Minggu, 17 September 2017

Ini Lho 3 Postingan Asma Dewi di Medsos yang Membuatnya Diciduk Polisi

Kuasa hukum tersangka kasus ujaran kebencian Asma Dewi, Djudju Purwantoro mengungkapkan, ada tiga postingan di medsos yang menjadi dasar penangkapan kliennya. Ketiganya diunggah Asma Dewi sekitar tahun 2016.

"Pertama, pernah dengan vaksin virus campak rubela dari Cina? Dia katakan ya itulah kalau vaksin atau virus dari Cina, hanya Cina itu saja yang dipersoalkan," kata Djudju di Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).


Postingan kedua adalah pernyataan Asma Dewi yang mengomentari Mentan Amran Sulaiman soal harga daging mahal pada Juli 2016 lalu.

"Kedua, pernah dengan Mentan katakan harga daging mahal. Kalau merasa mahal, makan jeroan saja, pernah dengar? Yang nyatakan bukan Bu Asma, tapi Mentan, kok masyarakat makan jeroan, kenapa enggak menterinya makan jeroan?" Djudju menjelaskan.

Sedangkan postingan ketiga adalah komentar Asma yang kembali menyingung Cina.

"Ada tulisan Sansekerta, postingnya negara Singapura diajarkan Sansekerta. Kenapa di Indonesia diajarkan bahasa Cina, Cina lagi," kata dia

Menurut Djudju, tiga postingan tersebutlah yang menjadi dasar sangkaan polisi. Ia menegaskan tidak satu pun postingan terkait sindikat penyebar kebencian Saracen.

Kuasa hukum Asma Dewi akan melakukan pra-peradilan karena menilai penangkapan kliennya tidak sesuai prosedur.

"Pertama beberapa aparat lompati pagar, mereka ada sekitar 10 orang. Kemudian setelah lompat pagar, sekering listrik mati hidupkan. Kemudian panggil Ibu, belum siap pakaian lengkap untuk segera keluar," tandas Djudju.


Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda