Curhat Ibu Hilarius Berbuntut Panjang. Lihat, Tindakan Cepat Polisi Ini Bikin Kagum....!

Hilarius Christian, siswa kelas I SMA Budi Mulia, tewas setelah terlibat duel ala gladiator dengan siswa dari SMA Mardi Yuana di Bogor pada Januari 2015. Hilarius dipilih ikut berduel karena memiliki tubuh yang tinggi besar.

Maria Agnes, ibu korban, yang ditemui di rumahnya di Batu Tulis, Kota Bogor, menyebut duel ala gladiator di SMA Bina Mulia sudah berlangsung sejak sekitar 2010. Maria mengaku mengetahui hal tersebut dari teman-teman Hilarius setelah Hillarius tewas dan dimakamkan. Di kalangan siswa, aksi duel ala gladiator itu dikenal dengan istilah 'bom-boman'.


"Dari cerita teman-temannya, 'bom-boman' itu sudah ada dari tahun 2010. Sudah biasa, setiap tahun. Tapi cuma baru anak saya yang sampai meninggal," kata Maria saat ditemui detikcom, Kamis (14/9/2017) malam.

Duel ala gladiator yang menewaskan anak pertamanya tersebut, kata Maria, dilakukan oleh siswa junior atau siswa kelas I SMA.



"Jadi di sana itu, anak saya diadu. Disuruh duel. Terus kakak-kakaknya itu yang menonton. Sedih mendengarnya, katanya pas anak saya dipukul itu ada yang tepuk-tepuk tangan. Jadi memang ditonton," cerita Maria.

Maria menyebut anaknya tewas pada Jumat (29/1/2016). Kabar meninggalnya Hilarius diketahui Maria dan suaminya sekitar pukul 17.30 WIB setelah mendapat informasi dari pihak Rumah Sakit Azra.

"Jadi sore itu ada telepon dari RS Azra, saya tanya ada apa dengan anak saya, mereka cuma bilang saya harus ke sana," kata Maria.

"Setibanya saya di sana itu, anak saya sudah meninggal," sambung Maria sambil menitikkan air mata.

Kasus kematian tersebut, kata Maria, sudah diketahui pihak Polsek Bogor Utara beberapa hari setelah kejadian. Namun Maria tidak melapor secara resmi karena tidak mau jenazah anaknya diautopsi.

Persoalan tersebut, lanjut Maria, juga diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan kedua sekolah. Cukup lama Maria menahan sedih atas kematian anaknya, sehingga akhirnya ia mencurahkan isi hati melalui media sosial Facebook. Pengakuan itu kemudian menjadi viral.

"Semua teman-temannya juga sudah mengaku, yang mengetahui kejadian itu sudah menceritakan semua secara tertulis. Bahkan si pelaku sudah membuat surat pernyataan, dia mengaku dia yang duel sama anak saya," kata Maria. Tidak hanya itu, aku Maria, pihak sekolah juga sempat membantu biaya proses pemakaman jenazah Hilarius. "Saya sedih, jadi semua orang tua murid di SMA MY (Mardi Yuana) itu perlihatkan video kematian anak saya. Baru setelah itu mereka kasih uang santunan. Videonya diputar dan bergantian menonton," kata Maria diiringi tangis.


Ungkap Tewasnya Hilarius, Polisi Datangi 'Arena' Duel Gladiator

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin meninjau lokasi duel Gladiator di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara. Dia datang bersama penyidik untuk memeriksa sejumlah lokasi di Taman Papuluh yang dijadikan arena duel gladiator antarsiswa SMU ini.

"Kami sengaja ke TKP dengan penyidik, bahwa TKP itu di sini, jika nanti kalau perlu diadakan rekonstruksi," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin saat ditemui di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara, Jumat (15/9/2017).


Wawan menjelaskan kejadian sudah terjadi sekitar 18 bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari 2016. Namun menurutnya tidak ada kata terlambat untuk mengusut kasus duel maut ini.

"Tapi ini kan sudah setahun setengah belum kadaluarsa, tidak ada kata kadaluarsa," tuturnya.

Polisi meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam pengusutan kasus ini. Salah satunya pihak keluarga yang sempat menolak jenazah Hilarius untuk diautopsi.

"Kasus ini harus dapat dukungan semua pihak. kami nggak bisa bekerja sendiri. semua pihak harus mendukung untuk membuat terang kasus ini," ujarnya.



Sebagaimana diketahui, pihak kepolisian siap mengusut kembali kasus duel 'Gladiator' yang melibatkan SMA Budi Mulia dan SMA Mardi Yuana. Polisi akan melakukan autopsi ulang sebagai jalan terakhir dari pengusutan kasus tarung 'Gladiator' ini.

"Karena autopsi pembuktian nanti di persidangan. Kalau toh itu nanti diperlukan, semua pihak harus mendukung," kata Kapolsek Bogor Utara Kompol Wawan kepada detikcom, Kamis (14/9).

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Duel Gladiator

Polsek Bogor Utara terus mengusut kasus meninggalnya Hilarius Christian Event Raharjo akibat duel 'Gladiator' di Taman Palupuh. Sampai saat ini polisi telah memeriksa 17 orang saksi.

"Saksi yang telah diperiksa 11 sampai 17 orang, kita nanti kembangkan lagi. mungkin masih ada Saksi Saksi lain mungkin kita periksa," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin saat ditemui di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara, Jumat (15/9/2017).

Wawan mengatakan saksi yang diperiksa dari kedua belah pihak. Baik dari pihak pelaku maupun korban.

"Dari kedua belah pihak, karena korban kan saat itu ada (bersama) temannya," ucap Wawan.

Selain itu polisi juga akan meminta keterangan dari kedua sekolah yang terlibat dalam kasus ini. Baik dari SMA Budi Mulia selaku sekolah Hilarius maupun dari SMA Mardi Yuana selaku pelaku.

"Kita pun nanti minta keterangan tambahan baik dari keluarga korban, saksi-saksi termasuk dari pihak sekolah yang terkait semuanya," ujar Wawan.

Polisi juga akan menyelidiki keterlibatan alumni dalam kasus ini. Alumni diduga sebagai pihak 'promotor' terjadinya duel tersebut.

"Nanti kita selidiki, belum mengarah ke sana, nanti yang terlibat termasuk dugaan sponsor sampai sejauh mana itu perannya," kata dia.(rvk/rvk)





loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer