Setya Novanto Terancam Panggilan Paksa Jika Mangkir dari Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemanggilan kedua terhadap Ketua DPR, Setya Novanto.

Jika tidak hadir, KPK akan melayangkan surat panggilan ketiga dan bisa melakukan panggilan paksa sebagaimana dilakukan selama ini.


Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan, KPK telah melayangkan lagi surat panggilan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto.

Ini merupakan surat panggilan kedua KPK kepada Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin (18/9/2017) besok, terkait kasus e-KTP.

"Sudah dilayangkan surat yang kedua. Kami sudah layangkan dan besok diharapkan Novanto hadir," kata Syarif di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (17/8/2017).

Senin (11/9/2017) lalu, Setya Novanto berhalangan hadir dengan alasan sakit pada panggilan pertama sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi e-KTP.

Syarif berharap, Setya Novanto besok bisa kooperatif untuk datang ke pemeriksaan KPK.

Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

KPK menyatakan, Setya Novanto ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui anggota DPR.

Selain itu, Novanto diduga telah mengondisikan pemenang lelang dalam proyek E-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR.

Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun. (Robertus Belarminus)






loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer