernyataan Panglima TNI.

5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ''ngumpetinnya''? Dan apakah penyataan Panglima ini memang benar? Krn dari @Puspen_TNI blm ada ket," begitu kicaunya.
Kicauan akun @_TNIAU itupun banyak discreenshot dan dibagikan ke media sosial.

Banyak netizen yang menganggap aneh kicauan tersebut, karena dianggap menunjukkan sikap tidak percaya kepada Panglimanya.

@barnabasburn Aneh jg admin @_TNIAU ini kaga percaya sm panglimanya, bahkan seperti melawan...jd inget kudeta turki kmaren...

@MataElangNKRI Saya curiga sama akun satu ini.. bisa2nya Kontra sama Panglima TNI. Kalau Panglima TNI kan oasti dilapori. Kalau Admin TNI AU kan blm pasti
@arulsVB jejak digital itu pait... *Pait banget yekan min ?!

Admin TNI AU pun sempat memberikan tanggapan atas kicauannya tersebut.

@_TNIAU Woles ajah, apapun yg dilaksanakan seorang prajurit pastinya atas perintah atasan, jangan lupa bahagia spy hati tak merana


Namun jawaban tersebut, justru memancing penasaran sejumlah netizen.
@Pro_Wangi oh ada atasanmu min yang memerintahkan lu ngetwit " meragukan 5000 senjata " ? siapa namanya ? KSAU atau bawahannya lagi ? kepo nih

Sementara itu, mengutip Tribunnews.com, Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut berkomentar saat ditanya wartawan soal isu 5.000 senjata yang diimpor oleh institusi non militer dengan mencatut nama presiden Joko Widodo.
Menurut Zulkifli, apabila impor senjata tersebut tidak sesuai ketentuan alias ilegal sebaiknya diusut oleh aparat berwenang.
‎"Ya diusut saja kalau ilegal, ya urusan polisi diusut, ditindak sesuai peraturan berlaku. Namanya juga ilegal kan," ujar Zulkifli di komplek MPR/DPR Senayan, Jakarta, Sabtu, (23/9/2017).

Menurut Zulkifli memiliki satu senjata tanpa izin saja ‎dapat dikenakan pidana. aplagi kalau lima ribu senjata.
Oleh karenanya Zulkifli mengatakan kasus tersebut sebaiknya ditangani.
‎" Kalau orang pakai pistol satu engga izin bagaimana? Apalagi lima ribu, sebaiknya diusut dan itu urusan polisi," pungkasnya. (Tribunnnews.com)

Label: ,

Ketahuan! 10 Rekening Pejabat Publik Mengalir ke Saracen

Polisi akan meminta keterangan tokoh publik yang namanya disebut dalam laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal rekening Saracen. Namun, polisi sebelumnya akan mengkroscek lagi data PPATK.

"Jadi setelah kami konfirmasi lagi (hasil pemeriksaan PPATK) ke PPATK, baru kami akan mengklarifikasi ke orang-orang tersebut," jelas Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, kepada detikcom.


Irwan menjelaskan ada beberapa poin dalam hasil pemeriksaan yang perlu dicek lagi keakuratannya oleh polisi ke pihak PPATK. Namun, Irwan enggan menjelaskan isi poin yang perlu konfirmasi kembali.

"Ada beberapa item dari hasil koordinasi dengan PPATK, yang harus kami konfirmasi terlebih dahulu. Istilahnya mematangkan lagi. Saya tidak bisa jelaskan (poin yang dimaksud) karena masuk dalam materi penyidikan," ujar Anwar.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebelumnya mengatakan ada nama sejumlah orang dalam laporan hasil analisa (LHA) rekening Saracen. Setyo mengatakan penyidik akan segera meminta keterangan orang-orang tersebut.

"LHA dari PPATK sudah diterima. Ada menyebutkan nama-nama orang. Direktorat Siber akan segera menindaklanjuti, artinya orang-orang tersebut akan dimintai keterangan," kata Setyo di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Setyo enggan menyebut nama-nama orang, yang dalam laporan PPATK, terlibat aliran dana Saracen. Namun Setyo mengisyaratkan orang-orang tersebut dikenal masyarakat. "Disebut dalam LHA itu terkait dengan Saracen, maka harus diklarifikasi," sambung Setyo.

Polisi mengirimkan 15 rekening bank, dimana satu rekening milik Asma Dewi dan 14 lainnya dikuasai 4 tersangka Saracen, ke PPATK. Polisi juga sebelumnya menyatakan ada informasi aliran dana dari Asma Dewi ke Saracen sebesar Rp 75 juta. Dalam kasus ini, polisi menyebut 4 orang sebagai anggota kelompok Saracen yaitu Jasriadi, Muhammad Faisal Tonong, Sri Rahayu Ningsih dan MAH. (detik.com)

Label: , ,

Ini Transkrip Rekaman Panglima TNI Sebut Akan Ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal. Ternyata Ada Yang Aneh!

Ungkapan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait adanya suatu institusi tidak resmi yang berencana mendatangkan 5 ribu pucuk senpi ilegal ke Tanah Air menjadi heboh.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI pada pertemuan Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat kemarin (22/9). Dimana ungkapan itu terdapat dalam potongan pemberitaan audio yang beredar.


Jenderal Gatot mengungkapkan nama Presiden dicatut agar dapat mengimpor senjata ilegal tersebut. “Memakai nama Presiden, seolah-olah itu dari Presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan Presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan disini,” tegasnya.

POJOKSATU.id – Ungkapan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait adanya suatu institusi tidak resmi yang berencana mendatangkan 5 ribu pucuk senpi ilegal ke Tanah Air menjadi heboh.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI pada pertemuan Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat kemarin (22/9). Dimana ungkapan itu terdapat dalam potongan pemberitaan audio yang beredar.

Jenderal Gatot mengungkapkan nama Presiden dicatut agar dapat mengimpor senjata ilegal tersebut. “Memakai nama Presiden, seolah-olah itu dari Presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan Presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan disini,” tegasnya.

Ini transkrip lengkap rekaman Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal :

Ada semacam ketika politik tidak bermoral, atau saat yang dikatakan abri saat dulu terjadi saat ini sekarang pak, sehingga suatu saat kami-kami yang junior ini melakukan langkah yang diluar kepatutan para senior itu hanya kami sebagai bayangkari.

Tapi datanya kami pasti akurat, ada kelompok institusi yang mau membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu, ada yang memaksa, ada yang mempidanakan, untuk apa, ada, dan data-data kami, intilejen kami akurat.

Kami masuk pada hulu inti-intinya dan ini hanya untuk internal kami saja pak, karena kalau tidak ini pak, kalau tidak, bahkan TNI pun akan dibeli, pokoknya tidak semua disini bersih pak.

Ada yang punya keinginan dengan cara amoral, untuk menempuh jabatan, dan saya berjanji akan membuat mereka merintih pak bukan hanya menangis, biarpun itu jendral, karena ini berbahaya pak, kalau sudah TNI lari ke Politik, selesai semuanya, ujung-ujungnya nanti kita tidak bisa gugat apa-apa lagi pak, undang-undang pidana militer masuk semua masuk, itulah awal dari perkelahian dan itulah awal dari kehancuran negara, maka apapun akan kami lakukan, dan kami mohon doa restu saja pak.

Memakai nama presiden, seolah-olah itu dari presiden yang berbuat, padahal yakin itu bukan presiden, informasi yang saya dapat dari A1 tidak akan saya sampaikan disini, ini yang saya pikir saya sebagai seorang manusia, seorang prajurit, saya dianugrahi panglima TNI, sebagai seorang orang tua, anak-anak saya dua-duanya udah menikah udah S2, saya sudah punya cucu pak.

Panglima TNI: ada institusi diluar militer yang akan membeli 5000 pucuk senjata, ada


Label: ,

Try Sutrisno : Amien Rais Pengkhianat Bangsa !!!

Wakil Presiden Republik Indonesia, Try Sutrisno menuding mantan Ketua MPR Amien Rais sebagai pengkhianat bangsa. Hal ini diungkapkan lantaran dirinya mengaku kecewa dengan Amien.

Try pun mengisahkan jika saat itu, Amien tak menepati janjinya ketika amandemen UUD 1945 di era reformasi. Padahal dia sudah mengingatkan Amien terkait rencana melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah keliru.


“Saya selalu ingatkan Amien Rais waktu amandemen empat kali dan saat ini dia mengaku salah,” ujar Try kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Try melanjutkan, dia masih ingat betul saat bertemu dengan Amien di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI belasan tahun lalu. Saat itu Amien meminta maaf kepada Try agar tak marah dengan langkahnya yang nekat mengamandemen UU.

“Dia menyampaikan, ‘Pakde enggak usah khawatir, enggak usah gelisah karena kita amandemen itu ada kesepakatan MPR-nya,” ucap Try yang mengenakan batik kuning ini.

Namun Try hanya menemukan lima kesepakatan dari enam kesepakatan yang sebelumnya dijanjikan Amien Rais akan disertakan dalam amandemen UUD 1945 tersebut.

“NKRI tidak diotak-atik, UUD tetap harus itu, sistem presidensial tetap akan diperkuat, check and balance dipertajam, penjelasan UUD yang objektif akan dijadikan materi dan terakhir ini dilakukan dengan cara adendum,” ungkap Purnawirawan Jenderal ini.
Kekecewaan Try kepada Amien bertambah karena hasil amandemen tidak dilakukan oleh MPR yang saat digawangi oleh Amien. Try bahkan menyebut Amien sebagai pengkhianat bangsa karena tak konsisten menerapkan amandemen UUD.

“Tetapi setelah diketok dan empat kali diamandemen itu, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai dengan catatan. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara, pengkhianat bangsa ini Amien Rais,” tutupnya.(kriminalitas.com/kumparan.com)

Label: ,

Jumat, 22 September 2017

tvOne Akan Tayangkan Film G30S/PKI, Ini Alasannya

Stasiun televisi swasta nasional tvOne dikabarkan akan menayangkan film Pengkhianatan G30S/PKI pada September 2017. "Betul, kami akan tayangkan," ujarnya Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat, 22 September 2017.

Menurut Karni, tvOne akan menayangkan film tersebut lantaran film itu memuat sejarah yang sangat besar, seperti presiden berganti, pahlawan revolusi yang tertembak. Selain itu, lanjut Karni, film tersebut untuk pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965, di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.


Tak hanya itu. Karni mengemukakan, tvOne berencana menayangkan film tersebut lantaran isu mengenai film tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. "Bagaimanapun itu isu yang sangat ramai sekarang ini, kami mana yang lagi hot saja," ujarnya.

Rencana penayangan film ini, menurut Karni, telah mendapat lampu hijau dari sejumlah kalangan. "Presiden, panglima, semua tidak ada yang keberatan untuk ditayangkan," kata Karni. Namun, Karni belum dapat memastikan waktu tayang film itu di tvOne."Belum diputuskan apa tanggal 30, 29 atau sebelumnya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemutaran kembali film G30S/PKI tengah menarik perhatian publik. Kontroversi pun muncul soal itu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di stasiun televisi TVRI setiap tahun saban 30 September. Namun, sejak 1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu.(viva.co.id)

Label: , ,

Walikota Cilegon Yang Melarang Gereja Di wilayahnya Tertangkap OTT KPK

Walikota Cilegon Yang Melarang Gereja Di wilayahnya Tertangkap OTT KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT) Jumat(22/9) malam. Kali ini dalam operasi senyap yang digelar di wilayah Banten, tim Satgas Penindakan KPK berhasil membekuk seorang kepala daerah di wilayah Provinsi Banten. Beredar informasi jika yang diciduk lembaga antirasuah tersebut adalah Wali Kota Cilegon TB Iman Aryadi.

Tubagus Iman Ariyadi merupakan Wali Kota Cilegon yang menjabat selama dua periode dari tahun 2010-2015 dan tahun 2016-2021. Pria bergelar doktor ini lahir di Serang, Banten, pada 10 Juli 1974.


Iman merupakan putra mantan Wali Kota Cilegon, Tubagus Aat Syafa’at. Iman mengenyam pendidikan di Pesantren Daar El-Qalam, Gintung, Balaraja, hingga tingkat sekolah menengah atas. Meski begitu, dia juga sempat bersekolah di SD Negeri II Cilegon.

Tahun 1993, Iman melanjutkan studinya ke Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. Ia mengambil jurusan komunikasi penyiaran islam.

Walikota yang tidak ingin melihat ada Gereja di wilayahnya ini terjaring OTT yang dilakukan KPK, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 10 orang yang berhasil diamankan.

Saat ini kata Febri, para pihak yang ditangkap sudah di kantor KPK dan tengah menjalani pemeriksaan intensif dalam waktu 1×24 jam untuk ditentukan status hukumnya.” Dalam waktu maksmal 24 jam akan kami sampaikan hasil OTT ini melalui konferensi pers hari ini di KPK,” “Diantaranya kepala daerah, pejabat dinas dan swasta,” terang Febri. ketika dikonfirmasi Sabtu(23/9).

Label: , ,

Di Acara Silaturrahmi Nasional TNI, Mantan Wapres Try Sutrisno Bongkar Keburukan Amien Rais

Wakil Presiden keenam Indonesia Try Sutrisno sempat bicara keras soal mantan Ketua MPR Amien Rais saat menyampaikan pidato di Silaturahmi Nasional TNI hari ini.

Try mengungkapkan kekesalannya kepada Amien saat amandemen UUD 1945 di era reformasi.


Try mengaku pernah mengingatkan Amien bahwa usulan melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah yang salah.

"Kemarin ada itu, saya tangkap itu, karena itu kita selalu ingatkan Amien Rais waktu amandemen empat kali dan sekarang Amien Rais mengaku salah," ujar Try Sutrisno, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/17).

Meski sudah diingatkan, lanjut Try, Amien masih berupaya menenangkannya.

Saat dirinya bertemu dengan Amien di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI di akhir tahun 1990an, Ketua Dewan Kehormatan PAN ini menyampaikan kepada Try agar dirinya tak gusar dengan proses amandemen yang dilakukan.

"Waktu itu Amien Rais ketemu saya di sini (aula Gatot Soebroto), dia menyampaikan, 'Pakde enggak usah khawatir, enggak usah gelisah karena kita amandemen itu ada kesepakatan MPR-nya," ucap Try dalam sambutannya.

Namun kenyataannya, Try hanya menemukan lima kesepakatan dari enam kesepakatan yang sebelumnya dijanjikan Amien Rais akan disertakan dalam amandemen UUD 1945 tersebut.

"Waktu itu dia katakan ada enam kesepakatan tapi sekarang yang tertulis di UUD hasil amandemen itu cuma lima," katanya.

"NKRI tidak diotak-atik, UUD tetap harus itu, sistem presidensial tetap akan diperkuat, check and balances dipertajam, penjelasan UUD yang objektif akan dijadikan materi dan terakhir ini dilakukan dengan cara adendum," imbuh dia.

Kekecewaan Try kepada Amien bertambah karena hasil amandemen tidak dilakukan oleh MPR.

Apalagi saat itu Amien merupakan Ketua MPR. Try bahkan menyebut Amien sebagai pengkhianat bangsa karena tak konsisten menerapkan amandemen UUD.

"Tetapi setelah terjadi diketok dan empat kali diamandemen itu, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai catatan kita. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara, pengkhianat bangsa ini Amien Rais," kata Try.

kumparan berupaya mencari konfirmasi kepada Amien Rais. Namun, ketika menghubungi sang putra, Hanafi Rais, nomornya sedang tidak aktif.


Label: , ,

Cinta Satu Malam Agus 'Lee Min Ho' yang Merenggut Nyawa Murti

Agustinus alias Lee Min Ho (24) dan Murtiyaningsih (30) berkenalan di media sosial melalui WeChat. Keduanya pertama kali kopi darat, lalu bercinta hingga berujung ke pembunuhan Murti.

Agustinus dan Murti sepakat bertemu di kamar kos Murti di Jalan Sosial, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis 21 September 2017 malam.


"Korban merupakan perempuan yang menjajakan, dia butuh teman dengan berbayar. Kemudian pelaku menanggapi dan terjadi pertemuan di situ," kata Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Adex Yudisman.

Agustinus dan Murti kemudian berhubungan seksual. Setelah itu, Murti meminta uang bayaran Rp 500 ribu. Mendengar 'tagihan' itu, Agus panik karena tak mampu membayar uang transaksi seksual.

Murti tidak terima saat mendengar Agustinus hanya memiliki uang Rp 150 ribu. Mereka pun adu mulut. "Korban tidak melakukan apa-apa. Hanya (pelaku) uangnya kurang. (Korban bilang) 'kalau nggak gue panggil preman nih'. Di situ pelaku kalap," ujar Adex.

Mendengar ancaman itu, Agustinus panik dan gelap mata memukul Murti dengan asbak. Namun pukulan benda tumpul itu tak mampu menghabisi nyawa Murti. Agustinus bagai kesetanan lalu mencekik Murti hingga kehabisan napas tanpa belas kasihan.


Setelah membunuh Murti, Agustinus membawa kabur barang berharga milik korban, termasuk sejumlah uang asing. "Ada uang dari 5 negara. Ada dolar, ada dari Vietnam, ada dari Thailand, ini diambil dari dompet korban," kata Adex.

Selain uang asing, pelaku membawa kabur ponsel korban. Dia sempat menjual ponsel tersebut. "Barang lain yang diambil adalah HP, hasil penjualan sisa Rp 2.300.000," lanjut Adex.

Agustinus kemudian meninggalkan jasad Murti. Keesokan harinya Jumat 22 September 2017, Agustinus bersandiwara untuk menghapus jejak-jejaknya. Dia datang lagi ke kos-kosan Murti. Kali ini, dia berpura-pura menemukan jasad Murti pertama kalinya. Agustinus lalu melaporkan temuan mayat Murti ke penghuni kosan.

Sandiwara Agus tercium polisi. Polisi curiga karena keterangan Agustinus berubah-ubah. Selain itu, polisi curiga saat melihat ada bekas luka cakar yang masih baru di pipi Agustinus.

Dalam waktu hanya 4 jam, Agustinus akhirnya ditangkap oleh Tim Satreskrim Polres Jakarta Barat yang dimimpin oleh AKP Rulian Sauri. Akibat perbuatannya, Agustinus dijerat Pasal 338 jo 365 KUHP.(detik.com)

Label: ,